Hitung-hitungan yang melupakan momen
Markus 14:5
Malam Tergelap Sebelum Fajar
“Sebab, minyak ini bisa dijual 300 dinar lebih dan dapat diberikan kepada orang miskin.” Mereka pun memarahi perempuan itu.”Markus 14:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu.”Markus 14:5 · TB
Terjemahan Baru
“Minyak itu dapat dijual dengan harga lebih dari tiga ratus uang perak, dan uangnya diberikan kepada orang miskin!" Maka mereka marah kepada wanita itu.”Markus 14:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Minyak itu bisa dijual mahal sekali, lalu uangnya dapat kita bagi-bagikan kepada orang miskin!””Markus 14:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For it might have been sold for more than three hundred pence, and have been given to the poor. And they murmured against her.”Markus 14:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 14:5?
Mereka menghitung nilai minyak itu sekitar tiga ratus dinar, yang setara dengan upah hampir setahun. Mereka memarahi perempuan itu, menganggapnya sia-sia.
Latar belakang
Dari bisikan ke teguran terbuka
Mereka tidak hanya bergumam di antara sesama — mereka secara aktif memarahi perempuan itu. Kata 'memarahi' menunjukkan ini sudah jadi konfrontasi langsung dan publik. Perempuan ini baru saja melakukan sesuatu yang luar biasa, tapi disambut dengan kecaman di depan semua orang. Butuh keberanian besar untuk tetap diam dan tidak membela diri.
Di mana
Betania
Meja makan Simon si Kusta, suasana makin panas
Kapan
~30 M
Sesaat setelah perempuan menuangkan minyak
Yang berbicara
Beberapa orang yang hadir
yang melanjutkan protes sampai memarahi perempuan itu
Kepada
Perempuan dengan guci narwastu
yang tiba-tiba diserang secara verbal di depan semua orang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐνεβριμῶντο
enebrimōnto · memarahi
Menghardik atau menggeram — kata yang keras, dipakai untuk memarahi dengan suara tegas, bukan sekadar tidak setuju dengan lembut.
δοθῆναι
dothēnai · diberikan
Kata kerja pasif dari 'memberi' — 'bisa diberikan' menunjukkan mereka sudah membayangkan skenario alternatif yang lebih 'produktif'.
πτωχοῖς
ptōchois · orang miskin
Orang yang sangat miskin, bukan sekadar kekurangan — akar kata dari 'berjongkok' karena memohon-mohon. Kemiskinan ekstrem.
Ironi terbesar: mereka memakai kepedulian pada 'ptōchois' (orang sangat miskin) sebagai senjata untuk menyerang tindakan kasih yang tulus. Kepedulian yang benar tidak dipakai sebagai peluru.
Tahukah kamu
Perempuan tanpa nama, kisah yang abadi
Tidak ada satu pun nama perempuan ini disebut di Markus atau Matius. Namun Yesus sendiri berkata kisahnya akan diceritakan ke seluruh dunia. Dan benar — dua ribu tahun kemudian kita masih membicarakannya, sementara nama-nama yang memarahinya tidak kita ketahui.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 14:5
Lukas 7:39
pola serupa: orang lain menghakimi tindakan kasih perempuan kepada Yesus
“Orang Farisi yang mengundang Yesus berkata dalam hatinya: 'Jika orang ini nabi, tentulah Ia tahu siapa dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya itu.'”
Yakobus 2:14-16
kepedulian pada orang miskin harus nyata, bukan retorika
“Jika seseorang... berkata kepada mereka: 'Pergilah dengan selamat, ... gembukkanlah dirimu!' namun tidak memberikan apa yang perlu bagi tubuhnya, apa gunanya itu?”
Markus 10:21
Yesus sendiri mendukung memberi kepada orang miskin di konteks lain
“Pergi, juallah apa yang kaumiliki dan berikan kepada orang-orang miskin.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 14:5
✕ Sering dikira
Tindakan perempuan ini tidak efisien karena uangnya bisa membantu banyak orang
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak menolak argumen efisiensi secara umum — Dia menolak penerapannya di momen yang salah. Ada momen di mana ekspresi kasih personal tidak bisa diukur dengan kalkulasi ekonomi.
✕ Sering dikira
Orang yang memarahi perempuan ini semua munafik
✓ Yang sebenarnya
Markus tidak menyebut motif mereka jahat. Mereka mungkin tulus peduli pada orang miskin, tapi salah paham tentang apa yang sedang terjadi di depan mereka.
Renungan
Renungan Singkat Markus 14:5
Kita sering terjebak pada nilai materi dan logika, tetapi Yesus melihat hati dan pengorbanan. Jangan biarkan perhitungan duniawi mengalahkan dorongan untuk memuliakan Tuhan.
Tuhan, lepaskan aku dari cara berpikir yang kaku dan materialistis, supaya aku dapat menyenangkan hati-Mu. Amin.