Celaka bagi yang hamil dan menyusui saat bencana
Lukas 21:23
Akhir Zaman dan Hari Tuhan
“Celakalah perempuan-perempuan yang sedang hamil dan menyusui pada saat itu sebab akan terjadi penderitaan yang luar biasa di negeri ini, dan murka yang besar atas bangsa ini.”Lukas 21:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, Lukas 21.24–30 153”Lukas 21:23 · TB
Terjemahan Baru
“Alangkah ngerinya hari-hari itu untuk wanita yang mengandung, dan ibu yang masih menyusui bayi! Negeri ini akan mengalami kesusahan yang besar, dan Tuhan akan menghukum bangsa ini.”Lukas 21:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada waktu bencana itu terjadi, sungguh kasihan ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui, karena mereka akan kesulitan melarikan diri. Kesusahan besar akan menimpa seluruh penduduk negeri ini, karena TUHAN akan menunjukkan murka-Nya terhadap bangsa ini.”Lukas 21:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But woe unto them that are with child, and to them that give suck, in those days! for there shall be great distress in the land, and wrath upon this people.”Lukas 21:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 21:23?
Ayat ini menggambarkan betapa dahsyatnya penderitaan pada masa pengepungan Yerusalem, terutama bagi ibu hamil dan menyusui. Ini adalah masa murka Allah atas bangsa yang tidak bertobat, yang membawa kesulitan luar biasa bagi semua orang.
Latar belakang
Bukan hanya tentang prediksi — ini empati
Yesus bukan sekadar menubuatkan statistik kehancuran. Dia dengan spesifik menyebut wanita hamil dan yang menyusui — kelompok paling rentan yang paling tidak bisa melarikan diri dengan cepat dan paling menderita dalam kondisi kelaparan. Yosefus mencatat kisah-kisah mengerikan tentang kelaparan di Yerusalem yang terkepung.
Di mana
Bukit Zaitun, Yerusalem
Nubuatan tentang penderitaan yang akan menimpa penduduk sipil
Kapan
~30 M
Khotbah Zaitun
Yang berbicara
Yesus
Meratapi nasib yang paling rentan saat bencana datang
Kepada
Para murid
Yang perlu memahami skala penderitaan yang akan terjadi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
οὐαί
ouai · woe
Celaka, ratapan mendalam — ekspresi duka yang terdalam
ἐν γαστρί
en gastri · pregnant
Yang mengandung dalam kandungan — sangat rentan secara fisik
ἀνάγκη μεγάλη
anankē megalē · great distress
Kesusahan besar, tekanan yang luar biasa — penderitaan di luar batas normal
Seruan ouai (celaka/ratapan) untuk en gastri (yang mengandung) mengungkapkan bahwa anankē megalē (penderitaan luar biasa) yang akan datang tidak mengenal batas — bahkan yang paling tak berdosa pun akan terkena dampaknya.
Tahukah kamu
Yosefus mencatat kasus kanibalisme selama pengepungan
Dalam Jewish War (buku 6), Yosefus mencatat kasus yang mengerikan: seorang wanita bernama Maria dari Betezuba membunuh dan memakan bayinya sendiri karena kelaparan ekstrem selama pengepungan 70 M. Yesus menyebut wanita menyusui sebagai yang paling menderita — dan kenyataannya jauh melampaui yang bisa dibayangkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 21:23
Matius 24:19
Paralel Matius yang identik
“Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui bayi pada waktu itu!”
Ratapan 4:4
Gambaran penderitaan bayi dalam kehancuran Yerusalem dari Ratapan
“Lidah bayi yang menyusu melekat pada langit-langit karena haus”
Ratapan 2:11
Ratapan mencatat penderitaan anak-anak yang persis dengan nubuatan Yesus
“Bayi dan anak-anak kecil pingsan di lorong-lorong kota”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 21:23
✕ Sering dikira
Yesus melarang menikah atau punya anak karena akhir zaman sudah dekat
✓ Yang sebenarnya
Yesus meratapi penderitaan yang akan menimpa mereka yang rentan — bukan melarang pernikahan atau keluarga
✕ Sering dikira
Ini adalah hukuman khusus untuk wanita hamil karena dosa tertentu
✓ Yang sebenarnya
Yesus justru menunjukkan empati kepada mereka sebagai kelompok yang paling menderita tanpa bersalah dalam bencana perang
Renungan
Renungan Singkat Lukas 21:23
Penderitaan bisa datang sebagai akibat dosa, tetapi juga bisa menjadi panggilan untuk bertobat. Jangan menunda pertobatan, karena kasih karunia Allah selalu tersedia bagi yang mau kembali.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan jauhkanlah aku dari masa-masa murka-Mu. Amin.