Yesus mengampuni dosa, bukan menyembuhkan dulu
Lukas 5:20
Jala yang Penuh dan Hidup yang Baru
“Ketika melihat iman mereka, Yesus berkata, “Hai Saudara, dosamu sudah diampuni.””Lukas 5:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."”Lukas 5:20 · TB
Terjemahan Baru
“Waktu Yesus melihat betapa besar iman mereka, Ia berkata kepada orang itu, "Saudara, dosamu sudah diampuni."”Lukas 5:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Yesus memperhatikan bahwa mereka percaya penuh bahwa Dia sanggup menyembuhkan orang lumpuh itu, Dia berkata, “Saudara, Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.””Lukas 5:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when he saw their faith, he said unto him, Man, thy sins are forgiven thee.”Lukas 5:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 5:20?
Yesus melihat iman mereka, yaitu iman dari orang-orang yang membawa orang lumpuh itu, dan berkata, 'Hai Saudara, dosamu sudah diampuni.' Yesus mengampuni dosa orang lumpuh itu, menunjukkan bahwa Dia berkuasa mengampuni dosa, sesuatu yang hanya Allah yang bisa lakukan.
Latar belakang
Jawaban yang tidak dipinta
Orang lumpuh itu datang untuk sembuh dari kelumpuhannya. Tapi kalimat pertama yang keluar dari mulut Yesus adalah pengampunan dosa — bukan kesembuhan. Yesus melihat sesuatu yang lebih dalam dari yang diminta. Apakah orang lumpuh itu tahu bahwa pengampunan dosa adalah yang paling dia butuhkan? Kita tidak tahu. Yang pasti, Yesus merespons apa yang dilihat-Nya, bukan hanya apa yang diminta.
Di mana
Di dalam rumah, Kapernaum
Di tengah ruangan yang penuh sesak, di bawah lubang atap yang baru dibuka
Kapan
~28 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Rabbi dari Nazaret yang merespons aksi nekad empat sahabat itu
Kepada
Orang lumpuh dan empat sahabatnya
Orang yang baru diturunkan dari atap dan teman-temannya yang nekad
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἰδὼν τὴν πίστιν αὐτῶν
melihat iman mereka · seeing their faith
Iman yang 'terlihat' — bukan hanya dirasakan atau dideklarasikan. Aksi membongkar atap itu adalah wujud fisik dari iman yang Yesus lihat
ἄνθρωπε
Saudara · man/friend
Sapaan yang hangat dan setara — bukan 'orang sakit' atau 'si lumpuh'. Yesus menyapa dia sebagai manusia seutuhnya
ἀφέωνταί
sudah diampuni · forgiven
Perfect tense pasif — artinya pengampunan sudah terjadi dan tetap berlaku. Bukan sedang diampuni atau akan diampuni
Iman yang 'bisa dilihat' (aksi nyata), sapaan 'Saudara' (bukan objek penyembuhan), pengampunan yang 'sudah dan tetap berlaku' (perfect tense). Yesus merespons orang ini secara menyeluruh, bukan hanya kebutuhan fisiknya.
Tahukah kamu
Yesus melihat iman 'mereka' — bukan 'dia'
Lukas menulis 'iman mereka' (jamak) — bukan hanya iman orang lumpuh itu sendiri. Iman empat orang yang membongkar atap itu ikut dilihat dan dihargai Yesus. Ini artinya iman komunitas bisa menjadi jembatan bagi seseorang yang mungkin sendiri tidak mampu beriman dengan kuat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 5:20
Mazmur 103:3
Allah yang mengampuni dan menyembuhkan — keduanya berhubungan erat
“Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu...”
Yohanes 5:14
Hubungan antara dosa dan penyakit yang Yesus sendiri singgung
“Sesudah itu Yesus bertemu dengan dia di Bait Allah lalu berkata kepadanya, 'Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi...'”
Roma 5:1
Pengampunan dosa sebagai dasar damai sejahtera yang sesungguhnya
“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 5:20
✕ Sering dikira
Yesus lupa orang ini datang untuk sembuh dari lumpuh
✓ Yang sebenarnya
Yesus sangat sadar — Dia sengaja mendahulukan pengampunan dosa. Itu kebutuhan yang lebih mendasar, bahkan jika yang datang tidak menyadarinya
✕ Sering dikira
Iman di sini hanya milik orang lumpuh itu sendiri
✓ Yang sebenarnya
Lukas dengan jelas menulis 'iman mereka' (jamak) — iman empat orang yang membongkar atap itu ikut dihargai Yesus
Renungan
Renungan Singkat Lukas 5:20
Yesus tidak langsung menyembuhkan, tetapi mengampuni dosa lebih dulu. Ini mengingatkan kita bahwa kebutuhan terdalam manusia bukan hanya fisik, tetapi juga rohani. Kita pun perlu peka terhadap kebutuhan spiritual orang lain, tidak hanya yang terlihat.
Tuhan Yesus, ampuni dosaku dan pulihkan batinku, karena aku tahu Engkau peduli lebih dari sekadar kebutuhan lahiriahku. Amin.