Topan Euroklidon menyerang

Kisah Para Rasul 27:14

Angin badai dahsyat menerjang kapal

Akan tetapi, tidak lama kemudian, angin seperti topan, yang disebut Euroklidon, bertiup dari pulau itu.

Kisah Para Rasul 27:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 27:14?

Tiba-tiba angin topan bernama Euroklidon menghantam kapal mereka. Angin ini datang dari pulau Kreta dan sangat kuat, sehingga menghancurkan rencana mereka. Ayat ini menunjukkan bahwa hidup bisa berubah drastis tanpa peringatan, dan kita harus siap menghadapi badai yang tidak terduga.

Latar belakang

Bencana datang

Tak lama setelah berlayar, angin topan dahsyat bernama Euroklidon menyambar dari arah pulau. Ini angin timur laut yang ganas khas Mediterania. Mimpi buruk Paulus mulai terjadi.

Di mana

Lepas pantai Kreta

Perairan terbuka dihantam topan

Kapan

~60 M

Badai dimulai

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Angin selatan menipu
Kapal terombang-ambing
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Lukas

Dokter penulis, saksi mata

P

Kepada

Pembaca

Pengikut kisah pelayaran Paulus

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

τυφωνικὸς

typhōnikos · tempestuous

seperti topan, dahsyat

ἄνεμος

anemos · wind

angin

Εὐρακύλων

Eurakylōn · Euroclydon

angin timur laut ganas

Kata 'typhōnikos' adalah akar kata 'topan' — Lukas memilih istilah paling mengerikan untuk badai ini.

Tahukah kamu

Euroklidon = 'angin timur laut'

Namanya gabungan 'Euros' (timur) dan 'aquilo' (utara). Pelaut sangat takut angin ini karena bisa mendorong kapal ratusan mil tak terkendali.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 27:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 27:14

✕  Sering dikira

"Badai ini hukuman atas dosa Paulus."

✓  Yang sebenarnya

Justru Paulus jadi penyelamat semua orang di kapal.

✕  Sering dikira

"Euroklidon angin biasa."

✓  Yang sebenarnya

Ini topan paling ditakuti pelaut Mediterania.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 27:14

Badai bisa datang kapan saja, baik secara fisik, emosional, maupun spiritual. Namun, sebagai orang percaya, kita tidak perlu takut karena Tuhan menyertai kita. Bersiaplah untuk menghadapi badai dengan iman yang teguh, bukan dengan kepanikan.

Bapa, saat badai datang, peganglah tanganku dan berikan aku ketenangan untuk percaya bahwa Engkau selalu menyertaiku. Amin.