Menolak utusanmu sama dengan menolakku
Lukas 10:16
Panen Besar, Sesama yang Nyata
“Siapa pun yang mendengarkanmu, mendengarkan Aku. Akan tetapi, siapa yang menolakmu, ia juga menolak Aku. Dan, siapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.””Lukas 10:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."”Lukas 10:16 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, "Orang yang mendengar kalian, mendengar Aku. Orang yang menolak kalian, menolak Aku. Dan orang yang menolak Aku, juga menolak Dia yang mengutus Aku."”Lukas 10:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lagi kata Yesus kepada para pengikut-Nya itu, “Dalam pandangan Allah, setiap orang yang menerima perkataanmu sebagai utusan-Ku dianggap sama seperti mendengarkan Aku. Demikian juga setiap orang yang menolak kamu sebagai utusan-Ku dianggap sama seperti menolak Aku. Dan setiap orang yang menolak Aku berarti menolak Allah yang sudah mengutus Aku.””Lukas 10:16 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“He that heareth you heareth me; and he that despiseth you despiseth me; and he that despiseth me despiseth him that sent me.”Lukas 10:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 10:16?
Yesus menjelaskan bahwa menerima atau menolak para murid sama dengan menerima atau menolak Yesus sendiri dan Bapa yang mengutus-Nya.
Latar belakang
Para utusan mewakili pengirimnya sepenuhnya
Dalam sistem kuno, utusan raja tidak bisa dipisahkan dari raja yang mengirim mereka. Meremehkan utusan berarti meremehkan raja. Yesus memakai logika ini untuk menetapkan otoritas para tujuh puluh: penolakan terhadap mereka adalah penolakan terhadap Yesus, dan penolakan terhadap Yesus adalah penolakan terhadap Allah. Rantai otoritas ini jelas dan tidak bisa dipotong di tengah.
Di mana
Galilea atau Yudea
Penutup briefing sebelum tujuh puluh berangkat
Kapan
~29 M
Perjalanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret dalam perjalanan ke Yerusalem
Kepada
Tujuh puluh utusan
kelompok murid yang baru dilantik untuk misi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀκούων
akouōn · mendengarkanmu
Mendengar dan merespons — bukan sekadar dengar pasif, tapi menerima dan bertindak atas apa yang didengar.
ἀθετῶν
athetōn · menolak
Mengesampingkan, menolak mentah-mentah — bukan sekadar tidak setuju, tapi membuang otoritasnya.
ἀποστείλαντά
aposteilanta · mengutus
Yang mengutus — menekankan otoritas berasal dari Bapa yang mengutus Anak.
Rantai otoritas ini — Bapa, Anak, utusan — bukan hierarki ego. Ini sistem tanggung jawab: setiap tingkat merepresentasikan yang mengutusnya sepenuhnya.
Tahukah kamu
Prinsip 'shaliah' dalam hukum Yahudi
Dalam tradisi hukum Yahudi, ada konsep 'shaliah' (utusan resmi) — seseorang yang bertindak dengan otoritas penuh dari yang mengutusnya. Prinsipnya: utusan seseorang sama dengan orangnya sendiri. Yesus menggunakan konsep ini untuk menetapkan bahwa para tujuh puluh adalah shaliah-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 10:16
Yohanes 13:20
prinsip identik dalam Yohanes
“Barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”
Matius 10:40
paralel dari pengutusan dua belas
“Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.”
1 Tesalonika 4:8
Paulus menerapkan prinsip ini
“Siapa yang menolak ini bukan manusia yang ditolaknya, melainkan Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 10:16
✕ Sering dikira
Pemimpin gereja mana pun tidak bisa ditolak karena itu sama dengan menolak Allah
✓ Yang sebenarnya
Ini berlaku untuk utusan yang benar-benar diutus dalam misi sesuai mandat Yesus — bukan setiap klaim otoritas rohani secara otomatis.
✕ Sering dikira
Menolak satu utusan langsung berarti tidak selamat
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini tentang pola konsisten penolakan terhadap pesan Kerajaan Allah, bukan satu insiden penolakan.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 10:16
Perlakukan setiap orang yang menyampaikan firman Tuhan dengan hormat. Sikap kita terhadap mereka mencerminkan sikap kita terhadap Tuhan, jadi perhatikan bagaimana kita mendengarkan dan merespons.
Ya Bapa, beri aku hati yang mau menerima utusan-utusan-Mu dan terbuka akan pesan-Mu melalui mereka. Amin.