Seorang Ayah Berlutut Mohon Pertolongan
Matius 17:14
Anak yang Kerasukan Disembuhkan
“Ketika Yesus dan murid-murid kembali kepada orang banyak, seorang laki-laki datang kepada Yesus dengan berlutut di hadapan-Nya sambil berkata,”Matius 17:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,”Matius 17:14 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Yesus dan ketiga pengikut-Nya kembali kepada orang banyak itu, seorang laki-laki datang, sujud di hadapan Yesus,”Matius 17:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Yesus dan tiga murid-Nya itu kembali kepada orang banyak, seorang laki-laki datang dan sujud di hadapan-Nya.”Matius 17:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when they were come to the multitude, there came to him a certain man, kneeling down to him, and saying,”Matius 17:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 17:14?
Setelah turun dari gunung, Yesus dan murid-murid bertemu dengan orang banyak. Seorang ayah datang berlutut di hadapan Yesus, memohon belas kasihan untuk anaknya yang sakit ayan. Tindakan berlutut menunjukkan kerendahan hati dan keyakinan bahwa Yesus sanggup menolong, meskipun murid-murid-Nya gagal.
Latar belakang
Dari puncak kemuliaan langsung ke kebutuhan darurat
Kontras yang tajam: Yesus baru saja dari pengalaman kemuliaan tertinggi di gunung, langsung disambut dengan kebutuhan paling mendesak di kaki gunung. Seorang ayah datang berlutut — posisi yang menunjukkan keputusasaan total, bukan sekadar permintaan santai.
Di mana
Kaki Gunung Hermon
Di tengah kerumunan yang sudah menunggu Yesus turun dari gunung
Kapan
~29 M
Sesaat setelah turun dari Transfigurasi
Yang berbicara
Matius (narator)
Mencatat pertemuan Yesus dengan seorang ayah yang putus asa
Kepada
Pembaca Injil Matius
Komunitas Yahudi-Kristen abad pertama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
γονυπετῶν
berlutut · kneeling
Gonypeteō — berlutut di hadapan seseorang sebagai tanda penghormatan dan permohonan mendesak
ὄχλον
orang banyak · multitude
Ochlos — massa yang tidak terorganisir, bukan pendengar yang tenang — suasana ramai dan penuh harapan
Κύριε
Tuhan · Lord
Kyrie — bisa berarti 'tuan' (sopan) atau 'Tuhan' (pengakuan ilahi) — dalam konteks ini kemungkinan keduanya
Berlutut dan memanggil 'Tuhan' adalah pengakuan bahwa si ayah tahu ini bukan permintaan biasa — dia datang kepada seseorang yang menurutnya memiliki otoritas di atas kondisi anaknya.
Tahukah kamu
Kerumunan yang sudah menunggu dan berdebat
Markus 9:14-15 mencatat bahwa ketika Yesus turun, ada perdebatan antara murid-murid-Nya dan ahli-ahli Taurat, dan kerumunan berlari menyambut Yesus. Situasi sudah panas sebelum ayah itu datang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 17:14
Markus 9:14-15
Konteks yang lebih lengkap dari situasi yang Yesus temui saat turun gunung
“Ketika Yesus sampai kepada murid-murid-Nya yang lain, Ia melihat orang banyak yang mengelilingi mereka dan beberapa ahli Taurat sedang berdebat dengan mereka.”
Matius 8:2
Pola serupa: orang datang berlutut/menyembah Yesus untuk memohon penyembuhan
“Maka datanglah seorang yang sakit kusta menyembah Dia.”
Mazmur 130:1
Doa dari kedalaman putus asa — seruan dari tempat yang paling dalam
“Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 17:14
✕ Sering dikira
Ayah ini berlutut untuk menyembah Yesus sebagai Allah
✓ Yang sebenarnya
Berlutut di konteks ini adalah gestur permohonan — tanda hormat dan keputusasaan, bukan deklarasi teologis
✕ Sering dikira
Orang banyak di sana adalah murid-murid Yesus yang setia
✓ Yang sebenarnya
Ochlos (kerumunan) adalah orang-orang umum yang penasaran dan butuh, bukan pengikut setia
Renungan
Renungan Singkat Matius 17:14
Datanglah kepada Yesus dengan sikap rendah hati dan penuh keyakinan, seperti ayah ini. Ketika bantuan dari orang lain gagal, tetaplah berharap kepada Yesus yang tidak pernah mengecewakan. Kesulitan bisa menjadi kesempatan untuk semakin dekat kepada-Nya.
Ya Tuhan, ajar kami untuk datang kepada-Mu dengan rendah hati dan percaya penuh, terutama saat kami menghadapi masalah yang tampaknya mustahil. Amin.