Hati yang Tertusuk, Niat yang Membunuh
Kisah Para Rasul 5:33
Dusta, Mujizat, dan Keberanian Rasul
“Ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka tertusuk dan bermaksud untuk membunuh para rasul itu.”Kisah Para Rasul 5:33 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.”Kisah Para Rasul 5:33 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar itu, mereka marah sekali, dan mereka sepakat untuk membunuh rasul-rasul itu.”Kisah Para Rasul 5:33 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mendengar jawaban itu, para pemimpin Yahudi menjadi sangat marah dan mau membunuh mereka.”Kisah Para Rasul 5:33 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When they heard that, they were cut to the heart, and took counsel to slay them.”Kisah Para Rasul 5:33 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 5:33?
Para pemimpin agama menjadi sangat marah dan ingin membunuh para rasul karena mereka tidak bisa membantah kebenaran; hati mereka tertusuk oleh kebenaran, tetapi mereka menolak untuk bertobat. Ini menunjukkan bahwa pemberitaan tentang Kristus bisa menimbulkan reaksi keras dari mereka yang keras kepala.
Latar belakang
Dua Cara Merespons Kebenaran yang Menyentuh
Kata 'hati mereka tertusuk' sama dengan yang dipakai saat orang-orang di Pentakosta merespons khotbah Petrus (2:37). Tapi responsnya berbeda: di Pentakosta orang bertanya 'apa yang harus kami perbuat?' — di sini Sanhedrin bermaksud membunuh. Kebenaran yang sama, respons yang berlawanan.
Di mana
Ruang Sanhedrin, Yerusalem
Sidang resmi Sanhedrin
Kapan
~30 M
Konflik gereja dan otoritas agama
Yang berbicara
Lukas (narator)
Tabib dan penulis Kisah Para Rasul
Kepada
Pembaca Kisah Para Rasul
Orang percaya generasi awal
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διεπρίοντο
tertusuk · cut to the heart
Secara harfiah 'digergaji menjadi dua' — rasa sakit yang hebat di dalam
ἐβούλοντο
bermaksud · they planned
Imperfek — niat yang terus-menerus ada, bukan sekedar pikiran sesaat
ἀνελεῖν
membunuh · kill
Aorist infinitif — niat pembunuhan yang spesifik dan serius
Kata 'digergaji' (διεπρίοντο) adalah gambaran fisik yang kuat untuk respons emosional — kebenaran masuk seperti gergaji. Yang berbeda bukan intensitas respons, tapi arahnya: pertobatan vs penolakan.
Tahukah kamu
Kata yang Sama, Respons yang Berlawanan
Dalam Kisah Para Rasul 2:37, orang banyak 'tertusuk di hati' lalu bertanya cara bertobat. Di sini Sanhedrin 'tertusuk' lalu ingin membunuh. Lukas secara sadar membangun kontras yang tajam antara dua kelompok yang merespons kebenaran secara berbeda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 5:33
Kisah Para Rasul 2:37
Ekspresi yang sama tapi menghasilkan pertobatan, bukan kemarahan
“Ketika mereka mendengar hal itu, mereka sangat terharu dan bertanya kepada Petrus.”
Yohanes 8:59
Pola respons kekerasan terhadap kebenaran yang tak tertahankan
“Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Yesus, tapi Yesus bersembunyi.”
Yesaya 6:10
Kekerasan hati sebagai respons terhadap kebenaran Allah
“Buat hati bangsa ini keras, buat telinganya berat mendengar dan tutup matanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 5:33
✕ Sering dikira
'Hati tertusuk' berarti mereka mulai bertobat
✓ Yang sebenarnya
Konteks langsung menunjukkan mereka bermaksud membunuh — ini adalah rasa sakit yang berubah menjadi amarah
✕ Sering dikira
Sanhedrin secara resmi memutuskan hukuman mati
✓ Yang sebenarnya
Lukas menyebut 'bermaksud' (boulē) — niat yang belum terlaksana dan akhirnya dicegah Gamaliel
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 5:33
Terkadang kebenaran membuat orang tidak nyaman dan bisa membuat kita dijauhi atau dimusuhi. Tetaplah teguh dalam iman meskipun ada penolakan.
Ya Tuhan, saat aku menghadapi penolakan karena imanku, berikan aku keberanian dan keteguhan hati untuk tetap setia pada-Mu. Amin.