Mereka mengantar Paulus ke kapal untuk terakhir kali
Kisah Para Rasul 20:38
Pidato Perpisahan Paulus kepada Para Penatua Efesus
“mereka sangat bersedih, terutama karena kata-kata yang ia katakan bahwa mereka tidak akan melihat wajahnya lagi. Lalu, mereka menemani Paulus ke kapal.”Kisah Para Rasul 20:38 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka sangat berdukacita, terlebih- lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.”Kisah Para Rasul 20:38 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka sangat sedih, terutama karena Paulus berkata bahwa mereka tidak akan melihat dia lagi. Lalu mereka mengantarkannya sampai ke kapal.”Kisah Para Rasul 20:38 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka sangat sedih, terlebih karena Paulus mengatakan bahwa mereka tidak akan bertemu dia lagi. Lalu orang-orang itu mengantarkan Paulus dan kami ke kapal.”Kisah Para Rasul 20:38 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Sorrowing most of all for the words which he spake, that they should see his face no more. And they accompanied him unto the ship.”Kisah Para Rasul 20:38 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 20:38?
Ayat ini menyoroti kesedihan para penatua terutama karena Paulus berkata mereka tidak akan melihat wajahnya lagi. Mereka kemudian mengantarnya ke kapal, menunjukkan penghormatan dan kasih mereka. Ini menegaskan kepastian perpisahan dan betapa berartinya Paulus bagi mereka.
Latar belakang
Duka perpisahan yang paling dalam
Yang paling menyakitkan bagi mereka adalah kata-kata Paulus sendiri: bahwa mereka tidak akan melihat wajahnya lagi. Itu yang membuat kesedihan ini berbeda dari perpisahan biasa. Mereka tidak hanya kehilangan pemimpin untuk sementara — mereka mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya.
Di mana
Miletus — pelabuhan
Tepi dermaga saat Paulus naik ke kapal untuk melanjutkan perjalanan
Kapan
~58 M
Detik-detik terakhir perpisahan
Yang berbicara
Lukas (narator)
Tabib dan rekan perjalanan Paulus, saksi mata momen ini
Kepada
Para penatua jemaat Efesus
Pemimpin jemaat yang mengantar Paulus sampai ke kapal
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὀδυνώμενοι
bersedih · grieving
Odynomenoi — merasakan nyeri/kesedihan yang dalam; bukan sekadar sedih ringan tapi kesedihan yang menyakitkan
μάλιστα
terutama · especially
Malista — di atas segalanya, yang paling utama; Lukas menunjukkan apa yang paling memukul mereka
προέπεμπον
menemani · they accompanied
Proepempon — mengiring seseorang dalam perjalanannya, mengantar; tanda penghormatan dan kasih
Odynomenoi (kesakitan karena kesedihan) malista (terutama) karena kata-kata Paulus tentang tidak akan bertemu lagi — ini penutup yang memilukan sekaligus manusiawi. Proepempon (mengantar) adalah cara mereka memperlambat saat perpisahan.
Tahukah kamu
Para penatua mengantar Paulus ke kapal — bukan sebaliknya
Ini menunjukkan kedalaman perpisahan ini: mereka tidak melepas Paulus di tempat pertemuan, tapi mengiringinya sampai kapal. Seperti keluarga yang mengantar anggota yang pergi jauh ke bandara — tidak rela berpisah sampai harus benar-benar berpisah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 20:38
Kisah Para Rasul 21:5
Pola yang sama persis diulang di Tirus — mengantarkan sampai ke kapal dengan doa
“Ketika waktu kami di sana sudah habis... mereka semua, bersama istri dan anaknya, mengantarkan kami sampai ke luar kota. Lalu, setelah berlutut di pantai dan berdoa...”
Filipi 1:8
Rindu Paulus yang timbal balik terhadap jemaat yang ia kasihi
“...sebab Allah adalah saksiku, betapa aku rindu kepada kamu semua dengan kasih mesra Kristus Yesus.”
2 Timotius 1:4
Kerinduan Paulus akan pertemuan yang tulus dengan orang-orang yang ia kasihi
“...aku teringat akan air matamu dan aku ingin melihat kamu, supaya aku penuh dengan sukacita.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 20:38
✕ Sering dikira
Kesedihan yang besar ini menunjukkan jemaat Efesus terlalu bergantung pada Paulus
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak mengkritik kesedihan ini — ini ekspresi kasih yang sah. Paulus sendiri juga merindu mereka
✕ Sering dikira
Setelah perpisahan ini Paulus tidak pernah berpikir tentang Efesus lagi
✓ Yang sebenarnya
Paulus menulis surat Efesus dari penjara Roma — ia terus memikirkan dan mendoakan mereka bahkan di balik jeruji
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 20:38
Perpisahan memang menyakitkan, terutama saat kita tahu tidak akan bertemu lagi di dunia ini. Namun, kita bisa menguatkan satu sama lain dengan mengingat bahwa dalam Kristus, perpisahan hanya sementara dan ada pengharapan pertemuan kekal. Jangan sia-siakan waktu bersama orang yang kita kasihi; sampaikan kasih dan pengajaran yang membangun.
Tuhan, tolong kami untuk menghargai setiap momen bersama orang yang kami kasihi dan memberikan penghiburan saat perpisahan, karena kami percaya pada pengharapan kekal di dalam Kristus. Amin.