Seruan Yesus disalahdengar sebagai panggilan Elia
Markus 15:35
Hari Paling Gelap di Golgota
“Ketika beberapa orang yang berdiri di situ mendengarnya, mereka berkata, “Dengar! Ia memanggil Elia.””Markus 15:35 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia."”Markus 15:35 · TB
Terjemahan Baru
“Beberapa orang di situ mendengar jeritan itu, dan berkata, "Dengarkan, Ia memanggil Elia!"”Markus 15:35 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu beberapa orang yang berdiri di sana keliru mendengar perkataan Yesus itu dan mereka berkata, “Dengar! Dia memanggil Nabi Elia.””Markus 15:35 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And some of them that stood by, when they heard it, said, Behold, he calleth Elias.”Markus 15:35 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 15:35?
Ayat ini menunjukkan bahwa beberapa orang yang berdiri di dekat salib salah mendengar seruan Yesus. Mereka mengira Yesus memanggil Elia, seorang nabi yang diharapkan datang menolong. Ini menunjukkan betapa orang-orang pada saat itu tidak memahami maksud Yesus dan mungkin juga meremehkan-Nya.
Latar belakang
Kesalahpahaman yang mengungkap harapan populer tentang Elia
Mereka mendengar 'Eloi' dan menyangka Yesus memanggil 'Elia.' Bisa jadi kesalahan pendengaran, bisa jadi ketidaktahuan bahasa Aram. Tapi momen ini mengungkapkan sesuatu: harapan populer bahwa Elia akan datang menolong — berdasarkan Maleakhi 4:5. Mereka menunggu tanda luar biasa, tapi tidak menyadari bahwa hal yang paling luar biasa sedang terjadi di depan mata mereka.
Di mana
Golgota — Yerusalem
Di sekitar salib — penonton berdiri di dekat eksekusi
Kapan
~30 M
Jumat sore — setelah seruan Yesus
Yang berbicara
Beberapa orang yang berdiri di situ
penonton eksekusi yang salah dengar atau salah mengerti
Kepada
Sesama penonton
orang-orang di sekitar salib yang mendiskusikan apa yang mereka dengar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀκούσαντές
akousantes · mendengar
Participle aorist — setelah mendengar. Pendengar yang tidak paham bahasa Aram mendengar bunyi 'Eloi' dan mengasosiasikannya dengan 'Elia'
Ἠλίαν
Ēlian · Elia
Nabi besar yang diangkat ke surga tanpa mati (2 Raja 2:11) — simbol intervensi ilahi yang dramatis
φωνεῖ
phōnei · memanggil
Sedang memanggil — mereka mengira Yesus meminta bantuan dari Elia
Kebingungan antara 'Eloi' dan 'Elia' menunjukkan betapa tidak mengertinya orang-orang di sekitar salib. Mereka berharap pada Elia yang turun dari langit, sementara yang terjadi jauh lebih besar dari itu.
Tahukah kamu
Elia sebagai penyelamat dalam tradisi Yahudi
Maleakhi 4:5 menjanjikan Elia akan datang sebelum 'hari TUHAN yang besar dan dahsyat.' Dalam tradisi Yahudi, Elia juga diyakini hadir untuk menolong orang benar dalam kesusahan. Maka orang-orang itu menyangka Yesus memanggil bantuan supernatural.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 15:35
Maleakhi 4:5
harapan Yahudi tentang kedatangan Elia sebelum hari TUHAN
“Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.”
Markus 9:11-12
ekspektasi populer tentang Elia yang sudah dibahas Yesus
“Lalu mereka menanyakan kepada-Nya: 'Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?'”
Markus 9:13
Yesus sudah mengindikasikan Elia yang dimaksud adalah Yohanes Pembaptis
“Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang-orang memperlakukan dia sekehendak mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 15:35
✕ Sering dikira
Yesus benar-benar memanggil Elia untuk datang menolongnya.
✓ Yang sebenarnya
Yesus mengutip pembukaan Mazmur 22 — 'Eli' bukan 'Elia.' Yang disangka panggilan bantuan sebenarnya adalah doa ratapan yang berakar dalam tradisi Mazmur.
✕ Sering dikira
Orang-orang ini pura-pura salah dengar untuk mengolok Yesus.
✓ Yang sebenarnya
Kemungkinan besar mereka sungguh-sungguh tidak tahu bahasa Aram dan salah mendengar — atau mereka tahu tapi sengaja memprovokasi untuk melihat apakah Elia akan datang.
Renungan
Renungan Singkat Markus 15:35
Kita harus berhati-hati dalam mendengarkan dan memahami perkataan orang lain, terutama perkataan Tuhan. Jangan sampai kita salah tangkap dan merespons dengan cara yang tidak tepat.
Tuhan, berikan aku telinga yang mau mendengar dan hati yang mau memahami kebenaran-Mu. Amin.