Herodes bingung mendengar kabar tentang Yesus
Lukas 9:7
Diutus, Dimuliakan, dan Diajar untuk Mengikut
“Herodes, sang raja wilayah, mendengar tentang semua hal yang sedang terjadi dan ia sangat bingung sebab beberapa orang mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis telah bangkit dari antara orang mati,”Lukas 9:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.”Lukas 9:7 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Herodes, yang memerintah di Galilea, mendengar tentang semua kejadian itu, ia bingung. Sebab ada yang berkata bahwa Yohanes Pembaptis sudah hidup kembali.”Lukas 9:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Raja Herodes mendengar kabar tentang semua keajaiban yang dilakukan Yesus, dia menjadi bingung dan gelisah, karena beberapa orang berkata, “Yohanes Pembaptis sudah hidup kembali dari kematian, tetapi sekarang dia menyebut dirinya Yesus.””Lukas 9:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now Herod the tetrarch heard of all that was done by him: and he was perplexed, because that it was said of some, that John was risen from the dead;”Lukas 9:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 9:7?
Herodes, raja wilayah, bingung mendengar kabar tentang Yesus. Ia mendengar berbagai pendapat: ada yang bilang Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit, ada yang bilang Elia muncul kembali, atau nabi zaman dahulu yang bangkit. Kebingungan ini menunjukkan bahwa Yesus membuat orang bertanya-tanya, tetapi belum mengenal-Nya dengan benar.
Latar belakang
Penguasa yang gelisah mendengar nama Yesus
Herodes Antipas adalah penguasa Galilea — anak Herodes Agung yang membunuh bayi Betlehem. Dia sudah memenggal Yohanes Pembaptis, dan sekarang mendengar nama baru yang bikin resah. Sebagian orang bilang Yohanes bangkit, sebagian bilang Elia muncul lagi. Herodes bingung karena hati nuraninya tidak tenang.
Di mana
Istana Herodes Antipas, Tiberias
Ibukota tetrark Herodes Antipas di tepi barat Danau Galilea
Kapan
~29 M
Pelayanan Galilea Yesus
Yang berbicara
Lukas (narator)
Penulis yang menceritakan reaksi penguasa terhadap Yesus
Kepada
Teofilus dan pembaca Injil Lukas
Pembaca yang mengikuti reaksi para penguasa terhadap Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διηπόρει
bingung · perplexed
Bingung total, tidak tahu jalan keluarnya — lebih dari sekadar bertanya-tanya
τετραάρχης
raja wilayah · tetrarch
Penguasa seperempat wilayah, bukan raja penuh — jabatan Romawi yang lebih rendah
ἀπεκεφάλισα
memenggal kepala · beheaded
Bentuk lampau orang pertama — Herodes berbicara tentang dirinya sendiri dengan nada gelisah
Kebingungan Herodes bukan intelektual tapi moral — dia gelisah karena hati nuraninya dihantui tindakannya sendiri terhadap Yohanes.
Tahukah kamu
Herodes Antipas bukan raja, tapi tetrark
Gelar 'raja wilayah' (tetrarch) berarti penguasa seperempat wilayah — bukan raja penuh. Herodes Antipas memerintah Galilea dan Perea. Dia minta gelar 'raja' dari Kaisar tapi ditolak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 9:7
Markus 6:14-16
Markus memberi lebih banyak detail tentang kebingungan Herodes
“Herodes mendengar ini karena nama Yesus sudah terkenal, dan berkata: Yohanes yang telah kubunuh itu pasti sudah bangkit”
Lukas 13:31-32
Herodes muncul lagi sebagai ancaman
“Beberapa orang Farisi berkata: Herodes ingin membunuh Engkau — Yesus menyebutnya si rubah”
Lukas 23:8-9
Pertemuan Herodes-Yesus akhirnya terjadi saat pengadilan
“Herodes sangat senang melihat Yesus karena ingin melihat mukjizat — tapi Yesus tidak menjawab”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 9:7
✕ Sering dikira
Herodes tulus ingin tahu siapa Yesus karena penasaran spiritual
✓ Yang sebenarnya
Keingintahuannya campur dengan rasa bersalah dan mungkin ketakutan — bukan pencarian yang tulus
✕ Sering dikira
Herodes dalam ayat ini adalah Herodes Agung yang membunuh bayi Betlehem
✓ Yang sebenarnya
Ini Herodes Antipas, putranya — penguasa Galilea yang berbeda
Renungan
Renungan Singkat Lukas 9:7
Jangan bingung seperti Herodes. Kenali Yesus secara pribadi melalui Firman dan doa, bukan hanya dari kabar orang. Biarkan iman kita dibangun di atas pengenalan yang benar, bukan sekadar opini.
Tuhan, mampukan aku untuk mengenal-Mu secara pribadi dan tidak bingung oleh berbagai pendapat tentang-Mu. Amin.