Barabas — pembunuh yang menunggu eksekusi
Markus 15:7
Hari Paling Gelap di Golgota
“Ada seorang yang bernama Barabas telah ditahan bersama dengan para pemberontak yang melakukan pembunuhan selama masa huru-hara.”Markus 15:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan.”Markus 15:7 · TB
Terjemahan Baru
“Di dalam penjara, di antara pemberontak-pemberontak yang melakukan pembunuhan pada waktu kerusuhan, ada seorang bernama Barabas.”Markus 15:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena kebiasaan itu, banyak orang sudah berkumpul di istana Pilatus dan mulai berteriak meminta dia membebaskan seorang tahanan. Kebetulan waktu itu di dalam penjara ada seorang bernama Barabas. Dia ditahan bersama sejumlah orang lain karena melakukan kerusuhan melawan pemerintah Romawi. Dalam kerusuhan itu Barabas sudah membunuh seseorang.”Markus 15:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And there was one named Barabbas, which lay bound with them that had made insurrection with him, who had committed murder in the insurrection.”Markus 15:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 15:7?
Pada perayaan Paskah, gubernur Pilatus memiliki kebiasaan membebaskan satu tahanan yang diminta oleh orang banyak. Ini adalah tradisi yang memberi kesempatan kepada rakyat untuk memilih seorang narapidana untuk dibebaskan sebagai bentuk belas kasihan.
Latar belakang
Profil singkat yang penuh ironi
Markus memperkenalkan Barabas dengan cepat tapi detail yang dipilihnya mengejutkan: pemberontak yang melakukan pembunuhan nyata. Kontrasnya dengan Yesus sangat tajam — yang satu benar-benar mengancam ketertiban, yang lain sama sekali tidak.
Di mana
Penjara Yerusalem
Tahanan menunggu hukuman — bisa jadi di Benteng Antonia
Kapan
~30 M
Jumat pagi Paskah — saat yang sama Yesus diadili
Yang berbicara
Narator (Markus)
murid Petrus, memperkenalkan karakter baru yang krusial
Kepada
Pembaca Injil Markus
komunitas Kristen Roma yang mengenal isu pemberontakan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
στασιαστῶν
stasiastōn · pemberontak
Pelaku 'stasis' — kerusuhan bersenjata, pemberontakan — kejahatan paling serius terhadap Roma
φόνον
phonon · pembunuhan
Pembunuhan berencana — bukan kecelakaan, tapi tindakan kekerasan yang disengaja
στάσει
stasei · huru-hara
Akar yang sama dengan 'pemberontak' — kerusuhan sipil yang melanda Yerusalem
Barabas bukan pencuri kecil — dia pemberontak bersenjata yang membunuh orang. Namun dia yang bebas sementara Yesus yang tidak bersalah yang mati. Ini adalah ironi terbesar dalam sejarah.
Tahukah kamu
Arti nama Barabas
Dalam bahasa Aram, 'Bar' artinya 'anak' dan 'Abas' bisa berarti 'bapak' atau 'guru.' Jadi Barabas artinya 'anak bapak.' Ada beberapa manuskrip tua Matius yang menyebutnya 'Yesus Barabas' — dua orang bernama Yesus, satu dieksekusi menggantikan yang lain.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 15:7
Lukas 23:19
Lukas mengkonfirmasi kejahatan Barabas
“Orang ini telah dimasukkan ke dalam penjara karena suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.”
Yohanes 18:40
Yohanes menyebut Barabas perampok
“Mereka berteriak lagi, 'Bukan orang ini, melainkan Barabas!' Barabas adalah seorang perampok.”
Roma 5:8
yang bersalah diselamatkan oleh yang tidak bersalah
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 15:7
✕ Sering dikira
Barabas adalah pahlawan revolusi yang layak dihormati.
✓ Yang sebenarnya
Markus tidak memberi penilaian moral — tapi fakta bahwa Barabas membunuh orang menjadikan pembebasannya semakin ironis dibanding pengeksekusian Yesus.
✕ Sering dikira
Ini kebetulan bahwa ada tahanan lain yang tersedia.
✓ Yang sebenarnya
Markus dengan sengaja mengontraskan dua orang ini — satu benar-benar bersalah atas kekerasan, satu tidak bersalah atas apapun.
Renungan
Renungan Singkat Markus 15:7
Kebiasaan baik bisa menjadi bumerang jika tidak disertai kebenaran. Mari kita selalu peka terhadap kehendak Tuhan, bukan hanya mengikuti tradisi atau keinginan orang banyak.
Tuhan, ajarlah aku untuk tidak terjebak dalam rutinitas tanpa makna, tetapi selalu mencari kehendak-Mu dalam setiap keputusan. Amin.