Celakalah Khorazim dan Betsaida
Matius 11:21
Siapakah Yesus? Antara Keraguan dan Kelegaan
““Celakalah kamu, Khorazim! Celakalah kamu, Betsaida! Sebab, jika mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di antara kamu juga terjadi di Tirus dan Sidon, mereka sudah lama bertobat dengan berpakaian kabung dan abu.”Matius 11:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.”Matius 11:21 · TB
Terjemahan Baru
“"Celaka kamu, Korazim! Dan celaka juga kamu, Betsaida! Seandainya keajaiban-keajaiban yang dibuat di tengah-tengahmu sudah dilakukan di Tirus dan Sidon, pasti orang-orang di sana sudah lama bertobat dari dosa-dosa mereka dan memakai pakaian berkabung serta menaruh abu ke atas kepala.”Matius 11:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dia berkata, “Celakalah kalian, orang-orang Korazin! Celakalah kalian, orang-orang Betsaida! Betapa ngerinya nanti hukuman Allah atas kalian! Karena seandainya keajaiban-keajaiban yang sudah Aku lakukan di antara kalian terjadi juga pada zaman dulu di Tirus dan Sidon, maka sudah sejak lama mereka sungguh-sungguh bertobat dan menangisi dosa-dosa mereka.”Matius 11:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Woe unto thee, Chorazin! woe unto thee, Bethsaida! for if the mighty works, which were done in you, had been done in Tyre and Sidon, they would have repented long ago in sackcloth and ashes.”Matius 11:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 11:21?
Yesus menyatakan celaka atas Khorazim dan Betsaida karena mereka tidak bertobat meskipun menyaksikan banyak mukjizat. Jika mukjizat itu terjadi di Tirus dan Sidon, kota-kota jahat itu akan bertobat dengan sangat sungguh-sungguh. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak kesempatan, semakin besar tanggung jawab.
Latar belakang
Perbandingan yang memalukan
Tirus dan Sidon adalah kota-kota kafir yang terkenal dalam Alkitab Ibrani sebagai simbol keangkuhan. Tapi Yesus berkata: seandainya mereka mendapat kesempatan seperti Khorazim dan Betsaida, mereka sudah lama bertobat. Ini perbandingan yang sangat menampar.
Di mana
Khorazim / Betsaida, Galilea
Kota-kota di tepi barat laut Danau Galilea
Kapan
~30 M
Pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Anak Allah yang sedang melayani di Galilea
Kepada
Penduduk Khorazim dan Betsaida
kota-kota di pantai barat laut Danau Galilea
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
Οὐαί
Ouai · Celakalah
Celaka, ratapan duka — ini bukan kutukan amarah, tapi seruan duka yang mirip dengan ratapan nabi; ungkapan pilu melihat nasib yang akan terjadi.
σάκκῳ
sakkō · kabung
Kain kasar dari rambut kambing — pakaian duka yang menyakitkan dan tidak nyaman; simbol kerendahan hati di hadapan Allah.
σποδῷ
spodō · abu
Abu — dari sisa pembakaran; menaburkan abu di kepala adalah tanda berkabung dan mengakui kehancuran diri sendiri.
Ouai bukan kutukan kemarahan tapi tangisan duka — Yesus berduka atas penolakan mereka. Sakkō dan spodō adalah simbol pertobatan yang seharusnya mereka tunjukkan tapi tidak mereka lakukan.
Tahukah kamu
Kabung dan abu: sinyal pertobatan publik
Di dunia Timur Tengah kuno, mengenakan pakaian kabung dan menaburkan abu di kepala adalah bahasa tubuh resmi untuk pertobatan, duka, dan kerendahan hati di hadapan Allah. Ini bukan ekspresi pribadi — ini pernyataan publik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 11:21
Yesaya 23:1-4
Tirus dan Sidon sudah dikecam nabi sebagai kota yang penuh dosa
“Ratapan tentang Tirus...”
Yunus 3:5-6
contoh nyata orang kafir bertobat dengan kabung dan abu
“Orang Niniwe percaya kepada Allah... raja Niniwe... mengenakan kain kabung dan duduk di abu.”
Ayub 42:6
abu sebagai simbol pertobatan yang tulus
“...aku menyesali semuanya dan bertobat, dalam debu dan abu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 11:21
✕ Sering dikira
'Yesus berharap Tirus dan Sidon selamat'
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak sedang menilai keselamatan Tirus dan Sidon — Ia memakai perbandingan hipotetis untuk menegaskan betapa besar tanggung jawab yang datang dengan kesempatan yang sudah diberikan.
✕ Sering dikira
'Ouai berarti Yesus mengutuk dengan penuh amarah'
✓ Yang sebenarnya
Dalam pola nabi-nabi Ibrani, ouai adalah ungkapan duka — lebih mirip 'betapa malangnya!' daripada 'kamu terkutuk!'
Renungan
Renungan Singkat Matius 11:21
Pernahkah kita diberi kesempatan untuk mengenal Tuhan lebih dalam tetapi mengabaikannya? Mari kita jangan menunda pertobatan. Setiap berkat yang kita terima adalah panggilan untuk hidup lebih dekat dengan-Nya.
Tuhan, buat aku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Kau berikan. Aku ingin bertanggung jawab atas anugerah yang kuterima, Amin.