Kamu tidak akan menjawab pertanyaan-Ku
Lukas 22:68
Malam Terakhir Sebelum Salib
“Dan, jika Aku bertanya kepadamu, kamu tidak akan menjawab.”Lukas 22:68 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab. Lukas 22.69–23.4 165”Lukas 22:68 · TB
Terjemahan Baru
“Dan kalau Aku bertanya kepadamu, kalian toh tidak akan menjawab.”Lukas 22:68 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dan kalau Aku bertanya sesuatu, kalian juga tidak akan menjawab atau membebaskan Aku.”Lukas 22:68 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if I also ask you, ye will not answer me, nor let me go.”Lukas 22:68 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 22:68?
Yesus melanjutkan bahwa bahkan jika Dia bertanya, mereka tidak akan menjawab. Ini menunjukkan bahwa mereka bukan mencari dialog, tetapi sudah mengambil keputusan. Kadang kita juga bertanya bukan untuk mencari jawaban, tetapi untuk menjatuhkan orang lain.
Latar belakang
Pertanyaan yang menutup dialog
Yesus mengungkap dilema yang tersembunyi: mereka meminta Ia menjawab, tapi mereka sendiri tidak akan menjawab jika Ia bertanya. Ini tentang niat: sidang ini bukan untuk mencari kebenaran. Ini adalah proses untuk melegitimasi keputusan yang sudah diambil sebelumnya.
Di mana
Ruang sidang Mahkamah Agama, Yerusalem
Sidang resmi pagi hari
Kapan
~30 M
Pagi hari Jumat
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, Anak Allah yang berinkarnasi
Kepada
Mahkamah Agama
71 anggota dewan tertinggi Yahudi yang sedang menyidangkan Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐὰν δὲ ἐρωτήσω
ean de erōtēsō · jika Aku bertanya
Jika Aku bertanya — kondisional yang menggambarkan skenario hipotetis yang Yesus tahu tidak akan berakhir baik.
οὐ μὴ ἀποκριθῆτε
ou mē apokrithēte · tidak akan menjawab
Pasti tidak akan menjawab — double negasi kuat, kepastian total tentang sikap mereka.
δέ
de · juga
Dan, tapi — penghubung yang menunjukkan argumen paralel: seperti mereka tidak akan percaya jika Aku menjawab, mereka juga tidak akan menjawab jika Aku bertanya.
Dua 'ou mē' berturut-turut di ayat 67 dan 68 menggambarkan kebuntuan total: tidak ada dialog yang mungkin terjadi dengan orang yang sudah memutuskan jawabannya sebelum pertanyaan diajukan.
Tahukah kamu
Metode Socrates dalam pengajaran Yesus
Yesus sering menjawab pertanyaan dengan pertanyaan balik — gaya yang memperlambat pembicaraan dan membuat lawan bicara memeriksa asumsi mereka sendiri. Tapi berbeda dengan Socrates yang mencari kebenaran bersama, di sini Yesus tahu jawaban itu tidak akan diterima walau diberikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 22:68
Lukas 20:1-8
pola yang sama: Yesus mengajukan pertanyaan yang tidak bisa atau tidak mau dijawab lawan-Nya
“Mereka berbuat demikian karena tidak ada di antara mereka yang berani menjawab pertanyaan Yesus tentang otoritas Yohanes Pembaptis.”
Amsal 26:4-5
hikmat tentang kapan harus menjawab dan kapan tidak
“Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia. Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak.”
Matius 21:27
pola yang sama dari sebelumnya
“Lalu mereka menjawab Yesus: Kami tidak tahu. Dan Iapun berkata kepada mereka: Jika demikian, Aku juga tidak akan mengatakan kepadamu dengan kuasa apa Aku melakukan hal-hal itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 22:68
✕ Sering dikira
Yesus tidak mau berdialog karena menghindari konfrontasi
✓ Yang sebenarnya
Yesus sudah berkali-kali terlibat dalam debat terbuka dengan para pemimpin agama. Di sini Ia tidak menghindari konfrontasi — Ia mengekspos bahwa sidang ini bukan tentang mencari kebenaran.
✕ Sering dikira
Pernyataan ini menunjukkan Yesus pesimis atau putus asa
✓ Yang sebenarnya
Ini diagnosis yang akurat berdasarkan pola yang sudah Yesus amati: mereka yang hatinya sudah keras tidak akan mengubah posisi mereka walau bukti sebanyak apapun diberikan.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 22:68
Hati-hati dengan motivasi kita saat bertanya atau berdiskusi. Apakah kita sedang membangun atau sedang menghakimi? Belajarlah bertanya dengan tulus untuk mencari pengertian, bukan untuk menjebak.
Bapa, ajar aku bertanya dengan hati yang tulus, bukan untuk menjatuhkan sesamaku. Amin.