Yesus memegang tangannya dan berkata: Bangunlah!
Lukas 8:54
Perjalanan, Mukjizat, dan Perumpamaan Yesus
“Akan tetapi, Yesus memegang tangan anak itu dan memanggilnya, “Bangunlah, nak!””Lukas 8:54 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!"”Lukas 8:54 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Yesus memegang tangan anak itu dan berkata, "Bangunlah, Nak!"”Lukas 8:54 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yesus menyuruh semua orang keluar. Kemudian, sambil memegang tangan anak itu Dia berkata, “Nak, bangunlah!””Lukas 8:54 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he put them all out, and took her by the hand, and called, saying, Maid, arise.”Lukas 8:54 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 8:54?
Yesus memegang tangan anak itu dan memanggilnya, 'Bangunlah, nak!' Maka rohnya kembali dan ia bangkit. Ini menunjukkan kuasa Yesus atas kematian dan otoritas firman-Nya untuk menghidupkan.
Latar belakang
Sentuhan dan perintah yang membalikkan kematian
Yesus tidak berdoa panjang, tidak melakukan ritual khusus. Dia memegang tangan anak yang sudah mati (tindakan yang membuat-Nya 'najis' menurut hukum Yahudi) dan berkata hanya dua kata: 'Bangunlah, nak!' (Talitha koum dalam Markus). Kesederhanaan perintah ini menggarisbawahi otoritas yang tak terbatas dari yang mengucapkannya.
Di mana
Kamar dalam rumah Yairus
Di samping tempat tidur anak yang sudah meninggal, Yesus memegang tangannya
Kapan
~28-29 M
Momen kebangkitan putri Yairus
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret yang memerintah kematian untuk mundur
Kepada
Anak perempuan Yairus yang sudah meninggal
Putri tunggal Yairus berusia 12 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κρατήσας τῆς χειρὸς αὐτῆς
memegang tangan anak itu · took her hand
Menggenggam tangan dengan kuat — tindakan penuh kasih dan otoritas
ἐφώνησεν
memanggilnya · called out
Memanggil dengan suara — seperti memanggil seseorang yang sedang tidur
ἔγειρε
Bangunlah · arise/get up
Imperatif: bangkit — perintah aktif untuk berdiri dari keadaan berbaring
Ἔγειρε — bangunlah — adalah kata yang sama yang digunakan untuk kebangkitan Yesus sendiri. Kebangkitan putri Yairus adalah preview kecil dari kebangkitan besar yang akan datang.
Tahukah kamu
Menyentuh orang mati di budaya Yahudi
Dalam hukum Yahudi (Bilangan 19:11-13), menyentuh jenazah membuat seseorang najis selama tujuh hari dan membutuhkan ritual pembersihan khusus. Yesus menyentuh jenazah anak itu tanpa ragu — karena bagi Yesus, kondisi 'najis' mengalir ke arah sebaliknya: Dia tidak menjadi najis, tapi maut yang dikalahkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 8:54
Lukas 7:14-15
Pola Yesus membangkitkan orang mati dengan sentuhan dan perintah
“Yesus menyentuh usungan jenazah pemuda di Nain dan berkata: hai anak muda, bangkitlah — ia duduk dan mulai berbicara”
Yohanes 11:43-44
Kebangkitan dengan perintah verbal
“Yesus berseru: Lazarus, keluarlah! — dan orang yang sudah mati itu keluar”
1 Raja-Raja 17:21-22
Nabi Perjanjian Lama yang membangkitkan orang mati
“Elia berbaring di atas anak itu dan berseru kepada Tuhan — dan roh kembali ke dalam anak itu”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 8:54
✕ Sering dikira
Yesus harus menyentuh orang yang ingin Dia sembuhkan untuk mujizat terjadi
✓ Yang sebenarnya
Yesus juga menyembuhkan dari jarak jauh (hamba perwira di Lukas 7) — sentuhan di sini adalah ekspresi kasih, bukan syarat teknis
✕ Sering dikira
Berkata 'bangunlah' adalah formula ajaib yang bisa ditiru siapa saja
✓ Yang sebenarnya
Otoritas di balik kata itu yang penting, bukan kata-katanya sendiri — hanya Yesus yang memiliki otoritas atas kematian
Renungan
Renungan Singkat Lukas 8:54
Yesus masih memegang kuasa atas setiap kematian—baik fisik maupun emosional. Percayalah bahwa firman-Nya mampu membangkitkan kembali hal-hal yang tampak mati dalam hidupmu.
Yesus, bangkitkan kembali setiap bagian hidupku yang sudah mati—harapan, mimpi, dan iman—melalui firman-Mu. Amin.