Dengarlah baik-baik: Anak Manusia akan diserahkan
Lukas 9:44
Diutus, Dimuliakan, dan Diajar untuk Mengikut
““Dengarkanlah perkataan ini baik-baik: Anak Manusia akan diserahkan ke tangan manusia.””Lukas 9:44 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia."”Lukas 9:44 · TB
Terjemahan Baru
“"Perhatikanlah baik-baik dan jangan lupa kata-kata-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan kepada kuasa manusia."”Lukas 9:44 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Pasanglah telingamu baik-baik: Aku, Sang Anak Adam, akan segera diserahkan kepada para penguasa dunia.””Lukas 9:44 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Let these sayings sink down into your ears: for the Son of man shall be delivered into the hands of men.”Lukas 9:44 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 9:44?
Yesus mengulangi peringatan tentang penderitaan-Nya yang akan datang. 'Anak Manusia akan diserahkan ke tangan manusia' berarti Yesus akan ditangkap dan disalibkan. Ini adalah puncak dari misi-Nya untuk menyelamatkan manusia, dan Dia ingin murid-murid-Nya mengerti bahwa jalan menuju kemuliaan harus melewati penderitaan.
Latar belakang
Perintah untuk mendengar sebelum kebenaran sulit
Yesus memulai dengan frasa yang tidak biasa: 'Dengarkanlah perkataan ini baik-baik' — seolah mempersiapkan pendengar untuk menerima sesuatu yang berat. Lalu Dia mengumumkan: 'Anak Manusia akan diserahkan ke tangan manusia.' Sangat singkat dan tidak ada detail — tapi berat.
Di mana
Galilea
Di tengah kerumunan yang masih heran dengan mukjizat penyembuhan anak
Kapan
~29 M
Pemberitahuan kedua tentang penderitaan
Yang berbicara
Yesus
Yang memberikan pemberitahuan kedua tentang penderitaan-Nya
Kepada
Para murid
Yang perlu mendengar kebenaran ini meski tidak siap menerimanya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
θέσθε εἰς τὰ ὦτα
dengarkanlah baik-baik · let sink in
Secara harfiah: letakkan di dalam telingamu — frasa idiom untuk menerima dengan sungguh-sungguh
παραδίδοσθαι
diserahkan · delivered
Paradidōmi — menyerahkan, mengkhianati. Kata yang sama dipakai untuk Yudas dan untuk rencana Allah
υἱὸν τοῦ ἀνθρώπου
Anak Manusia · Son of Man
Gelar Yesus untuk diri-Nya yang paling sering dipakai — dari Daniel 7:13
Dua kata kerja kunci: letakkan di telingamu (dengarkan sungguh-sungguh) dan diserahkan (akan dikhianati). Yesus meminta perhatian penuh untuk menyampaikan kebenaran yang paling sulit.
Tahukah kamu
Diserahkan: kata yang menghubungkan Yudas dan rencana Allah
Kata paradidōmi (diserahkan) yang dipakai Yesus di sini adalah kata yang sama untuk Yudas menyerahkan Yesus kepada imam-imam. Ironisnya, kata ini juga dipakai Paulus dalam 1 Kor 11:23 untuk Allah yang menyerahkan Yesus. Pengkhianatan manusia dan rencana ilahi menggunakan kata yang sama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 9:44
Lukas 9:22
Pemberitahuan pertama yang lebih lengkap beberapa saat sebelumnya
“Anak Manusia harus menderita banyak hal dan ditolak dan dibunuh”
Lukas 18:31-33
Pemberitahuan ketiga yang paling detail
“Segala sesuatu yang tertulis tentang Anak Manusia akan digenapi — diserahkan kepada bangsa-bangsa lain”
Kisah Para Rasul 2:23
Petrus kemudian mengerti bahwa diserahkan adalah rencana ilahi, bukan hanya pengkhianatan manusia
“Dia yang diserahkan menurut rencana dan pengetahuan Allah yang sudah ditetapkan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 9:44
✕ Sering dikira
Yesus tidak tahu siapa yang akan mengkhianati-Nya
✓ Yang sebenarnya
Pengumuman ini justru menunjukkan Dia tahu — akan diserahkan adalah prediksi, bukan kejutan
✕ Sering dikira
Frasa dengarkanlah baik-baik hanya ungkapan sopan biasa
✓ Yang sebenarnya
Frasa ini idiomatis: letakkan ke dalam telingamu adalah perintah untuk benar-benar menyerap dan merenungkan, bukan hanya mendengar sekilas
Renungan
Renungan Singkat Lukas 9:44
Kita sering menghindari penderitaan dan kesulitan, tetapi Yesus mengajarkan bahwa kadang-kadang Allah mengizinkan kita melewati masa sulit untuk membentuk karakter dan menggenapi rencana-Nya. Bersiaplah untuk setia dalam masa-masa sulit, karena di balik itu ada tujuan yang lebih besar.
Bapa, berikan aku keberanian untuk menghadapi tantangan hidup, percaya bahwa Engkau menyertainya. Amin.