Yesus membentak angin dan danau menjadi tenang
Lukas 8:24
Perjalanan, Mukjizat, dan Perumpamaan Yesus
“Kemudian, para murid datang kepada Yesus dan membangunkan-Nya sambil berkata, “Guru! Guru! Kita akan binasa!” Lalu, Yesus pun bangun dan membentak angin ribut serta gelombang yang bergelora itu. Angin ribut itu pun berhenti dan danau itu menjadi tenang.”Lukas 8:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Guru, Guru, kita binasa!" Iapun bangun, lalu menghardik angin dan air yang Lukas 8.25–29 59 mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh.”Lukas 8:24 · TB
Terjemahan Baru
“Pengikut-pengikut Yesus pergi kepada-Nya dan membangunkan Dia. Mereka berkata, "Pak Guru, Pak Guru, kita celaka!" Yesus bangun lalu membentak angin dan ombak yang sedang bergelora itu. Angin dan ombak itu pun berhenti lalu danau menjadi sangat tenang.”Lukas 8:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu para murid mendatangi Yesus dan membangunkan Dia dengan berseru, “Guru, Guru! Mampuslah kita!” Yesus pun bangun lalu memerintahkan angin badai dan ombak itu, “Diam!” Maka angin dan ombak itu pun berhenti dan danau menjadi tenang kembali.”Lukas 8:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they came to him, and awoke him, saying, Master, master, we perish. Then he arose, and rebuked the wind and the raging of the water: and they ceased, and there was a calm.”Lukas 8:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 8:24?
Murid-murid membangunkan Yesus dan berteriak minta tolong. Yesus bangun, menegur angin dan air, lalu semuanya menjadi tenang. Ini menunjukkan otoritas Yesus atas alam dan kuasa-Nya untuk menyelamatkan.
Latar belakang
Teriakan panik dan satu perintah yang mengubah segalanya
Murid-murid membangunkan Yesus dengan teriakan: 'Guru! Guru! Kita akan binasa!' Yesus bangun, membentak angin dan gelombang — dan semuanya berhenti. Tidak ada ritual, tidak ada doa panjang. Satu perintah langsung kepada kekuatan alam dan kekuatan itu tunduk seketika.
Di mana
Di atas Danau Galilea
Di dalam perahu di tengah badai, lalu tiba-tiba sunyi senyap
Kapan
~28-29 M
Menyeberangi Danau Galilea
Yang berbicara
Murid-murid dan Yesus
Para murid panik, Yesus bangun dan memerintah badai
Kepada
Angin dan gelombang
Kekuatan alam yang tunduk kepada perintah Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐπετίμησεν
membentak · rebuked
Menegur dengan otoritas penuh — perintah yang mengandung kuasa
κύματος
gelombang yang bergelora · raging waves
Gelombang besar yang bergolak dan berbahaya
γαλήνη
tenang · calm
Ketenangan total, diam sempurna — lawan dari badai
Epetimēsen — membentak — menunjukkan bahwa Yesus tidak memohon kepada kekuatan alam untuk berhenti. Dia memerintah. Ini adalah otoritas, bukan doa.
Tahukah kamu
Kata 'membentak' yang sama digunakan untuk mengusir roh jahat
Yesus menggunakan kata epetimēsen ('membentak') terhadap angin dan gelombang — kata yang sama digunakan ketika Dia mengusir roh jahat. Beberapa penafsir melihat ini mungkin mengindikasikan ada kekuatan rohani di balik badai ini, meski tidak disebutkan secara eksplisit.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 8:24
Mazmur 89:9
Allah yang menenangkan laut — identitas Yesus
“Engkau yang berkuasa atas gelombang laut yang mengamuk — ketika ombaknya bergulung Engkau menenangkannya”
Ayub 38:11
Allah yang memerintah batas laut
“Allah berkata kepada laut: sampai di sini kamu boleh datang, tapi tidak boleh lebih jauh”
Mazmur 107:29
Allah yang menenangkan badai laut
“Ia meredakan badai menjadi angin sepoi-sepoi dan gelombang laut menjadi tenang”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 8:24
✕ Sering dikira
Yesus membutuhkan waktu untuk berdoa sebelum mujizat ini terjadi
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada doa panjang — Yesus langsung membentak angin dan gelombang, dan semuanya berhenti seketika
✕ Sering dikira
Para murid seharusnya bisa menenangkan badai sendiri jika iman mereka cukup kuat
✓ Yang sebenarnya
Mujizat ini menunjukkan kuasa yang hanya dimiliki Yesus atas kekuatan alam, bukan sesuatu yang diharapkan dari murid-murid
Renungan
Renungan Singkat Lukas 8:24
Ketika masalah datang, kita boleh berteriak kepada Yesus dalam doa. Dia tidak pernah tidur terus; Dia akan menolong kita dengan kuasa-Nya yang tak terbatas.
Yesus, Engkau berkuasa atas segala hal. Tolong aku saat aku dalam kesesakan, dan tenangkanlah hatiku seperti Engkau menenangkan angin dan danau. Amin.