Semua mata tertuju pada-Nya
Lukas 4:20
Pencobaan, Penolakan, dan Kuasa
“Yesus menutup kitab itu lalu mengembalikannya kepada pejabat rumah ibadah, dan kemudian Dia duduk. Mata semua orang di dalam sinagoge itu terpaku pada diri-Nya.”Lukas 4:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.”Lukas 4:20 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus menggulung kembali buku itu, dan mengembalikannya kepada petugas, lalu duduk. Semua orang di dalam rumah ibadat itu memandang-Nya.”Lukas 4:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Yesus menggulung kitab itu dan mengembalikannya kepada petugas, lalu Dia duduk. Setiap orang yang hadir di rumah pertemuan itu memperhatikan-Nya dengan serius.”Lukas 4:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he closed the book, and he gave it again to the minister, and sat down. And the eyes of all them that were in the synagogue were fastened on him.”Lukas 4:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 4:20?
Yesus menutup kitab Yesaya dan duduk, tindakan yang lazim bagi seorang pengajar di sinagoge. Semua mata tertuju pada-Nya, menantikan apa yang akan Dia katakan. Ini menandakan momen yang penting dan penuh antisipasi, di mana Yesus akan menjelaskan makna dari kitab yang baru saja dibacakan.
Latar belakang
Hening yang penuh makna
Yesus menutup gulungan, mengembalikannya, duduk — dan semua mata terpaku pada-Nya. Dalam tradisi sinagoge, mengajarkan tafsiran dilakukan sambil duduk (posisi guru). Keheningan ini bukan awkward silence — ini adalah keheningan penuh tegangan, menunggu kata pertama.
Di mana
Sinagoge Nazaret
Ruang ibadah yang dipenuhi anggota komunitas Nazaret
Kapan
~27 M
Momen hening dramatis setelah pembacaan
Yang berbicara
Lukas (narator)
Dokter dan sejarawan, murid Paulus
Kepada
Teofilus dan pembaca Injil Lukas
Pembaca yang mengikuti narasi dramatis ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἦσαν ἀτενίζοντες
ēsan atenizantes · fixed
Terus-menerus menatap — bentuk progresif; bukan sekali lirik tapi memelototi tanpa bisa lepas
πτύξας
ptuxas · rolled up
Menggulung/melipat kembali — tindakan yang penuh hormat terhadap gulungan kitab suci
ἐκάθισεν
ekathisen · sat down
Duduk — posisi formal pengajaran rabi; sinyal bahwa Yesus akan memberi tafsiran
Yesus menutup gulungan dan duduk — ini bahasa tubuh yang semua orang mengerti: saatnya mendengarkan pengajaran. Tidak ada yang keluar, semua mata menunggu.
Tahukah kamu
Duduk adalah posisi mengajar, berdiri adalah posisi membaca
Dalam sinagoge Yahudi, teks dibaca sambil berdiri sebagai tanda hormat. Tapi pengajaran dan tafsiran disampaikan sambil duduk — karena itu 'guru' dalam bahasa Yunani terkait dengan kata 'duduk'. Yesus sedang beralih dari pembaca ke pengajar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 4:20
Matius 5:1
Yesus juga mengajar sambil duduk dalam Khotbah di Bukit — ini posisi guru yang standar
“Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, murid-murid-Nya datang kepada-Nya.”
Lukas 10:39
Duduk di kaki guru adalah posisi murid; Yesus yang duduk mengajar adalah posisi guru
“Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.”
Yohanes 8:2
Pola yang sama: duduk = mengajar
“Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan semua orang datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 4:20
✕ Sering dikira
Semua orang menatap Yesus karena takut atau curiga
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah perhatian yang tegang dan penuh harap — mereka menunggu tafsiran dari seseorang yang baru saja membaca dengan cara yang berbeda
✕ Sering dikira
Yesus duduk karena lelah setelah membaca
✓ Yang sebenarnya
Duduk adalah tanda formal bahwa Ia akan memberi pengajaran — ini langkah protokol yang semua orang mengerti
Renungan
Renungan Singkat Lukas 4:20
Saat kita membaca Firman Tuhan, kita perlu memberikan perhatian penuh, seperti orang-orang di sinagoge. Biarkan Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya dan beri respons dengan hati yang terbuka.
Ya Tuhan, bukalah mataku dan hatiku untuk memahami Firman-Mu, dan beri aku kerinduan untuk mendengarkan-Mu dengan saksama. Amin.