Hanya satu yang sungguh baik
Matius 19:17
Pernikahan, Anak-Anak, dan Orang Kaya
“Dan, Yesus berkata kepada orang itu, “Mengapa kamu bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya ada Satu yang baik. Namun, jika kamu mau masuk ke dalam hidup, taatilah perintah-perintah itu.””Matius 19:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."”Matius 19:17 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus menjawab, "Mengapa engkau bertanya kepada-Ku mengenai apa yang baik? Hanya ada Satu yang baik. Kalau engkau ingin hidup, engkau harus taat kepada perintah-perintah Allah."”Matius 19:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yesus menjawab, “Mengapa kamu mengatakan Aku baik? Hanya Allah satu-satunya yang baik. Kalau kamu mau mendapat hidup yang kekal, taatilah perintah-perintah dalam hukum Taurat.””Matius 19:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.”Matius 19:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 19:17?
Yesus menjawab dengan menunjuk pada Allah sebagai satu-satunya yang baik, dan menegaskan bahwa untuk masuk hidup kekal, seseorang harus menaati perintah-perintah. Ini mengarahkan perhatian pada hukum Taurat sebagai panduan hidup yang baik.
Latar belakang
Yesus mengoreksi framing sebelum menjawab
Sebelum menjawab pertanyaan, Yesus mengoreksi asumsinya: 'Mengapa kamu tanya kepada-Ku tentang yang baik? Hanya ada Satu yang baik.' Ini bukan menolak label 'baik' untuk diri-Nya — ini menggeser fokus ke Allah sebagai satu-satunya standar kebaikan. Baru kemudian Yesus menjawab: taatilah perintah-perintah.
Di mana
Perea, seberang Yordan
Di jalan, dalam percakapan dua orang
Kapan
~29-30 M
Perjalanan terakhir menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Galilea yang merespons pertanyaan pemuda kaya
Kepada
Orang muda yang kaya
Pemuda yang datang dengan pertanyaan tentang hidup kekal
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
τί
mengapa · why
Pertanyaan retoris yang mengundang refleksi — bukan penolakan, tapi undangan untuk berpikir lebih dalam.
εἷς
Satu · One
Kata 'satu' yang sangat kuat — merujuk pada monoteisme Yahudi dan keunikan Allah sebagai sumber segala kebaikan.
τήρει
taatilah · keep
Present imperative — bukan tindakan sekali, tapi ketaatan yang terus-menerus dan konsisten.
Yesus tidak menghindar dari pertanyaan tentang kebaikan — Dia mendefinisikan ulang siapa yang bisa disebut 'baik', lalu baru menjawab pertanyaan asal.
Tahukah kamu
Versi Markus dan Lukas berbeda secara menarik
Markus dan Lukas menulis 'Guru yang baik' sebagai kata sapaan pemuda, dan Yesus merespons 'Mengapa kamu panggil Aku baik?' Matius mengubah sapaan itu tapi mempertahankan respons Yesus — ini adalah salah satu variasi redaksional yang paling banyak dikaji teolog.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 19:17
Mazmur 25:8
Allah sebagai satu-satunya yang sungguh baik
“TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.”
Markus 10:18
Paralel Markus dengan sapaan yang berbeda
“Yesus berkata kepadanya: 'Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tidak ada seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.'”
Roma 3:12
Paulus menggemakan tema kebaikan hanya ada pada Allah
“Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 19:17
✕ Sering dikira
'Yesus menyangkal bahwa Dirinya baik atau ilahi'
✓ Yang sebenarnya
Yesus menggeser diskusi ke Allah — ini bisa dibaca sebagai cara Dia menunjuk pada identitas ilahi-Nya sendiri.
✕ Sering dikira
'Yesus mengajarkan bahwa keselamatan didapat dengan menaati perintah'
✓ Yang sebenarnya
Ini langkah pertama dalam percakapan — Yesus akan segera menunjukkan batas dari ketaatan perintah.
Renungan
Renungan Singkat Matius 19:17
Yesus menegaskan bahwa ketaatan pada perintah Allah adalah bagian penting dari hidup yang berkenan kepada-Nya. Mari kita tidak mengabaikan perintah-perintah-Nya, tetapi menjadikannya kompas dalam setiap keputusan.
Ya Allah, mampukan aku untuk setia menaati perintah-perintah-Mu, bukan karena paksaan, tetapi karena kasihku kepada-Mu. Amin.