Mengapa menyebut Aku baik?
Markus 10:18
Pernikahan, Anak-Anak, dan Harta
“Yesus berkata kepadanya, “Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tidak ada seorang pun yang baik, kecuali Allah sendiri.”Markus 10:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. Markus 10.19–24 61”Markus 10:18 · TB
Terjemahan Baru
“"Mengapa engkau mengatakan Aku baik?" tanya Yesus. "Tidak ada yang baik, selain Allah sendiri.”Markus 10:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Yesus menjawab, “Mengapa kamu mengatakan Aku baik? Hanya Allah satu-satunya yang baik. Tidak ada yang lain.”Markus 10:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Jesus said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God.”Markus 10:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 10:18?
Yesus menjawab dengan sebuah pertanyaan: 'Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tidak ada yang baik kecuali Allah sendiri.' Ini bukan berarti Yesus menolak kebaikan-Nya, tetapi untuk menguji pemahaman orang itu tentang siapa Yesus. Dia mengarahkan perhatian kepada Allah sebagai sumber segala kebaikan.
Latar belakang
Pertanyaan yang menggugah pikiran
Pemuda itu menyebut Yesus 'Guru yang baik' — itu sapaan yang tidak biasa. Rabbi biasanya tidak disebut 'baik' karena itu frasa yang dipakai untuk Allah. Yesus langsung merespons pertanyaan balik yang mengajak pemuda itu berpikir: hanya Allah yang benar-benar baik. Apakah kamu tahu siapa yang sedang kamu hadapi?
Di mana
Di jalan menuju Yerusalem
Percakapan pribadi di depan murid-murid dan orang banyak
Kapan
~30 M
Percakapan dengan pemuda kaya
Yang berbicara
Yesus
guru yang mengajukan pertanyaan balik sebelum menjawab
Kepada
Pemuda kaya
laki-laki muda yang menyebut Yesus 'Guru yang baik'
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀγαθός
agathos · baik
Baik secara moral dan intrinsik — berbeda dari 'kalos' (baik secara estetik). Ini kebaikan yang bersumber dari dalam, bukan dari perbuatan luar.
οὐδεὶς ἀγαθός
oudeis agathos · tidak ada seorang pun
Tidak satu pun yang baik — pernyataan universal yang mengecualikan semua manusia dari kebaikan intrinsik.
εἰ μὴ εἷς ὁ θεός
ei me heis ho theos · kecuali
Kecuali satu, yaitu Allah — pengecualian tunggal yang membuat klaim itu makin kuat.
Yesus tidak menolak label 'baik' — Dia menggunakannya sebagai jembatan untuk mengarahkan perhatian pemuda itu kepada Allah. Pertanyaan Yesus adalah undangan untuk berpikir lebih dalam.
Tahukah kamu
Ini bukan klaim bahwa Yesus tidak baik
Beberapa orang membaca ayat ini seolah Yesus menolak disebut baik karena mengakui diri berdosa. Itu terbalik. Yesus tidak berkata 'aku tidak baik' — Dia menantang pemuda itu untuk berpikir implikasi dari panggilannya: jika hanya Allah yang baik, dan kamu menyebut Aku baik, kamu sedang berkata apa tentang Aku?
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 10:18
Mazmur 14:1-3
kebaikan manusia yang terbatas — Allah saja yang benar-benar baik
“...tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.”
Roma 3:12
Paulus mengutip tema yang sama — tidak ada manusia yang benar-benar baik
“Tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak!”
Yohanes 10:11
Yesus mengklaim kebaikan yang berbeda — gembala yang mengorbankan diri
“Akulah gembala yang baik (kalos). Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 10:18
✕ Sering dikira
Yesus mengakui bahwa Dia tidak benar-benar baik dan hanya Allah yang baik
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak mengkonfirmasi bahwa Dia tidak baik — Dia mengajukan pertanyaan retorik untuk menantang pemuda itu berpikir tentang siapa yang sedang dia hadapi.
✕ Sering dikira
Ini adalah 'bukti' bahwa Yesus tidak mengklaim diri-Nya setara dengan Allah
✓ Yang sebenarnya
Sebaliknya, pertanyaan ini adalah undangan tersembunyi: jika hanya Allah yang baik, dan kamu menyebut-Ku baik, kamu secara tidak sadar sudah mengakui sesuatu tentang Aku.
Renungan
Renungan Singkat Markus 10:18
Kita sering memakai kata 'baik' dengan longgar, tetapi sejatinya hanya Allah yang baik. Yesus mengundang kita untuk melihat setiap kebaikan sebagai berasal dari Allah. Renungkan: apakah kita menghubungkan semua hal baik dalam hidup kita kepada Tuhan?
Bapa, Engkau adalah sumber segala kebaikan. Ajar kami untuk selalu mengakui kebaikan-Mu dalam hidup kami. Amin.