Arkhelaus berkuasa — Yusuf takut ke Yudea
Matius 2:22
Kembali ke Tanah Israel
“Akan tetapi, ketika dia mendengar bahwa Arkhelaus memerintah di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, Yusuf takut pergi ke sana. Setelah diperingatkan dalam mimpi, dia pergi ke wilayah Galilea.”Matius 2:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Matius 2.23–3.7 8”Matius 2:22 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi kemudian Yusuf mendengar bahwa Arkelaus, putra Herodes sudah menggantikan ayahnya menjadi raja negeri Yudea. Jadi Yusuf takut pergi ke sana. Sesudah ia mendapat petunjuk Tuhan lebih lanjut dalam mimpi, ia pergi ke daerah Galilea.”Matius 2:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi waktu Yusuf mendengar bahwa yang menggantikan Raja Herodes adalah Arkelaus, dia takut kembali ke provinsi Yudea. Arkelaus adalah putra Raja Herodes sendiri. Lalu Yusuf mendapat petunjuk lagi melalui mimpi, maka dia membawa keluarganya ke provinsi Galilea.”Matius 2:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But when he heard that Archelaus did reign in Judaea in the room of his father Herod, he was afraid to go thither: notwithstanding, being warned of God in a dream, he turned aside into the parts of Galilee:”Matius 2:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 2:22?
Yusuf mendengar bahwa Arkhelaus, putra Herodes yang kejam, menjadi raja di Yudea, sehingga ia takut dan memilih pergi ke Galilea setelah mendapat peringatan dalam mimpi. Ini menunjukkan bahwa kita perlu bijaksana dalam mengambil keputusan, serta peka terhadap bimbingan Tuhan dan keadaan sekitar.
Latar belakang
Ketakutan yang wajar membuka jalan menuju nubuat
Arkhelaus adalah anak Herodes yang terkenal lebih brutal dari ayahnya — ia memerintah Yudea dengan tangan besi sampai akhirnya dicopot oleh Roma tahun 6 M. Yusuf yang dengar Arkhelaus berkuasa wajar untuk takut. Mimpi kembali masuk: kali ini memberi arah ke Galilea. Ketakutan manusiawi dan bimbingan ilahi bekerja bersama membawa keluarga ke tempat yang tepat.
Di mana
Perbatasan masuk tanah Israel, menuju Yudea
Keluarga yang baru kembali dari Mesir, dihadapkan pada keputusan mau ke mana
Kapan
~4 SM
Keputusan tidak ke Yudea tapi ke Galilea
Yang berbicara
Matius (penulis)
Mantan pemungut cukai, murid Yesus, ~80-an M
Kepada
Pembaca Yahudi-Kristen awal
Yang perlu mengerti mengapa keluarga Yesus menetap di Galilea
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀκούσας
akousas · mendengar
Mendengar dan merespons — kata yang sama dipakai untuk Herodes di ayat 3. Mendengar berita politik mengubah keputusan.
ἐφοβήθη
ephobēthē · takut
Menjadi takut, dikuasai ketakutan — bukan ketakutan yang lemah tapi yang cukup kuat untuk mengubah rencana.
χρηματισθεὶς
chrēmatistheis · diperingatkan
Kata yang sama dipakai untuk orang Majus di ayat 12 — diperingatkan oleh Allah dalam mimpi. Allah merespons ketakutan dengan arahan.
Yusuf 'akousas' (mendengar) dan 'ephobēthē' (takut), lalu 'chrēmatistheis' (diperingatkan Allah). Pola indah: ketakutan yang jujur membawa seseorang untuk lebih peka terhadap arahan ilahi.
Tahukah kamu
Arkhelaus dicopot Roma karena terlalu brutal
Arkhelaus memerintah Yudea dan Samaria tahun 4 SM–6 M. Ia begitu brutal hingga baik orang Yahudi maupun Samaria sama-sama mengeluh ke Roma. Kaisar Augustus akhirnya mengasingkannya ke Gaul dan menunjuk gubernur langsung untuk wilayahnya. Ketakutan Yusuf sangat berdasar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 2:22
Mazmur 56:3-4
rasa takut yang bertemu kepercayaan kepada Allah
“Pada hari aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah aku memuji firman-Nya, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut.”
Amsal 21:30
rencana manusia tunduk pada kedaulatan Allah
“Tidak ada hikmat, tidak ada pengertian, dan tidak ada rancangan yang dapat berhasil melawan TUHAN.”
Lukas 2:39
keluarga Yesus menetap di Nazaret, Galilea
“Dan setelah mereka menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke Galilea, ke kota mereka sendiri, yaitu Nazaret.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 2:22
✕ Sering dikira
Yusuf tidak percaya pada Allah karena masih merasa takut
✓ Yang sebenarnya
Ketakutan Yusuf adalah respons manusiawi yang wajar terhadap konteks politik yang nyata. Allah sendiri merespons ketakutan itu dengan memberikan arahan baru — bukan mengkritiknya.
✕ Sering dikira
Galilea adalah pilihan Yusuf sendiri sebagai tempat yang lebih aman
✓ Yang sebenarnya
Matius menekankan bahwa keputusan ke Galilea datang setelah 'diperingatkan dalam mimpi' — arahan ilahi yang mengkonfirmasi dan mengarahkan keputusan itu.
Renungan
Renungan Singkat Matius 2:22
Tuhan bisa memakai informasi dan ketakutan yang sehat untuk melindungi kita. Jangan mengabaikan tanda bahaya yang Tuhan izinkan terjadi. Minta hikmat dalam setiap keputusan, terutama yang melibatkan keluarga.
Tuhan, berikan aku kepekaan dan hikmat untuk membaca situasi dengan benar serta ikut arahan-Mu. Amin.