Bukankah kau si pemberontak Mesir?

Kisah Para Rasul 21:38

Salah kira komandan

Kalau begitu, kamu bukan orang Mesir yang beberapa waktu lalu menimbulkan pemberontakan dan memimpin empat ribu orang pembunuh ke padang gurun?”

Kisah Para Rasul 21:38 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 21:38?

Kepala pasukan Romawi mengira Paulus adalah seorang pemberontak Mesir yang memimpin empat ribu orang ke padang gurun. Ini menunjukkan bahwa Paulus disalahpahami, dan situasinya sangat genting karena tuduhan yang serius.

Latar belakang

Disangka teroris buron

Komandan menyangka Paulus orang Mesir yang dulu memimpin pemberontakan dan membawa empat ribu pembunuh ke padang gurun. Dia kira sudah menangkap buron berbahaya. Ternyata salah orang.

Di mana

Yerusalem

Pintu benteng Antonia

Kapan

~57 M

Penangkapan Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Komandan terkejut
Paulus menjelaskan asalnya
Kamu di sini
K

Yang berbicara

Komandan Romawi

Kepala pasukan yang salah mengenali Paulus

P

Kepada

Paulus

Tahanan yang ternyata bukan teroris

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

Αἰγύπτιος

Aigyptios · Egyptian

orang Mesir

ἀναστατόω

anastatoō · revolt

membuat huru-hara, memberontak

σικάριοι

sikarioi · assassins

pembunuh berpisau (sicarii)

Kata 'sikarioi' adalah teroris bersenjata belati — komandan kira Paulus pemimpin mereka.

Tahukah kamu

Si Mesir itu tokoh nyata

Sejarawan kuno mencatat seorang 'nabi Mesir' yang memimpin pemberontakan gagal lalu kabur. Komandan mengira Paulus si buron yang muncul lagi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 21:38

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 21:38

✕  Sering dikira

"Komandan tahu persis siapa Paulus."

✓  Yang sebenarnya

Dia justru salah kira Paulus teroris Mesir buron.

✕  Sering dikira

"Si Mesir cuma tokoh khayalan."

✓  Yang sebenarnya

Sumber sejarah kuno mencatat pemberontak Mesir yang nyata.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 21:38

Sering kali kita disalahpahami karena penampilan atau keadaan. Seperti Paulus, kita perlu bersabar dan menjelaskan dengan jelas siapa kita sebenarnya, tanpa terbawa emosi.

Ya Tuhan, ketika aku disalahpahami, tolong aku untuk tetap tenang dan mampu menjelaskan kebenaran dengan damai, seperti Paulus. Amin.