Tuan memanggil: kamu hamba yang jahat!
Matius 18:32
Perumpamaan tentang Pengampunan
“Kemudian, tuannya memanggil hamba yang pertama itu dan berkata kepadanya, ‘Kamu hamba yang jahat. Aku mengampuni semua utangmu karena kamu memohon kepadaku.”Matius 18:32 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.”Matius 18:32 · TB
Terjemahan Baru
“Maka raja itu memanggil hamba yang jahat itu dan berkata kepadanya, 'Hamba yang jahat! Seluruh utangmu sudah kuhapuskan hanya karena engkau memohon kepadaku.”Matius 18:32 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian raja memanggil pegawai yang jahat itu dan berkata, ‘Hai pegawai yang jahat! Saya sudah menghapuskan semua utangmu hanya karena kamu meminta kesabaran dari saya!”Matius 18:32 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then his lord, after that he had called him, said unto him, O thou wicked servant, I forgave thee all that debt, because thou desiredst me:”Matius 18:32 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 18:32?
Tuan menegur hamba yang jahat itu: 'Aku sudah mengampuni utangmu yang sangat besar karena engkau memohon, tetapi engkau tidak menunjukkan belas kasihan kepada temanmu.' Ini mengajarkan bahwa pengampunan yang kita terima seharusnya mengubah cara kita memperlakukan orang lain.
Latar belakang
Konfrontasi yang mengungkap inkonsistensi
Raja tidak membuka dengan ancaman — tapi dengan mengingat pengampunan yang sudah diberikan. 'Aku mengampuni semua utangmu karena kamu memohon kepadaku.' Ini bukan dakwaan hukum, ini pengingat tentang belas kasihan yang sudah diterima. Raja sedang mengatakan: kamu sudah merasakan pengampunan itu, kamu tahu rasanya. Dan kamu tidak memberikannya.
Di mana
Kapernaum
Di dalam rumah di Galilea
Kapan
~30 M
Pelayanan Galilea — penghakiman dalam perumpamaan
Yang berbicara
Tuan (dalam perumpamaan)
Raja yang menghadapkan hamba pada inkonsistensi tragis perilakunya
Kepada
Hamba pertama (dalam perumpamaan)
Hamba yang diampuni besar tapi tidak mengampuni yang kecil
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πονηρέ
ponēre · wicked
Jahat, berbahaya — bukan sekadar keliru tapi secara aktif merusak; kata yang kuat
ἀφῆκά
aphēka · forgave
Aku mengampuni/menghapus — past tense, mengingatkan tindakan yang sudah dilakukan
παρεκάλεσάς
parekalesas · begged
Kamu memohon — past tense, mengingat permohonan hamba yang sudah dipenuhi sepenuhnya
Ponēre (jahat) bukan label serampangan — tapi kesimpulan dari fakta bahwa hamba aphēka (sudah diampuni) setelah parekalesas (memohon), tapi tidak melakukan hal yang sama untuk orang lain.
Tahukah kamu
Kata 'jahat' dalam bahasa Yunani adalah 'ponēros'
Kata Yunani 'ponēros' (jahat) adalah kata yang digunakan untuk kejahatan yang aktif dan berbahaya — bukan sekadar 'nakal' atau 'kurang baik'. Ini adalah kata yang sama yang dipakai untuk 'yang jahat' dalam Doa Bapa Kami ('lepaskanlah kami dari yang jahat'). Tuan itu tidak memakai kata yang ringan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 18:32
Lukas 19:22
Hamba yang dihakimi atas inkonsistensi antara kata dan tindakan
“Kata tuannya: Aku akan menghakimi engkau, hai hamba yang jahat, menurut perkataanmu sendiri.”
Roma 2:1
Bahaya menerapkan standar yang tidak kita sendiri penuhi
“Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah.”
Matius 7:2
Standar yang kita terapkan kepada orang lain akan diterapkan kepada kita
“Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi, dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 18:32
✕ Sering dikira
"Raja marah karena hamba tidak mengembalikan uangnya"
✓ Yang sebenarnya
Raja marah bukan karena masalah finansial — dia sudah menghapus hutang 10.000 talenta. Yang dia tuntut adalah inkonsistensi: menerima pengampunan tapi tidak memberikannya.
✕ Sering dikira
"Hamba disebut jahat karena tidak bisa membayar di awal"
✓ Yang sebenarnya
Hamba tidak disebut jahat karena berhutang atau tidak mampu membayar — itu kondisinya, bukan kejahatannya. Kejahatannya adalah menolak mengampuni orang lain setelah dirinya diampuni.
Renungan
Renungan Singkat Matius 18:32
Kita semua telah diampuni secara luar biasa oleh Tuhan. Sudahkah pengampunan itu membuat kita lebih mudah mengampuni orang lain? Renungkanlah betapa besar utang yang telah diampuni Tuhan bagimu.
Bapa, mampukanlah aku untuk mengingat betapa besar pengampunan-Mu bagiku, supaya aku juga dapat mengampuni orang lain. Amin.