Aku orang Tarsus, izinkan bicara

Kisah Para Rasul 21:39

Paulus menjelaskan jati dirinya

Namun, Paulus berkata, “Aku adalah orang Yahudi dari Tarsus, Kilikia, seorang warga dari kota yang penting. Aku mohon, izinkan aku berbicara kepada orang-orang itu.”

Kisah Para Rasul 21:39 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 21:39?

Paulus mengoreksi kesalahpahaman tersebut dengan menjelaskan identitasnya sebagai orang Yahudi dari Tarsus, kota yang terkenal. Dengan menyebut kewarganegaraannya, ia membangun kredibilitas dan meminta izin untuk berbicara kepada orang banyak.

Latar belakang

Meluruskan dan minta izin

Paulus menjelaskan: aku orang Yahudi dari Tarsus, Kilikia, warga kota penting. Lalu dia memohon izin berbicara kepada massa. Dengan tenang dia menegaskan jati dirinya yang terhormat.

Di mana

Yerusalem

Tangga benteng Antonia

Kapan

~57 M

Penangkapan Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Disangka pemberontak Mesir
Paulus diizinkan bicara
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Orang Yahudi, warga kota Tarsus yang penting

K

Kepada

Komandan Romawi

Kepala pasukan yang masih menyelidiki

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

Ταρσός

Tarsos · Tarsus

kota di Kilikia

πολίτης

politēs · citizen

warga kota

δέομαι

deomai · I beg

memohon dengan sungguh

Sebagai 'politēs' kota penting, Paulus menegaskan statusnya yang patut didengar.

Tahukah kamu

Tarsus kota universitas

Tarsus terkenal sebagai pusat pendidikan dan filsafat. Menyebut diri dari Tarsus sama dengan bilang dia orang berpendidikan dari kota bergengsi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 21:39

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 21:39

✕  Sering dikira

"Paulus orang kampung tak terpelajar."

✓  Yang sebenarnya

Dia dari Tarsus, kota pusat pendidikan terkemuka.

✕  Sering dikira

"Dia memaksa bicara."

✓  Yang sebenarnya

Dia sopan 'memohon' izin, bukan menuntut.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 21:39

Penting untuk mengenali identitas dan latar belakang kita, karena hal itu dapat membantu kita dalam berkomunikasi dan membangun kepercayaan. Gunakan apa yang Tuhan berikan—baik itu pendidikan, pengalaman, atau status—untuk kemuliaan-Nya.

Tuhan, ajari aku untuk menggunakan identitas dan keahlianku dengan rendah hati untuk kebaikan dan kesaksian-Mu. Amin.