Pengakuan yang dipotong oleh pelukan ayah
Lukas 15:21
Tiga Perumpamaan tentang yang Hilang
“Kemudian, anak itu berkata kepada ayahnya, ‘Ayah, aku sudah berdosa terhadap surga dan di hadapanmu. Aku tidak lagi pantas disebut anakmu.’”Lukas 15:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.”Lukas 15:21 · TB
Terjemahan Baru
“'Ayah,' kata anak itu, 'aku sudah berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah. Tidak layak lagi aku disebut anak Ayah.'”Lukas 15:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian si bungsu berkata kepada ayahnya, ‘Bapak, maafkanlah aku! Aku sudah bersalah kepada Bapak dan berdosa kepada Allah. Aku tidak pantas lagi disebut anak Bapak.’”Lukas 15:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the son said unto him, Father, I have sinned against heaven, and in thy sight, and am no more worthy to be called thy son.”Lukas 15:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 15:21?
Anak itu mengakui dosanya kepada ayahnya, tetapi tidak sempat menyelesaikan kalimatnya karena ayahnya sudah memotong dengan tindakan kasih.
Latar belakang
Naskah yang tidak sempat selesai
Bandingkan ayat 18-19 dengan ayat 21: anak berhasil mengucapkan dua kalimat pertama persis sesuai rencananya, tapi kalimat ketiga — 'jadikanlah aku pekerjamu' — tidak muncul. Mengapa? Kemungkinan ayah memotongnya. Ayah tidak menunggu tawaran anak — ia langsung memerintahkan pesta. Kasih ayah tidak butuh negosiasi.
Di mana
Jalan menuju rumah ayah (dalam perumpamaan)
Pertemuan yang emosional di tengah jalan sebelum sampai ke rumah
Kapan
~29 M
Pelayanan akhir Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, sedang dalam perjalanan ke Yerusalem
Kepada
Farisi, ahli Taurat, dan para pendosa
kerumunan campuran yang sama-sama mendengar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἥμαρτον
hēmarton · I have sinned
Aku telah berdosa — kata yang sama persis di ayat 18. Pengakuan ini konsisten, bukan berubah.
οὐκέτι εἰμὶ ἄξιος
ouketi eimi axios · no longer worthy
Tidak lagi layak — ia tidak menawar atau merendah strategis; ini pernyataan status yang ia percayai.
υἱός
hyios · son
Anak — kata yang sama yang kemudian dipakai ayah dengan bangga: 'anakku ini telah mati...' (ay. 24).
Anak mengakui ia tidak lagi layak disebut 'hyios' (anak) — tapi ayah segera menggunakan kata yang sama 'anakku' untuk merespons. Ada jarak antara persepsi diri anak dan identitas yang ayah tetapkan.
Tahukah kamu
Perbedaan kecil tapi bermakna
Di ayat 18, anak berencana mengatakan 'di hadapanmu' setelah 'terhadap surga'. Di ayat 21, ia mengatakan persis itu. Tapi beberapa manuskrip menambahkan bahwa ayah memotong sebelum ia selesai di kalimat ketiga — detail tekstual yang mendukung interpretasi bahwa ayah tidak memberi ruang untuk tawaran menjadi pekerja.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 15:21
1 Yohanes 1:9
pengakuan dosa yang menerima respons pengampunan
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita.”
Roma 8:1
status yang tidak bergantung pada kelayakan sendiri
“Tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”
Yesaya 43:25
Allah yang berinisiatif mengampuni tanpa menunggu tawaran manusia
“Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 15:21
✕ Sering dikira
Anak bungsu ini belum layak diterima karena pengakuannya mungkin tidak tulus
✓ Yang sebenarnya
Perumpamaan ini tidak sedang menilai ketulusan anak — yang disorot adalah respons ayah yang tidak bergantung pada ketulusan atau kelayakan anak.
✕ Sering dikira
Anak tidak sempat menawarkan diri jadi pekerja karena ia sudah berubah pikiran
✓ Yang sebenarnya
Lebih mungkin bahwa ayah memotongnya sebelum sempat — pesan perumpamaan adalah kasih ayah yang tidak menunggu negosiasi selesai.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 15:21
Pengakuan dosa kita tidak perlu sempurna; Tuhan cukup mendengar kerendahan hati kita dan langsung merespons dengan kasih-Nya. Jangan takut untuk mengaku, karena Dia lebih cepat mengampuni daripada kita mengaku.
Ya Tuhan, aku mengaku dosaku dan percaya bahwa Engkau sudah mengampuniku sebelum aku selesai meminta. Amin.