Yesus meneguhkan hati untuk pergi ke Yerusalem
Lukas 9:51
Diutus, Dimuliakan, dan Diajar untuk Mengikut
“Ketika waktunya semakin dekat bagi Yesus untuk ditinggikan, Ia meneguhkan hati untuk pergi ke Yerusalem.”Lukas 9:51 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,”Lukas 9:51 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika sudah dekat waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia mengambil keputusan untuk pergi ke Yerusalem.”Lukas 9:51 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika hampir tiba waktunya Yesus terangkat ke surga, Dia bertekad pergi ke Yerusalem.”Lukas 9:51 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass, when the time was come that he should be received up, he stedfastly set his face to go to Jerusalem,”Lukas 9:51 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 9:51?
Ayat ini menandai momen penting ketika Yesus dengan teguh memutuskan untuk pergi ke Yerusalem, menyadari bahwa di sana Ia akan menghadapi penderitaan dan kematian. Ini menunjukkan tekad dan ketaatan-Nya pada kehendak Bapa.
Latar belakang
Titik balik narasi terbesar dalam Injil Lukas
Lukas 9:51 adalah engsel narasi yang paling penting dalam Injil ini. Sejak sini sampai Lukas 19:44, Yesus dalam perjalanan ke Yerusalem. Kata yang dipakai untuk meneguhkan hati secara harfiah berarti mengeraskan wajah — ungkapan tekad yang tidak bisa dibelokkan. Yesus tahu apa yang menantinya di sana.
Di mana
Galilea, menuju selatan
Titik awal perjalanan panjang Yesus menuju Yerusalem yang memakan seluruh Lukas 9:51-19:44
Kapan
~29 M
Awal perjalanan ke Yerusalem
Yang berbicara
Lukas (narator)
Penulis yang menandai titik balik besar dalam narasi Injil
Kepada
Teofilus dan pembaca Injil Lukas
Pembaca yang merasakan pergeseran besar dalam arah cerita
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
τὸ πρόσωπον ἐστήρισεν
meneguhkan hati · set his face
Secara harfiah: mengeraskan wajah — ungkapan tekad yang mutlak, tidak bisa dibelokkan
ἀναλήμψεως
ditinggikan · taken up
Pengangkatan atau pengambilan ke atas — bisa merujuk pada kematian, kebangkitan, dan kenaikan sekaligus
Ἰερουσαλήμ
Yerusalem · Jerusalem
Kota yang menjadi tujuan dan takdir Yesus — tempat di mana penggenapan akan terjadi
Tiga kata kunci: prosōpon (wajah/tekad), Yerusalem (tujuan), dan analēmpsis (pengangkatan) — semuanya menunjuk ke satu arah: Yesus pergi dengan penuh kesadaran ke tempat di mana segalanya akan digenapi.
Tahukah kamu
Ditinggikan bukan kata yang biasa untuk kematian
Lukas menulis waktunya semakin dekat bagi Yesus untuk ditinggikan — kata analēmpsis yang bisa berarti diangkat atau pengangkatan. Kata ini dipakai juga untuk Elia yang diangkat ke surga. Kematian Yesus bagi Lukas bukan hanya akhir tapi pengangkatan — mati, bangkit, dan naik ke surga adalah satu pengangkatan yang utuh.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 9:51
Yesaya 50:7
Hamba yang menderita mengeraskan wajah — Yesus melakukan persis itu
“Aku tidak memalsukan mukaku. Aku membuat mukaku menjadi keras seperti batu api”
Lukas 13:33
Yesus berbicara tentang ketidakterhindaran Yerusalem dalam perjalanan-Nya
“Namun hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalananku sebab tidak mungkin seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem”
Lukas 19:28
Akhir dari perjalanan panjang yang dimulai di 9:51
“Setelah mengatakan hal ini, Yesus mendahului mereka dalam perjalanan ke Yerusalem”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 9:51
✕ Sering dikira
Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah seperti biasa
✓ Yang sebenarnya
Teks mengindikasikan ini adalah perjalanan yang berbeda — dengan kesadaran penuh akan kematian yang menanti
✕ Sering dikira
Meneguhkan hati hanya berarti dia memutuskan untuk pergi
✓ Yang sebenarnya
Frasa ini dalam bahasa Ibrani dan Yunani mengandung tekad yang absolut dan tidak bisa dipalingkan — bukan sekadar keputusan biasa
Renungan
Renungan Singkat Lukas 9:51
Terkadang kita dipanggil untuk melakukan hal yang sulit. Seperti Yesus, kita perlu bertekad hati, tidak mundur, dan percaya bahwa itulah jalan yang benar meski penuh tantangan.
Tuhan, berikan aku keteguhan hati untuk mengikuti panggilan-Mu, bahkan saat jalannya sulit, Amin.