Istri siapakah dia di hari kebangkitan?
Markus 12:23
Perdebatan Besar di Bait Allah
“Pada hari kebangkitan, istri siapakah perempuan itu? Sebab, tujuh bersaudara itu sudah menikahinya.””Markus 12:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."”Markus 12:23 · TB
Terjemahan Baru
“Pada hari orang mati bangkit kembali, istri siapakah wanita itu? Sebab ketujuh-tujuhnya sudah kawin dengan dia!"”Markus 12:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi nanti, kalau benar bahwa orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali, perempuan itu akan disebut sebagai istri siapa?— karena ketujuh bersaudara itu sudah pernah menjadi suaminya.””Markus 12:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“In the resurrection therefore, when they shall rise, whose wife shall she be of them? for the seven had her to wife.”Markus 12:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 12:23?
Orang Saduki bertanya, pada hari kebangkitan, istri siapakah perempuan itu, karena ketujuh bersaudara itu telah menikahinya. Mereka mencoba menjebak Yesus dengan pertanyaan yang tampak mustahil dijawab.
Latar belakang
Pertanyaan jebakan yang akhirnya terlontar
Setelah skenario panjang, pertanyaan akhirnya muncul: di hari kebangkitan, perempuan ini jadi istri siapa? Saduki menganggap ini tidak bisa dijawab — karena menurut mereka, jika jawaban ada, hukum Musa akan menjadi kontradiksi dengan dirinya sendiri, dan itu membuktikan kebangkitan adalah doktrin yang salah.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Pelataran luar Bait Allah
Kapan
~30 M
Minggu Suci — Selasa
Yang berbicara
Orang Saduki
melontarkan pertanyaan pamungkas yang mereka anggap tidak terjawab
Kepada
Yesus dan orang banyak
menunggu jawaban Yesus atas dilema yang tampak tidak bisa dipecahkan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐν τῇ ἀναστάσει
en te anastasei · in the resurrection
Dalam kebangkitan — Saduki menggunakan frasa ini secara ironis; mereka tidak percaya kebangkitan itu ada.
τίνος αὐτῶν ἔσται γυνή
tinos auton estai gyne · whose wife
Milik siapakah dia akan menjadi istri — pertanyaan tentang kepemilikan yang mengungkap asumsi Saduki bahwa hubungan pernikahan bawaan kehidupan ini akan berlanjut di akhirat.
ἑπτά
hepta · seven
Tujuh — angka kelengkapan; Saduki memakai tujuh untuk membuat skenario merasa total dan tidak ada jalan keluar.
Tinos auton estai gyne (milik siapakah dia sebagai istri) mengungkap asumsi tersembunyi Saduki: bahwa kehidupan setelah kebangkitan akan mengikuti struktur hukum pernikahan yang sama seperti sekarang.
Tahukah kamu
Strategi 'reductio ad absurdum' dalam debat kuno
Teknik Saduki adalah reductio ad absurdum — ambil premis lawan, ikuti sampai ke konsekuensi absurd, lalu klaim bahwa premisnya salah. Mereka mengasumsikan kehidupan setelah kebangkitan persis seperti kehidupan sekarang — asumsi yang akan dibantah Yesus dengan tajam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 12:23
1 Korintus 15:35
pertanyaan tentang sifat kebangkitan yang juga dihadapi Paulus
“Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?”
Matius 22:28
versi paralel Matius dari pertanyaan yang sama
“Pada hari kebangkitan, istri siapakah dia di antara ketujuh orang itu?”
Lukas 20:33
versi paralel Lukas
“Maka pada hari kebangkitan, istri siapakah perempuan itu?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 12:23
✕ Sering dikira
Saduki bertanya dengan tulus karena mereka bingung tentang kebangkitan
✓ Yang sebenarnya
Saduki tidak percaya kebangkitan sama sekali — pertanyaan ini adalah serangan retorika, bukan pencarian jawaban.
✕ Sering dikira
Pertanyaan ini memang tidak bisa dijawab
✓ Yang sebenarnya
Yesus akan menjawabnya dengan mengekspos asumsi yang salah di balik pertanyaan itu — bukan dengan memilih salah satu dari tujuh saudara.
Renungan
Renungan Singkat Markus 12:23
Pertanyaan ini mengingatkan kita bahwa pemahaman manusia terbatas, tetapi Allah punya cara yang melampaui logika kita. Kita perlu rendah hati untuk menerima misteri iman yang tidak selalu bisa dijelaskan.
Ya Tuhan, tolong kami untuk percaya pada kuasa-Mu yang melampaui akal kami, dan berserah pada misteri rencana-Mu. Amin.