Semua kagum tapi bertanya-tanya soal identitas-Nya
Lukas 4:22
Pencobaan, Penolakan, dan Kuasa
“Dan, semua orang membenarkan-Nya sambil terheran-heran akan perkataan indah yang keluar dari mulut-Nya. Mereka berkata, “Bukankah Dia ini anak Yusuf?””Lukas 4:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"”Lukas 4:22 · TB
Terjemahan Baru
“Kata-kata yang diucapkan-Nya bagus sekali, sehingga mereka kagum dan menyokong Dia. Mereka berkata, "Bukankah Dia anak Yusuf?"”Lukas 4:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Awalnya semua orang mengatakan hal-hal yang baik tentang Yesus. Ada yang berpendapat, “Setiap ajarannya sangat bagus dan enak didengar.” Ada juga yang heran dan berkata, “Wah, bagaimana mungkin anak Yusuf bisa mengajar seperti ini?!””Lukas 4:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And all bare him witness, and wondered at the gracious words which proceeded out of his mouth. And they said, Is not this Joseph’s son?”Lukas 4:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 4:22?
Orang-orang di sinagoge kagum dan membenarkan Yesus, terkesan dengan kata-kata-Nya yang indah. Namun, mereka juga bingung, karena mereka mengenal Yesus sebagai anak Yusuf. Ini menunjukkan bahwa kekaguman mereka tidak disertai iman yang sejati, karena mereka masih terikat pada latar belakang sosial-Nya yang biasa.
Latar belakang
Kagum tapi tidak percaya sepenuhnya
Ada dua hal yang dicatat Lukas bersamaan: semua orang 'membenarkan' Yesus dan 'terheran-heran' — tapi mereka juga bertanya 'Bukankah Dia ini anak Yusuf?' Kekaguman dan keraguan hidup berdampingan. Mereka terkesan dengan cara berbicara-Nya, tapi tidak bisa menerima identitas yang Ia klaim.
Di mana
Sinagoge Nazaret
Ruang ibadah di kampung halaman Yesus
Kapan
~27 M
Reaksi awal jemaah
Yang berbicara
Jemaah sinagoge Nazaret
Komunitas lokal yang mengenal Yesus sebagai anak tukang kayu
Kepada
Yesus dan pembaca Injil Lukas
Komentar orang banyak yang dicatat Lukas untuk pembaca
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐθαύμαζον
ethaumazon · marveled
Terus-menerus takjub — bentuk imperfektum; reaksi berkelanjutan, bukan sesaat
λόγοις τῆς χάριτος
logois tēs charitos · gracious words
Kata-kata rahmat — bukan hanya kata yang indah didengar, tapi kata yang membawa rahmat
ἐμαρτύρουν
emartyrou · testifying
Memberi kesaksian/membenarkan — akar kata 'martir'; komentar positif yang mereka berikan
Orang-orang 'membenarkan' kata-kata Yesus tentang rahmat, tapi identitas-Nya sebagai lebih dari anak Yusuf masih mereka pertanyakan — kekaguman belum menjadi iman.
Tahukah kamu
'Perkataan indah' bisa juga berarti 'kata-kata tentang rahmat'
Frasa 'perkataan indah' dalam bahasa Yunani adalah 'logois tēs charitos' — secara harfiah 'kata-kata tentang rahmat/anugerah'. Orang-orang terpesona bukan hanya oleh cara bicara Yesus yang fasih, tapi oleh pesan rahmat yang Ia bawa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 4:22
Yohanes 6:42
Reaksi yang sama muncul dalam Injil Yohanes — orang tahu latar belakang Yesus dan itu jadi hambatan
“Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ayah dan ibunya kita kenal?”
Markus 6:3
Markus mencatat versi yang sedikit berbeda dari pertanyaan yang sama
“Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?”
Yesaya 53:2
Nubuat ini juga berbicara tentang bagaimana sang Mesias tidak akan dikenal karena penampilan luarnya
“Ia tidak tampan dan semakin tidak elok...kami tidak mendapati sesuatu yang menarik.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 4:22
✕ Sering dikira
Semua orang Nazaret menerima Yesus pada awalnya dengan tulus
✓ Yang sebenarnya
Lukas menunjukkan reaksi yang ambivalen: kagum dengan perkataan-Nya tapi tidak bisa menerima klaim identitas-Nya
✕ Sering dikira
'Anak Yusuf' adalah pujian bahwa Yesus berasal dari keluarga baik
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan 'Bukankah anak Yusuf?' adalah cara halus meragukan klaim-Nya — 'Kami kenal siapa kamu sebenarnya'
Renungan
Renungan Singkat Lukas 4:22
Kekaguman terhadap kebenaran tidak selalu berarti iman. Kita harus melampaui sekadar terkesan dengan ajaran Yesus dan benar-benar percaya serta mengikut Dia dalam hidup kita.
Tuhan, jauhkan aku dari hanya sekedar mengagumi-Mu tanpa benar-benar percaya. Tumbuhkan iman yang hidup dan berbuah dalam hubunganku dengan-Mu. Amin.