Perahu-perahu kosong di tepi danau
Lukas 5:2
Jala yang Penuh dan Hidup yang Baru
“dan melihat dua perahu yang sedang sandar di tepi danau itu, tetapi para nelayan sudah keluar dari perahu-perahu itu dan sedang mencuci jala mereka.”Lukas 5:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.”Lukas 5:2 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus melihat dua perahu di pantai itu; nelayan-nelayannya sudah turun dari perahu-perahu itu dan sedang mencuci jala mereka.”Lukas 5:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dia melihat dua perahu di pinggir pantai. Nelayan-nelayannya sudah turun dari perahu itu dan sedang membersihkan jala mereka.”Lukas 5:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And saw two ships standing by the lake: but the fishermen were gone out of them, and were washing their nets.”Lukas 5:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 5:2?
Yesus melihat dua perahu kosong karena para nelayan sedang mencuci jala mereka setelah bekerja sepanjang malam. Ini menunjukkan bahwa Yesus memperhatikan situasi sehari-hari dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk mengajar.
Latar belakang
Para nelayan yang kelelahan setelah semalam gagal
Nelayan di Galilea biasanya melaut malam hari karena ikan naik ke permukaan air yang lebih sejuk. Pagi hari adalah waktu mereka beres-beres — mencuci jala dari rumput laut, memisahkan ikan, lalu menjual hasil tangkapan di pasar. Tapi malam ini mereka pulang dengan tangan kosong, dan kini harus mengerjakan rutinitas itu tanpa hasil apapun.
Di mana
Tepi Danau Genesaret
Pagi hari, para nelayan sedang mencuci dan memperbaiki jala setelah semalam bekerja
Kapan
~28 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Lukas (narasi)
Dokter Yunani, penulis Injil Lukas & Kisah Para Rasul
Kepada
Teofilus & pembaca Yunani
Orang non-Yahudi yang ingin tahu tentang Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πλοῖα
perahu-perahu · boats
Bentuk jamak — ada dua perahu, menandakan ini usaha keluarga atau kelompok nelayan yang bekerja bersama
ἔπλυνον
mencuci · washing
Kata kerja imperfek — menggambarkan pekerjaan yang sedang berlangsung saat Yesus tiba, bukan sesuatu yang sudah selesai
δίκτυα
jala · nets
Jaring besar yang dilempar dan ditarik, berbeda dari mata kail — profesi yang butuh kekuatan fisik dan keahlian tim
Tiga kata ini melukiskan konteks yang presisi: dua perahu keluarga, jala yang sedang dicuci (bukan disimpan), nelayan yang kelelahan tapi belum pergi — tepat saat itulah Yesus datang.
Tahukah kamu
Mencuci jala itu pekerjaan berjam-jam
Jala nelayan Galilea terbuat dari serat linen atau rami yang harus dibersihkan, dikeringkan, dan diperiksa setelah setiap penggunaan. Kalau dibiarkan basah dan kotor, jala akan cepat membusuk. Jadi Simon dan kawan-kawan sedang melakukan pekerjaan wajib yang melelahkan — bukan sekadar iseng di tepi pantai.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 5:2
Markus 1:19
Perahu dan keluarga nelayan yang sama
“Setelah Yesus berjalan sedikit lebih jauh, Ia melihat Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya...”
Yohanes 21:3
Para murid kembali melaut setelah Yesus wafat — lingkaran yang nyata
“Simon Petrus berkata kepada mereka, 'Aku pergi menangkap ikan.' Mereka berkata kepadanya, 'Kami pergi juga bersamamu.'”
Matius 4:21
Nelayan sedang mengurus jala — aktivitas yang sama
“Yesus melihat dua orang bersaudara lainnya, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, sedang memperbaiki jala bersama ayah mereka Zebedeus...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 5:2
✕ Sering dikira
Para nelayan sudah selesai bekerja dan sedang santai
✓ Yang sebenarnya
Mereka baru pulang dari semalam gagal dan sedang menyelesaikan rutinitas membersihkan jala — bukan waktu santai
✕ Sering dikira
Hanya ada satu perahu Simon
✓ Yang sebenarnya
Ada dua perahu — Simon punya mitra kerja, kemungkinan keluarga Zebedeus dari perahu satunya
Renungan
Renungan Singkat Lukas 5:2
Tuhan sering memakai hal-hal biasa dalam hidup kita untuk melakukan hal yang luar biasa. Jangan remehkan rutinitas; mungkin di situlah Tuhan ingin menunjukkan kuasa-Nya.
Ya Tuhan, buka mataku untuk melihat kehadiran-Mu dalam setiap momen, bahkan yang biasa sekalipun. Amin.