Nubuat Yeremia bergema dalam ratapan ibu-ibu Betlehem
Matius 2:17
Pembantaian Bayi di Betlehem
“Maka, genaplah yang disampaikan oleh Nabi Yeremia:”Matius 2:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:”Matius 2:17 · TB
Terjemahan Baru
“Demikianlah terjadi apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Yeremia, yaitu,”Matius 2:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dengan demikian terjadilah apa yang sudah dikatakan Allah melalui Nabi Yeremia,”Matius 2:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then was fulfilled that which was spoken by Jeremy the prophet, saying,”Matius 2:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 2:17?
Pembunuhan anak-anak itu menggenapi nubuat Nabi Yeremia (Yeremia 31:15), yang menggambarkan Rahel menangisi anak-anaknya di Rama, menunjukkan bahwa penderitaan itu tidak luput dari pengetahuan Allah.
Latar belakang
Penulis menghubungkan dua tangisan yang terpisah 600 tahun
Matius mengutip Yeremia 31:15 yang aslinya menggambarkan tangisan bangsa Israel saat dibawa ke pembuangan Babel — Rahel menangisi anak-anaknya yang diangkut pergi. Sekarang Matius melihat tangisan ibu-ibu Betlehem sebagai pengulangan pola itu: kembali ada ibu-ibu yang kehilangan anak-anak mereka karena kekerasan penguasa.
Di mana
Betlehem, Yudea (Rama dalam kutipan nubuat)
Kota yang baru saja menjadi tempat pembantaian · suara tangisan dari rumah-rumah
Kapan
~5-4 SM
Ratapan setelah pembantaian bayi
Yang berbicara
Matius (penulis, mengutip Yeremia 31:15)
Mengutip nabi Yeremia yang menulis ~600 SM
Kepada
Pembaca Yahudi-Kristen awal
Yang mengenal kitab Yeremia dan ratapan Israel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐπληρώθη
eplērōthē · genaplah
Dipenuhi, digenapi — kata yang sering Matius gunakan untuk penggenapan nubuat, tapi di sini dengan nada lebih tragis dari biasanya.
κλαυθμός
klauthmos · tangisan
Ratapan keras, tangisan yang tidak tertahan — bukan menangis pelan, tapi meraung penuh duka.
ῥηθὲν
rhēthen · disampaikan
Dikatakan, diucapkan — Matius menggunakan kata ini untuk kutipan nubuat, menegaskan otoritas ilahi firman yang tergenapi.
'Eplērōthē' — digenapi — dengan nada tragis. Tidak semua penggenapan datang dengan sukacita; ada yang datang melalui 'klauthmos', ratapan yang memilukan.
Tahukah kamu
Rama dalam nubuat Yeremia adalah kota yang berbeda dari Betlehem
Rama adalah kota sekitar 8 km utara Yerusalem — di sanalah para tawanan Yudea dikumpulkan sebelum diangkut ke Babel (Yer 40:1). Matius tidak memaksakan geografi harfiah — ia memakai citraan emosional: ratapan ibu-ibu yang kehilangan anak adalah pola yang terulang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 2:17
Yeremia 31:15
kutipan langsung nubuat yang digenapi
“Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratap tangis dan kepahitan yang amat sangat. Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur tentang anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.”
Yeremia 31:16-17
penghiburan setelah ratapan — konteks asli Yeremia penuh harapan
“Beginilah firman TUHAN: Hentikanlah tangisanmu, janganlah matamu mencucurkan air mata, sebab ada upah untuk jerih payahmu. Demikianlah firman TUHAN, mereka akan kembali dari negeri musuh.”
Wahyu 21:4
akhir dari semua ratapan
“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 2:17
✕ Sering dikira
Yeremia 31:15 adalah nubuat langsung tentang pembantaian bayi di Betlehem
✓ Yang sebenarnya
Yeremia 31:15 berbicara tentang pembuangan ke Babel, bukan Betlehem. Matius menggunakannya secara tipologis — pola duka ibu yang kehilangan anak terulang kembali.
✕ Sering dikira
Penggenapan nubuat selalu berarti kejadian yang menyenangkan
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini membuktikan sebaliknya: ada penggenapan yang datang melalui tragedi. Allah tidak menyebabkan kejahatan Herodes, tapi Ia melihat pola nubuat tergenapi bahkan dalam momen gelap.
Renungan
Renungan Singkat Matius 2:17
Ketika kita mengalami kesedihan yang mendalam, kita dapat bersyukur bahwa Allah tahu dan mencatat setiap air mata. Ia tidak meninggalkan kita dalam duka, tetapi turut meratap.
Tuhan, Engkau melihat setiap air mata kami; tolong kami untuk merasa dekat dengan-Mu dalam dukacita. Amin.