Tuhan, kami ingin mata kami dibuka
Matius 20:33
Keadilan yang Mengejutkan
“Mereka berkata kepada-Nya, “Tuhan, kami ingin mata kami dibukakan.””Matius 20:33 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawab mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat."”Matius 20:33 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka menjawab, "Tuan, kami ingin melihat!"”Matius 20:33 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab mereka, “Ya Tuhan, kami ingin mata kami bisa melihat lagi.””Matius 20:33 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“They say unto him, Lord, that our eyes may be opened.”Matius 20:33 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 20:33?
Kedua orang buta itu meminta agar mata mereka dibukakan, bukan hanya untuk melihat secara fisik, tetapi juga untuk mengenali Yesus sebagai Mesias. Jawaban mereka menunjukkan iman yang rendah hati dan harapan yang jelas akan pemulihan total.
Latar belakang
Permintaan yang sederhana tapi luar biasa
Ketika diberi kesempatan meminta apa saja kepada seseorang yang mereka panggil 'Anak Daud,' mereka tidak minta uang, tidak minta perlindungan, tidak minta status. Mereka minta satu hal saja: mata mereka dibuka. Permintaan yang jelas, spesifik, dan dari kebutuhan yang paling dalam.
Di mana
Jalan keluar Yerikho
Di tengah kerumunan yang terdiam mendengar percakapan ini
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir ke Yerusalem
Yang berbicara
Dua orang buta
Yang berteriak gigih dan kini mendapat kesempatan berbicara langsung
Kepada
Yesus
Yang sudah berhenti dan bertanya apa yang mereka minta
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀνοιγῶσιν
dibukakan · opened
Dari 'anoigō' — membuka apa yang tertutup; juga dipakai untuk membuka Kitab Suci (Lukas 24:45) dan mata rohani
οἱ ὀφθαλμοὶ ἡμῶν
mata kami · our eyes
Jamak pertama yang inklusif — keduanya punya kebutuhan yang sama dan berbicara sebagai satu suara
Κύριε
Tuhan · Lord
Pengulangan panggilan yang mereka teriakkan dari jauh — sekarang disampaikan langsung dalam percakapan tatap muka
Simplisitas permintaan ini adalah kontras yang indah dengan permintaan ambisius di awal pasal — sementara murid-murid berdebat soal posisi, dua orang buta hanya minta satu hal yang mereka benar-benar butuhkan.
Tahukah kamu
Kebutaan di dunia kuno adalah kutuk ganda
Di Palestina abad pertama, kebutaan bukan hanya penderitaan fisik — orang buta tidak bisa bekerja, bergantung penuh pada belas kasihan orang lain, dan sering dianggap terkutuk secara rohani. Minta mata dibuka bukan hanya minta kesembuhan — itu minta seluruh kehidupan kembali.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 20:33
Yohanes 9:11
Kisah penyembuhan kebutaan yang lebih detail dalam konteks teologi tentang terang
“Ia menjawab: Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah membasuh diriku, aku dapat melihat”
Mazmur 146:8
Gambaran Mesianis tentang siapa yang membuka mata orang buta — yang digenapi Yesus
“TUHAN membuka mata orang buta, TUHAN menegakkan orang yang melengkung”
Yesaya 35:5
Nubuat tentang zaman Mesias yang mencakup pemulihan penglihatan orang buta
“Pada waktu itu mata orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang tuli akan dibuka”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 20:33
✕ Sering dikira
Permintaan ini menunjukkan mereka tidak punya iman yang cukup besar untuk minta lebih
✓ Yang sebenarnya
Permintaan yang spesifik dan tepat pada kebutuhan nyata justru menunjukkan kejelasan iman — mereka tahu apa yang mereka butuhkan dan percaya Yesus bisa memberikannya
✕ Sering dikira
Mata yang 'dibukakan' di sini hanya kiasan tentang pencerahan rohani
✓ Yang sebenarnya
Konteks cerita sangat jelas bahwa ini penyembuhan fisik literal — kedua orang buta mengikut Yesus setelah sembuh, yang mengimplikasikan mereka bisa melihat arah yang harus dituju
Renungan
Renungan Singkat Matius 20:33
Berdoalah dengan spesifik dan sesuai kehendak Allah. Seperti orang buta ini, kita bisa meminta pemulihan yang menyeluruh—baik fisik, emosi, maupun rohani—karena Yesus sanggup membukakan mata kita akan kebenaran-Nya.
Ya Tuhan, bukalah mata kami, baik secara fisik maupun rohani, agar kami dapat melihat Engkau dengan jelas dan mengikut-Mu dengan iman, Amin.