Pintu Yerusalem tertutup karena rasa takut
Kisah Para Rasul 9:26
Sulit dipercaya, butuh penjamin
“Ketika Saulus tiba di Yerusalem, ia mencoba untuk bergabung dengan para murid. Akan tetapi, mereka semua takut kepadanya karena tidak percaya bahwa ia adalah murid.”Kisah Para Rasul 9:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut Kisah Para Rasul 9.27–31 54 kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.”Kisah Para Rasul 9:26 · TB
Terjemahan Baru
“Saulus pergi ke Yerusalem, dan di sana ia berusaha bergabung dengan pengikut-pengikut Yesus. Tetapi mereka takut kepadanya, sebab mereka tidak percaya bahwa ia benar-benar telah menjadi pengikut Yesus.”Kisah Para Rasul 9:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Saulus tiba di Yerusalem, dia mencoba bergabung dengan para pengikut Yesus yang lain, tetapi mereka semua takut kepadanya. Mereka tidak percaya bahwa dia sudah menjadi pengikut Yesus.”Kisah Para Rasul 9:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when Saul was come to Jerusalem, he assayed to join himself to the disciples: but they were all afraid of him, and believed not that he was a disciple.”Kisah Para Rasul 9:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 9:26?
Sesampainya di Yerusalem, Saulus mencoba bergabung dengan para murid, tetapi mereka semua takut padanya karena tidak percaya bahwa ia benar-benar telah bertobat. Ketakutan ini wajar mengingat reputasi Saulus sebagai penganiaya, tetapi hal itu juga menunjukkan bahwa pemulihan membutuhkan waktu untuk dipercaya oleh orang lain.
Latar belakang
Tak ada yang berani mendekatinya
Saulus mencoba bergabung dengan para murid di Yerusalem, tapi mereka ketakutan. Mereka tidak percaya bahwa dia benar-benar jadi murid — mungkin curiga ini taktik untuk menyusup dan menangkap mereka. Mantan musuh tak mudah langsung diterima, meski sudah bertobat.
Di mana
Yerusalem
Saulus kembali, tapi para murid takut dan menjauhinya
Kapan
~37 M
Saulus kembali ke Yerusalem
Yang berbicara
Lukas
Dokter dan penulis Injil, sahabat Paulus
Kepada
Teofilus
Pembaca utama, kemungkinan pejabat Romawi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κολλᾶσθαι
kollasthai · join
Bergabung — secara harfiah 'menempel', berusaha menyatu dengan kelompok.
ἐφοβοῦντο
ephobounto · afraid
Takut — ketakutan nyata dan terus-menerus terhadap Saulus.
πιστεύοντες
pisteuontes · believe
Percaya — di sini berarti tak yakin bahwa Saulus sungguh jadi murid.
Saulus berusaha 'bergabung' tapi para murid 'takut' dan tak 'percaya' ia sungguh berubah — pemulihan kepercayaan butuh waktu dan penjamin, bukan sekadar pengakuan.
Tahukah kamu
Bukan langsung, tapi tiga tahun kemudian
Dari Galatia 1:18, kunjungan ini terjadi tiga tahun setelah pertobatan Saulus. Bahkan setelah selang waktu itu, reputasi lamanya masih membuat para murid Yerusalem waspada — bukti betapa mendalam luka penganiayaannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 9:26
Galatia 1:18
Tiga tahun kemudian
“Tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan tinggal bersamanya lima belas hari.”
Kisah Para Rasul 9:13
Reputasi yang menakutkan
“Tuhan, aku sudah mendengar dari banyak orang tentang orang ini, betapa banyaknya kejahatan yang telah ia lakukan.”
Matius 10:16
Kewaspadaan yang wajar
“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 9:26
✕ Sering dikira
"Para murid Yerusalem tidak punya kasih karena menolak Saulus."
✓ Yang sebenarnya
Kewaspadaan mereka wajar; reputasi Saulus sebagai pemburu masih segar dan berbahaya.
✕ Sering dikira
"Saulus langsung ke Yerusalem setelah bertobat."
✓ Yang sebenarnya
Galatia 1:18 menyebut tiga tahun berlalu sebelum kunjungan ini.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 9:26
Terkadang orang lain mungkin meragukan perubahan kita atau masa lalu kita menghantui. Bersabarlah dan biarkan tindakanmu membuktikan imanmu yang sejati, seperti Saulus yang terus berusaha mendekat.
Bapa, tolong aku untuk sabar ketika orang lain belum bisa mempercayai perubahanku; beri aku ketekunan untuk terus menunjukkan kasih-Mu melalui perbuatanku. Amin.