Adikmu — bukan anakmu, tapi hartamu
Lukas 15:30
Tiga Perumpamaan tentang yang Hilang
“Namun, ketika anakmu itu pulang setelah menghabiskan hartamu dengan pelacur-pelacur, ayah menyembelih anak sapi yang gemuk untuknya.’”Lukas 15:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur- pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.”Lukas 15:30 · TB
Terjemahan Baru
“Anak Ayah itu sudah menghabiskan kekayaan Ayah dengan perempuan pelacur, tetapi begitu ia kembali, Ayah menyembelih anak sapi yang gemuk untuk dia!'”Lukas 15:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi baru saja kembali anak bungsumu itu, yang sudah menghabiskan harta Bapak dengan para pelacur, Bapak langsung memotong anak sapi yang terbaik untuk dia!’”Lukas 15:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But as soon as this thy son was come, which hath devoured thy living with harlots, thou hast killed for him the fatted calf.”Lukas 15:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 15:30?
Anak sulung menekankan bahwa adiknya telah menghabiskan harta ayahnya dengan pelacur, tetapi ayahnya justru merayakan kepulangannya. Ini menunjukkan kritik terhadap sikap ayah yang dianggap tidak adil dan tidak menghargai kesetiaan anak sulung.
Latar belakang
Bahasa yang mengungkapkan isi hati
Dua detail linguistik yang tajam: (1) Anak sulung berkata 'anakmu itu' bukan 'adikku' — ia memutus hubungan saudara dalam bahasanya. (2) Ia menambahkan detail 'dengan pelacur-pelacur' — sesuatu yang tidak disebutkan Yesus dalam narasi utama. Dari mana ia tahu? Mungkin asumsi, mungkin gosip. Bagaimanapun, ia menambahkan tuduhan terberat yang ia bisa.
Di mana
Di luar rumah ayah (dalam perumpamaan)
Anak sulung melanjutkan protestasinya dengan nada yang semakin tajam
Kapan
~29 M
Pelayanan akhir Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, sedang dalam perjalanan ke Yerusalem
Kepada
Farisi, ahli Taurat, dan para pendosa
kerumunan campuran yang sama-sama mendengar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὁ υἱός σου οὗτος
ho hyios sou houtos · your son
'Anakmu yang ini' — anak sulung menolak kata 'saudaraku'. Ia menempatkan adik sebagai masalah ayah, bukan bagian dirinya.
πορνῶν
pornōn · prostitutes
Pelacur — tuduhan yang paling berat yang bisa ia tambahkan. Kata ini tidak muncul dalam narasi Yesus sebelumnya.
κατέφαγεν
katephagen · devoured
Melahap habis — kata yang kuat, dari kata 'makan'; kata yang sama untuk cara belalang memakan tanaman.
Dengan mengatakan 'anakmu' dan menambahkan tuduhan 'pelacur', anak sulung mengungkapkan dua hal: ia sudah memutus relasi dengan adik, dan ia menambahkan tuduhan yang mungkin tidak akurat untuk memperkuat keluhan moralnya.
Tahukah kamu
Detail yang ditambahkan anak sulung
Versi naratif Yesus (ay. 13) hanya bilang anak bungsu 'menghambur-hamburkan harta dengan hidup berfoya-foya'. Yang menyebut 'pelacur' adalah anak sulung di ayat 30 — bukan narator atau ayah. Ini mungkin satu-satunya 'fakta' dalam perumpamaan ini yang datang dari sumber yang tidak netral.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 15:30
Lukas 15:13
narasi Yesus tidak menyebut 'pelacur' — anak sulung menambahkannya
“ia menghambur-hamburkan miliknya itu dengan hidup berfoya-foya”
Matius 7:3
melebih-lebihkan dosa orang lain
“mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?”
Kejadian 37:26-27
saudara yang tidak melihat nilai nyawa saudaranya sendiri
“Yehuda berkata kepada saudara-saudaranya: 'Apa untungnya kita membunuh adik kita'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 15:30
✕ Sering dikira
Anak sulung tahu fakta bahwa adiknya hidup bersama pelacur
✓ Yang sebenarnya
Kita tidak bisa tahu dari mana ia dapat informasi itu — bisa asumsi, bisa gosip, bisa tuduhan yang ia tambahkan sendiri untuk memperparah gambaran adiknya.
✕ Sering dikira
Menyebut 'anakmu' bukan 'adikku' hanya gaya bicara informal
✓ Yang sebenarnya
Ini pergeseran relasional yang disengaja — anak sulung memutus ikatan saudara dalam bahasa karena ia memutus ikatan itu dalam hatinya.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 15:30
Kita sering menghakimi orang lain berdasarkan masa lalu mereka, tetapi kasih Allah tidak demikian. Cobalah untuk melihat orang lain dengan belas kasihan, bukan dengan standar keadilan yang kaku.
Ya Bapa, ubahlah pandanganku agar aku dapat mengasihi seperti Engkau mengasihi, tanpa syarat dan penuh belas kasihan. Amin.