Keringat seperti darah
Lukas 22:44
Malam Terakhir Sebelum Salib
“Dan, dalam penderitaan-Nya, Dia berdoa lebih sungguh-sungguh lagi; keringat-Nya menjadi seperti tetesan darah yang menetes ke tanah.”Lukas 22:44 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”Lukas 22:44 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus sangat menderita secara batin sehingga Ia makin sungguh-sungguh berdoa. Keringat-Nya seperti darah menetes ke tanah.)”Lukas 22:44 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena beratnya penderitaan Yesus, Dia semakin sungguh-sungguh berdoa sampai mengeluarkan keringat seperti darah yang menetes ke tanah.”Lukas 22:44 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And being in an agony he prayed more earnestly: and his sweat was as it were great drops of blood falling down to the ground.”Lukas 22:44 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 22:44?
Ayat ini menggambarkan penderitaan Yesus yang begitu hebat hingga keringat-Nya bercampur darah, menunjukkan betapa besar beban-Nya menjelang salib. Ini menjadi bukti kesungguhan doa-Nya kepada Bapa, dan mengingatkan bahwa Yesus memahami penderitaan manusia yang paling dalam.
Latar belakang
Doa yang melampaui kata-kata
Dalam penderitaan yang semakin dalam, Yesus berdoa 'lebih sungguh-sungguh lagi'. Bukan lebih tenang, bukan lebih santai — tapi lebih intens. Keringat yang seperti darah adalah gambaran yang ekstrem tentang tekanan fisik dan emosional yang luar biasa. Lukas sebagai dokter mungkin menulis ini dengan pemahaman medis.
Di mana
Taman Getsemani, Bukit Zaitun
Tempat Yesus berdoa dengan sangat serius
Kapan
~30 M
Larut malam Kamis
Yang berbicara
Lukas
dokter dan sejarawan, sahabat Paulus
Kepada
Teofilus
pembaca pertama Injil Lukas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀγωνίᾳ
agōnia · penderitaan
Agonia, penderitaan hebat — akar kata 'agōn' (perlombaan/pertarungan). Ini tekanan pertarungan yang paling intens.
ἐκτενέστερον
ektenesteron · lebih sungguh-sungguh
Lebih tekun, lebih intens, lebih serius — komparatif yang menunjukkan eskalasi intensitas doa.
θρόμβοι αἵματος
thromboi haimatos · tetesan darah
Gumpalan-gumpalan darah, tetesan besar — gambar yang sangat konkret tentang intensitas penderitaan.
'Agōnia' dan 'ektenesteron' bersama menggambarkan paradoks Getsemani: makin dalam penderitaan, makin serius doa. Bukan mundur dari Allah, tapi berlari menuju-Nya.
Tahukah kamu
Hematidrosis — fenomena medis nyata
Dunia medis mengenal kondisi yang disebut hematidrosis — keringat berdarah akibat tekanan psikologis ekstrem yang menyebabkan kapiler darah di sekitar kelenjar keringat pecah. Lukas tidak menyebut 'keringat darah' tapi 'seperti tetesan darah' — mungkin gambaran tentang intensitas tekanan, atau fenomena medis nyata.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 22:44
Ibrani 5:7
doa Yesus yang penuh penderitaan di Getsemani
“Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut.”
Mazmur 22:14
gambaran penderitaan fisik dan emosional yang dalam
“Aku tercurah seperti air, dan segala tulangku sendi-sendinya terlepas; hatiku menjadi seperti lilin, meleleh di dalam dadaku.”
Roma 8:26
doa dalam kelemahan yang sesungguhnya
“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 22:44
✕ Sering dikira
Keringat seperti darah membuktikan Yesus takut dan hampir menyerah
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — dalam kondisi paling ekstrem itu, Yesus berdoa 'lebih sungguh-sungguh'. Respons-Nya terhadap tekanan adalah semakin intens dalam doa, bukan mundur.
✕ Sering dikira
Ini adalah satu-satunya kali Yesus merasakan penderitaan seperti ini
✓ Yang sebenarnya
Ibrani 5:7 mengatakan 'dalam hidup-Nya sebagai manusia' Yesus berdoa dengan 'ratap tangis dan keluhan' — jamak dan umum, bukan hanya malam ini.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 22:44
Saat kita menghadapi penderitaan, kita dapat bersandar pada Yesus yang mengalami penderitaan lebih berat, dan belajar berdoa dengan sungguh-sungguh, menyerahkan kehendak kita kepada Bapa.
Ya Bapa, ajarku untuk berdoa dengan tekun seperti Yesus, dan percaya bahwa Engkau mendengar seruanku. Amin.