Seratus kor gandum dipangkas jadi delapan puluh
Lukas 16:7
Uang, Kesetiaan, dan Dunia yang Akan Datang
“Kemudian kepala pelayan itu bertanya kepada orang lain, ‘Berapa banyak utangmu?’ Orang itu menjawabnya, ‘Seratus kor gandum.’ Lalu bendahara berkata kepadanya, ‘Ambillah surat utangmu dan tulislah bahwa utangmu 80 pikul.’”Lukas 16:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.”Lukas 16:7 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian ia berkata kepada orang yang kedua, 'Dan Saudara, berapa utang Saudara?' Orang itu menjawab, 'Seribu karung gandum.' Pegawai keuangan itu berkata kepadanya, 'Ini surat utangmu. Tulislah: delapan ratus.'”Lukas 16:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Kepada orang berikutnya, bendahara itu bertanya, ‘Berapa utangmu?’“Jawab orang itu, ‘Seribu keranjang gandum.’“Katanya kepada orang itu, ‘Sobat, ini surat utangmu. Tulislah di situ menjadi delapan ratus saja!’”Lukas 16:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said he to another, And how much owest thou? And he said, An hundred measures of wheat. And he said unto him, Take thy bill, and write fourscore.”Lukas 16:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 16:7?
Dalam perumpamaan ini, kepala pelayan yang tidak jujur terus mengurangi jumlah utang para debitur setelah dipecat, menunjukkan bahwa ia menggunakan posisinya untuk berbuat baik pada orang lain agar mereka berterima kasih dan menolongnya nanti. Ayat ini menggambarkan kecerdikan duniawi yang digunakan untuk mengamankan masa depan, meskipun dengan cara yang tidak etis.
Latar belakang
Kali ini potongannya 20% saja
Dari 100 kor gandum menjadi 80 — potongan yang lebih konservatif dibanding kasus minyak (50%). Ini menunjukkan si bendahara tidak sembarangan memotong — ia mungkin menghitung sesuai kapasitas atau jenis utang. Rencana yang terstruktur, bukan panik.
Di mana
Kantor si bendahara
Sesi negosiasi kedua yang berjalan cepat
Kapan
~29 M
Pelayanan akhir Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Kepala pelayan (dalam perumpamaan)
manajer yang melanjutkan rencananya dengan debitur kedua
Kepada
Debitur kedua
petani yang berutang gandum dalam jumlah besar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἑκατὸν κόρους
hekaton korous · hundred cors
Seratus kor gandum — koros adalah satuan terbesar untuk biji-bijian dalam sistem Ibrani. Satu kor sekitar 370 liter.
ὀγδοήκοντα
ogdoēkonta · eighty
Delapan puluh — potongan 20%, lebih kecil dari potongan minyak, menunjukkan ada perhitungan yang berbeda.
σου τὰ γράμματα
sou ta grammata · your bill
Surat-suratmu — dokumen hukum tertulis. Grammata di sini bukan 'huruf' tapi 'dokumen resmi'.
Perbedaan persentase potongan (50% vs 20%) menunjukkan si bendahara bukan asal tebas — ada kalkulasi di balik setiap keputusan. Kecerdikan ini yang Yesus akan komentari di ayat berikut.
Tahukah kamu
Seratus kor itu berapa?
Satu kor gandum (koros) setara sekitar 370 liter atau sekitar 300 kg. Seratus kor berarti sekitar 37.000 liter atau 30 ton gandum — hasil panen yang sangat besar, mencerminkan skala pertanian di era itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 16:7
Amos 8:5
gandum sebagai komoditas utama di ekonomi agraris Palestina
“Kapankah bulan baru berlalu supaya kami dapat menjual gandum?”
Rut 2:17
konteks ekonomi agraris dengan hasil alam
“Ia memukul-mukul apa yang dipungutnya itu, dan hasilnya kira-kira seefa jelai.”
Matius 13:8
gandum dalam perumpamaan Yesus
“Dan ada yang jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 16:7
✕ Sering dikira
Si bendahara memotong semua utang dengan jumlah yang sama
✓ Yang sebenarnya
Tidak — ia memotong berbeda untuk setiap kasus: 50% untuk minyak, 20% untuk gandum. Ada pertimbangan di balik setiap angka.
✕ Sering dikira
Surat utang ini dokumen informal yang mudah diubah
✓ Yang sebenarnya
Grammata adalah dokumen hukum resmi yang mengikat. Mengubahnya bukan hal sepele — ini tindakan legal yang punya konsekuensi.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 16:7
Kita bisa belajar dari ketajaman kepala pelayan dalam merespons krisis. Apakah kita secerdas itu dalam mengelola sumber daya yang dipercayakan Tuhan untuk mempersiapkan masa depan kekal? Mari gunakan setiap kesempatan untuk berdampak bagi orang lain, bukan hanya untuk keuntungan diri sendiri.
Tuhan, ajari kami untuk bijaksana dalam setiap keputusan, terutama dalam menggunakan sumber daya yang Engkau percayakan, agar dapat menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan-Mu. Amin.