Pengibasan Jubah sebagai Peringatan
Nehemia 5:13
Nehemia Menegakkan Keadilan Sosial
PerikopNehemia Menolong Orang Miskin · Nehemia 5:1-19 →“Aku mengibaskan lipatan-lipatan pakaianku dan berkata, “Kiranya Allah mengibaskan setiap orang yang tidak memenuhi janji ini dari rumahnya dan dari harta miliknya. Demikianlah mereka dikibaskan dan menjadi tidak berarti.” Dan, semua orang yang berkumpul berkata, “Amin!” dan memuji TUHAN. Lalu, orang-orang bertindak sesuai dengan janji tersebut.”Nehemia 5:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Juga kukebas lipatan bajuku sambil berkata: "Demikianlah setiap orang yang tidak menepati janji ini akan dikebas Allah dari rumahnya dan hasil jerih Nehemia 5.14–16 21 payahnya. Demikianlah ia dikebas dan menjadi hampa!" Dan seluruh jemaah berkata: "Amin," lalu memuji-muji TUHAN. Maka rakyat berbuat sesuai dengan janji itu.”Nehemia 5:13 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian kubuka selempang pinggangku lalu kukebaskan sambil berkata, "Beginilah hendaknya Allah mengebaskan setiap orang yang tidak menepati janjinya. Orang itu akan menjadi melarat, rumah dan segala hartanya akan diambil oleh Allah!" Seluruh sidang menjawab, "Amin!" lalu memuji TUHAN. Maka para pemimpin itu menepati janji mereka.”Nehemia 5:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian saya mengebaskan debu dari pakaian saya dan berkata, “Beginilah yang akan dilakukan Allah kepadamu jika kamu tidak menepati sumpahmu itu! Dia akan mengebaskan kamu dari tempat tinggalmu dan membuang semua hasil kerjamu, sampai kamu tidak punya apa-apa lagi.” Semua orang yang hadir menjawab, “Amin!” lalu memuji TUHAN. Mereka masing-masing menepati sumpahnya.”Nehemia 5:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Also I shook my lap, and said, So God shake out every man from his house, and from his labour, that performeth not this promise, even thus be he shaken out, and emptied. And all the congregation said, Amen, and praised the LORD. And the people did according to this promise.”Nehemia 5:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Nehemia 5:13?
Nehemia mengibaskan lipatan pakaiannya sebagai simbol kutukan bagi siapa saja yang melanggar janji untuk mengembalikan harta dan tidak menagih utang. Tindakan ini menegaskan keseriusan perjanjian di hadapan Allah dan umat, yang dijawab dengan 'Amin' dan pujian kepada TUHAN.
Latar belakang
Sumpah dan Peringatan
Setelah para pembesar berjanji mengembalikan harta, Nehemia memanggil para imam untuk mengikat mereka dengan sumpah. Ia mengibaskan lipatan jubahnya sebagai simbol bahwa siapa yang ingkar akan 'dikibaskan' dari rumah dan warisannya, dan orang banyak menjawab 'Amin'.
Di mana
Yerusalem
Halaman Bait Allah atau tempat pertemuan umum
Kapan
~445 SM
Pemulihan Yehuda
Yang berbicara
Nehemia
Gubernur Yehuda, bekas juru minum raja, ~40 tahun
Kepada
Orang-orang yang berkumpul
Para pembesar, imam, dan rakyat dalam sidang jemaat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָעַר
na'ar · mengibaskan
mengguncang, melepaskan dengan keras
אָמֵן
amen · Amin
sungguh, setia, biarlah demikian
הָלַל
halal · memuji
memuji, bersorak dalam pujian
Kata 'mengibaskan' (na'ar) menunjukkan tindakan tegas dan total, 'Amin' (amen) menegaskan kesepakatan publik, dan 'memuji' (halal) mengarahkan respons kepada Tuhan. Ini menggambarkan bahwa komitmen sosial adalah bagian dari ibadah.
Tahukah kamu
Makna Mengibaskan Jubah
Dalam budaya Timur Tengah kuno, mengibaskan jubah adalah tindakan simbolis yang berarti 'melepaskan tanggung jawab' atau 'menolak', seperti yang dilakukan Paulus dalam Kisah Para Rasul 18:6.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Nehemia 5:13
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Nehemia 5:13
✕ Sering dikira
Mengibaskan jubah dianggap sebagai kutukan magis agar orang celaka.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah peringatan simbolis yang menyerukan konsekuensi ilahi, bukan mantra sihir.
✕ Sering dikira
Ucapan 'Amin' dianggap hanya formalitas tanpa makna.
✓ Yang sebenarnya
'Amin' adalah pernyataan komitmen yang mengikat, menunjukkan persetujuan terhadap perjanjian di hadapan Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Nehemia 5:13
Terkadang kita perlu membuat komitmen yang tegas dan publik agar tidak mudah melanggarnya. Ketika kita berjanji, terutama di hadapan Tuhan, ingatlah bahwa komitmen itu harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
Ya Tuhan, ajari aku untuk menepati janji-janjiku, dan jadikan hatiku tulus dalam memegang komitmen kepada-Mu dan sesama. Amin.