Debu dikebaskan, tapi Kerajaan tetap dekat
Lukas 10:11
Panen Besar, Sesama yang Nyata
“‘Bahkan debu dari kotamu yang menempel di kaki kami akan kami kebaskan di depanmu. Akan tetapi, ingatlah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.’”Lukas 10:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.”Lukas 10:11 · TB
Terjemahan Baru
“'Bahkan debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan sebagai peringatan kepadamu. Tetapi ketahuilah bahwa sudah dekat saatnya Allah mulai memerintah sebagai Raja di tengah-tengah kalian!'”Lukas 10:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“‘Lihat, kami mengibaskan debu kotamu yang menempel pada kaki kami sebagai peringatan bahwa Allah akan menghukum kalian! Tetapi ketahuilah: Tidak lama lagi Allah akan datang mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini!’””Lukas 10:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Even the very dust of your city, which cleaveth on us, we do wipe off against you: notwithstanding be ye sure of this, that the kingdom of God is come nigh unto you.”Lukas 10:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 10:11?
Mengibaskan debu dari kaki adalah simbol pemisahan dan peringatan. Ini menunjukkan bahwa mereka yang menolak murid-murid Yesus sebenarnya menolak Kerajaan Allah, dan konsekuensinya ada pada mereka sendiri.
Latar belakang
Simbol yang lebih kuat dari kata-kata
Mengebaskan debu adalah simbol kuno yang dipahami semua orang Yahudi. Orang Yahudi mengebaskan debu negeri kafir saat pulang ke Israel — artinya: 'kami tidak mau membawa kekotoran tempat ini'. Tapi di sini Yesus membaliknya: debu dari kota Israel sendiri yang dikebaskan. Ini kritik keras yang tidak butuh kalimat panjang.
Di mana
Galilea atau Yudea
Instruksi tentang merespons penolakan kota dengan tanda publik
Kapan
~29 M
Perjalanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret dalam perjalanan ke Yerusalem
Kepada
Tujuh puluh utusan
kelompok murid yang baru dilantik untuk misi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κονιορτόν
koniorton · debu
Debu jalanan — simbol kenajisan yang menempel dari tempat yang ditolak.
κολληθέντα
kollēthenta · menempel
Melekat erat — debu yang melekat menunjukkan asosiasi yang tidak diinginkan.
ἀπομασσόμεθα
apomassom etha · kebaskan
Mengelap bersih — tindakan memutuskan ikatan secara simbolis.
Pengebaskan debu bukan dendam — ini pernyataan bahwa para utusan melepaskan tanggung jawab mereka. Mereka sudah datang, menawarkan, dan pergi dengan kepala tegak.
Tahukah kamu
Pesan terakhir yang tetap positif
Menariknya, bahkan dalam tindakan mengebaskan debu, para utusan tetap berkata 'Kerajaan Allah sudah dekat'. Pesan itu tidak ditarik meski kota menolak. Penolakan tidak membatalkan kedekatan Kerajaan Allah — kota itulah yang kehilangan bagian di dalamnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 10:11
Kisah Para Rasul 18:6
penerapan simbol ini oleh Paulus
“Paulus mengebaskan debu dari pakaiannya... dan pergi ke sana.”
Nehemia 5:13
simbol serupa dalam PL
“Aku pun mengebaskan lipatan bajuku dan berkata: Demikianlah Allah menggebaskan setiap orang.”
Matius 10:15
konsekuensi penolakan
“Aku berkata kepadamu, pada hari penghakiman lebih ringan tanggungan Sodom dan Gomora dari kota itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 10:11
✕ Sering dikira
Mengebaskan debu berarti para utusan marah dan ingin balas dendam
✓ Yang sebenarnya
Ini simbol ritual yang bermakna pemutusan tanggung jawab — dilakukan dengan tenang, bukan amarah.
✕ Sering dikira
Kota yang menolak Injil pasti sudah terkutuk dan tidak bisa diselamatkan lagi
✓ Yang sebenarnya
Tindakan ini menandai akhir dari kunjungan itu, bukan akhir dari kemungkinan pertobatan mereka selamanya.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 10:11
Saat kita menghadapi penolakan, kita bisa 'mengibaskan debu'—melepaskan diri dari rasa bersalah atau kekecewaan, dan melangkah maju dengan hati yang bersih.
Tuhan, lepaskan aku dari beban penolakan dan beri aku keberanian untuk terus melangkah, Amin.