Rumah Doa Dijadikan Sarang Perampok
Lukas 19:46
Yesus Mengusir Pedagang dari Bait Allah
“Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis: ‘Rumah-Ku akan menjadi rumah doa,’ tetapi kamu telah menjadikannya sebagai sarang perampok!””Lukas 19:46 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."”Lukas 19:46 · TB
Terjemahan Baru
“"Di dalam Alkitab," kata-Nya kepada mereka, "tertulis begini: Allah berkata, 'Rumah-Ku akan menjadi rumah tempat berdoa.' Tetapi kalian menjadikannya sarang penyamun!"”Lukas 19:46 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kata-Nya kepada mereka, “Dalam Kitab Suci, Allah berkata,‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa.’Tetapi kalian sudah menjadikannya‘tempat persembunyian para pencuri!’””Lukas 19:46 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Saying unto them, It is written, My house is the house of prayer: but ye have made it a den of thieves.”Lukas 19:46 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 19:46?
Yesus mengutip Kitab Suci untuk menegaskan bahwa rumah Allah adalah rumah doa, tetapi telah dijadikan sarang perampok. Ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan tempat ibadah untuk keuntungan pribadi adalah dosa yang sangat serius di mata Allah.
Latar belakang
Dua kutipan yang menghantam sekaligus
Yesus menggabungkan dua teks nabi: Yesaya 56:7 ('rumah doa') dan Yeremia 7:11 ('sarang perampok'). Yang pertama menyatakan tujuan Bait Allah; yang kedua adalah tuduhan. Gabungan keduanya membentuk kontras yang tajam antara apa yang seharusnya dan apa yang terjadi.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Pelataran luar yang baru saja dibersihkan dari pedagang
Kapan
~30 M
Sesaat setelah pengusiran pedagang
Yang berbicara
Yesus
Mengutip dua nabi sekaligus untuk menerangkan mengapa Dia bertindak
Kepada
Para pedagang yang diusir dan semua yang hadir di Bait Allah
Yang mendengar Yesus mengklaim otoritas atas rumah Bapa-Nya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
οἶκος προσευχῆς
rumah doa · house of prayer
Tujuan utama Bait Allah — tempat yang konsekrasi untuk komunikasi dengan Allah
σπήλαιον
sarang · den
Gua atau tempat persembunyian — tempat gelap yang tersembunyi
λῃστῶν
perampok · robbers
Bukan pencuri biasa — perampok yang menggunakan kekerasan atau tipuan untuk mengambil yang bukan haknya
Kontras antara 'rumah doa' dan 'sarang perampok' adalah kontras antara tujuan Allah dan penyalahgunaan manusia — Yesus mengklaim otoritas untuk mengembalikan ke fungsi aslinya.
Tahukah kamu
'Sarang perampok' — Yeremia pakai kata ini untuk peringatan dahulu
Dalam Yeremia 7:11, konteks aslinya adalah orang Israel yang melakukan kejahatan tapi tetap datang ke Bait Allah merasa aman karena ada 'rumah Tuhan'. Yesus mengutip ini untuk mengatakan: pola yang sama sedang terjadi lagi. Mereka menjadikan Bait Allah tempat berlindung dari akibat kejahatan mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 19:46
Yesaya 56:7
Kutipan pertama — tujuan ilahi Bait Allah: terbuka untuk semua bangsa
“...sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”
Yeremia 7:11
Kutipan kedua — tuduhan yang sama kepada Israel di zaman Yeremia
“Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atas namanya Aku disebut ini?”
Mazmur 69:10
Kecintaan Yesus pada Bait Allah membuat-Nya bertindak keras — ini bukan kemarahan sembarangan
“Sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 19:46
✕ Sering dikira
Masalahnya adalah jual-beli itu sendiri di dekat area suci
✓ Yang sebenarnya
Masalah utamanya adalah lokasi (mengambil Pelataran Bangsa-Bangsa) dan kemungkinan penipuan dalam penukaran uang dan harga hewan — bukan perdagangan pada dirinya sendiri
✕ Sering dikira
'Sarang perampok' berarti mereka perampok kriminal biasa
✓ Yang sebenarnya
Konteks Yeremia menunjukkan 'perampok' di sini adalah orang yang memakai agama sebagai perisai sementara terus melakukan ketidakadilan
Renungan
Renungan Singkat Lukas 19:46
Periksa motivasi kita dalam beribadah. Apakah kita mencari kehadiran Tuhan atau mencari keuntungan sendiri? Fokuslah pada hubungan dengan Allah.
Ampunilah aku, Tuhan, jika ibadahku lebih untuk diriku sendiri daripada untuk-Mu. Tolonglah aku untuk menyembah-Mu dengan tulus. Amin.