Enyahlah, Setan! Yesus Menegur Petrus Balik
Matius 16:23
Jalan yang Tidak Pernah Mereka Bayangkan
“Akan tetapi, Yesus berbalik dan berkata kepada Petrus, “Enyahlah dari hadapan-Ku, hai Setan! Kamu adalah batu sandungan bagi-Ku sebab engkau tidak menetapkan pikiranmu pada hal-hal dari Allah, melainkan hal-hal dari manusia.””Matius 16:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."”Matius 16:23 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus menoleh lalu berkata kepada Petrus, "Pergi dari sini, Penggoda! Engkau menghalang-halangi Aku. Pikiranmu itu pikiran manusia; bukan pikiran Allah!"”Matius 16:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yesus berpaling memandang Petrus dan berkata kepadanya, “Pergilah dari hadapan-Ku, hai Satanas! Kamu menjadi penghalang bagi-Ku, karena kamu mengikuti pikiran manusia, bukan pikiran Allah!””Matius 16:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But he turned, and said unto Peter, Get thee behind me, Satan: thou art an offence unto me: for thou savourest not the things that be of God, but those that be of men.”Matius 16:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 16:23?
Yesus menegur Petrus dengan keras, bahkan memanggilnya 'Setan', karena Petrus mencoba menghalangi misi Yesus. Kata 'batu sandungan' menunjukkan bahwa pemikiran Petrus yang duniawi bisa menjadi penghalang bagi rencana Allah.
Latar belakang
Dari 'diberkatilah kamu' ke 'enyahlah, Setan' dalam hitungan menit
Kontras yang paling dramatis dalam Injil Matius terjadi di sini: beberapa ayat sebelumnya Petrus menerima pujian tertinggi, sekarang dia mendapat teguran terkeras. Yesus menyebut Petrus 'batu sandungan' — ironi yang menyengat karena Petrus baru saja disebut 'batu' fondasi gereja.
Di mana
Kaisarea Filipi (Banias)
Langsung setelah Petrus menegur Yesus secara pribadi
Kapan
~29 M
Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus
Yang berbicara
Yesus
Guru dan Mesias dari Nazaret, merespons dengan keras terhadap teguran Petrus
Kepada
Petrus (dan para murid)
Yang menyaksikan perubahan drastis dari pujian ke teguran keras
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὕπαγε ὀπίσω μου
enyahlah dari hadapan-Ku · get behind me
Pergi ke belakang-Ku — kembali ke posisi murid, bukan di depan memimpin
σκάνδαλον
batu sandungan · stumbling block
Skandalon: jebakan, umpan perangkap — sesuatu yang membuat orang jatuh
οὐ φρονεῖς τὰ τοῦ θεοῦ
tidak menetapkan pikiranmu pada hal-hal dari Allah · not of God
Tidak berpikir dengan cara Allah berpikir — berorientasi berbeda
Yesus tidak berkata Petrus adalah Setan — Dia berkata Petrus sedang berfungsi seperti Setan: menghalangi rencana Allah. 'Enyahlah ke belakang' adalah undangan kembali ke posisi murid yang mengikut, bukan memimpin ke arah yang salah.
Tahukah kamu
Kata 'skandalon' yang dipakai Yesus adalah asal kata 'skandal'
'Batu sandungan' dari kata Yunani 'skandalon' — awalnya artinya perangkap atau umpan yang membuat orang tersandung. Dari kata inilah kata 'scandal' dalam banyak bahasa modern berasal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 16:23
Matius 4:10
Kata yang sama dipakai ketika Yesus menolak cobaan Iblis
“Enyahlah, Iblis! — saat Yesus dicobai di padang gurun”
1 Korintus 1:23
Salib sebagai sesuatu yang sulit diterima oleh logika manusia
“Kami memberitakan Kristus yang disalibkan... suatu hal yang bodoh bagi orang-orang bukan Yahudi”
Zakharia 3:2
Pola teguran ilahi terhadap yang menghalangi rencana Allah
“TUHAN menegur engkau, hai Iblis”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 16:23
✕ Sering dikira
'Petrus berubah jadi Setan saat itu.'
✓ Yang sebenarnya
Yesus mengidentifikasi cara berpikir Petrus yang sementara menjadi saluran penolakan terhadap kehendak Allah — bukan kepribadian Petrus yang berubah.
✕ Sering dikira
'Ini bukti Petrus tidak layak jadi pemimpin gereja.'
✓ Yang sebenarnya
Justru perjalanan dari pujian ke teguran ini mengajarkan bahwa pemimpin pun bisa salah jalan — dan bisa dikoreksi.
Renungan
Renungan Singkat Matius 16:23
Pikiran kita yang berpusat pada diri sendiri atau pada hal-hal duniawi bisa menjadi alat iblis untuk menggagalkan kehendak Allah. Kita perlu terus-menerus menguji pikiran kita dan memprioritaskan hal-hal Allah di atas keinginan manusia.
Tuhan, tolong kami untuk fokus pada hal-hal yang Engkau kehendaki, bukan pada keinginan atau ketakutan kami sendiri. Jauhkan kami dari menjadi penghalang bagi rencana-Mu. Amin.