Anak Sakit Ayan Sering Jatuh ke Api dan Air
Matius 17:15
Anak yang Kerasukan Disembuhkan
““Tuhan, kasihanilah anakku sebab ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan ke dalam air.”Matius 17:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.”Matius 17:15 · TB
Terjemahan Baru
“dan berkata, "Bapak, kasihanilah anak saya. Ia sakit ayan. Serangan ayannya begitu hebat sehingga ia sering sekali jatuh ke dalam api dan sering juga ke dalam air.”Matius 17:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang itu berkata, “Tuhan, kasihanilah anak saya. Dia sakit ayan dan sangat menderita. Dia sering jatuh ke dalam api maupun air.”Matius 17:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Lord, have mercy on my son: for he is lunatick, and sore vexed: for ofttimes he falleth into the fire, and oft into the water.”Matius 17:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 17:15?
Ayat ini menunjukkan penderitaan anak itu: sakit ayan, sering jatuh ke api dan air, sangat menderita. Sang ayah memohon belas kasihan Yesus, menggambarkan keputusasaannya. Ini juga menunjukkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh roh jahat, bukan hanya penyakit biasa.
Latar belakang
Deskripsi penderitaan yang spesifik
Kata 'sakit ayan' (selēniazetai) secara harfiah berarti 'terkena bulan' — ini adalah istilah Yunani untuk epilepsi yang dikaitkan dengan fase bulan. Tapi teks juga menyebut roh jahat (ayat 18), menunjukkan ada dimensi spiritual di balik gejala fisik. Jatuh ke api dan air adalah bahaya nyata yang mengancam jiwa.
Di mana
Kaki Gunung Hermon
Di tengah kerumunan, ayah menceritakan penderitaan anaknya
Kapan
~29 M
Sesaat setelah turun dari Transfigurasi
Yang berbicara
Ayah anak yang sakit
Seorang ayah yang putus asa karena anaknya kerasukan roh jahat
Kepada
Yesus
Baru turun dari gunung, dihadang kerumunan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐλέησόν
kasihanilah · have mercy
Eleēson — dari eleos (belas kasihan) — permintaan untuk tindakan, bukan hanya perasaan belas kasihan
σεληνιάζεται
sakit ayan · lunatic/epileptic
Secara harfiah 'terpengaruh bulan' — istilah populer untuk epilepsi di zaman itu
κακῶς πάσχει
sangat menderita · suffers terribly
Kakōs + paschō — menderita dengan buruk, secara fisik maupun mental
Permohonan ayah ini bukan abstrak — dia memberikan deskripsi medis dan fisik yang konkret dari penderitaan nyata yang sudah berlangsung lama.
Tahukah kamu
Epilepsi dan superstisi bulan
Di zaman kuno, serangan epilepsi sering dihubungkan dengan fase bulan (sehingga disebut 'seleniazetai' dari 'selēnē' = bulan). Dokter Hipokrates abad ke-5 SM sudah mencoba mendebat mitos ini, tapi kepercayaan itu tetap bertahan lama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 17:15
Markus 9:17-18
Markus memberikan deskripsi yang lebih detail tentang gejala yang dialami
“Ia membanting anak itu ke tanah, lalu anak itu terguling-guling dan mulutnya berbusa.”
Lukas 9:38-39
Lukas sebagai dokter mencatat gejala dengan terminologi yang lebih jelas
“Roh itu mendadak menyerang dia dan ia mendadak menjerit, dan roh itu menggoncang-goncangkan dia sampai berbusa.”
Mazmur 107:28
Pola seruan kepada Allah dari tempat paling dalam — seperti seruan ayah ini
“Maka mereka berseru-seru kepada Tuhan dalam kesesakan mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 17:15
✕ Sering dikira
Anak ini sakit epilepsi biasa, bukan kerasukan roh jahat
✓ Yang sebenarnya
Matius 17:18 dengan jelas menyebut Yesus 'membentak roh jahat' — ada dimensi spiritual yang nyata, bukan sekadar epilepsi biasa
✕ Sering dikira
'Kasihanilah' berarti ayah ini hanya minta dihibur
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks permintaan penyembuhan, eleēson adalah permintaan tindakan nyata, bukan sekadar empati
Renungan
Renungan Singkat Matius 17:15
Jangan ragu untuk membawa semua pergumulan kita, sekecil atau sebesar apa pun, kepada Yesus. Dia peduli pada penderitaan kita dan sanggup melepaskan kita dari belenggu apa pun. Ketika kita merasa tidak berdaya, ingatlah bahwa Yesus adalah penolong yang setia.
Bapa yang penuh belas kasihan, pandanglah setiap penderitaan kami dan tolonglah kami, seperti Engkau menolong anak dalam kisah ini. Amin.