Paulus pamit dari Efesus menuju Makedonia
Kisah Para Rasul 20:1
Perjalanan Terakhir Paulus ke Yerusalem
“Setelah kerusuhan itu berakhir, Paulus mengundang para murid, dan setelah menguatkan hati mereka, ia berpamitan dengan mereka dan pergi menuju ke Makedonia.”Kisah Para Rasul 20:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah reda keributan itu, Paulus memanggil murid-murid dan menguatkan hati mereka. Dan sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedonia.”Kisah Para Rasul 20:1 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah keadaan di Efesus tenteram kembali, Paulus mengumpulkan jemaat dan memberi dorongan kepada mereka. Kemudian ia mengucapkan selamat tinggal lalu meneruskan perjalanannya ke Makedonia.”Kisah Para Rasul 20:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah kerusuhan itu berakhir, Paulus mengumpulkan semua pengikut Yesus dan berpamitan dengan mereka, lalu berangkat ke provinsi Makedonia.”Kisah Para Rasul 20:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And after the uproar was ceased, Paul called unto him the disciples, and embraced them, and departed for to go into Macedonia.”Kisah Para Rasul 20:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 20:1?
Setelah kerusuhan di Efesus mereda, Paulus mengumpulkan murid-murid, menguatkan mereka, lalu berpamitan dan melanjutkan perjalanan ke Makedonia. Ini menunjukkan bahwa Paulus tidak hanya fokus pada pemberitaan Injil, tetapi juga memperhatikan penguatan dan pemuridan jemaat lokal sebelum melangkah ke wilayah baru.
Latar belakang
Paulus meninggalkan Efesus setelah kerusuhan
Setelah keributan besar yang dipicu Demetrius si tukang perak, Paulus memutuskan sudah waktunya pergi. Ia kumpulkan para murid, bicara dari hati ke hati untuk menguatkan mereka, lalu berpamitan. Rute berikutnya: Makedonia — wilayah di utara Yunani sekarang.
Di mana
Efesus
Kota pelabuhan besar di pesisir barat Asia Kecil
Kapan
~57 M
Perjalanan misi ketiga Paulus
Yang berbicara
Lukas (narator)
Tabib dan rekan perjalanan Paulus, penulis Kisah Para Rasul
Kepada
Teofilus dan pembaca awal
Orang percaya non-Yahudi di dunia Yunani-Romawi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παρακαλέσας
menguatkan hati · encouraged
Parakaleo — memanggil seseorang untuk datang dekat, lalu menguatkan atau menghibur
ἐξῆλθεν
pergi · departed
Exelthen — keluar meninggalkan tempat; menandai momen perpisahan yang nyata
Μακεδονίαν
Makedonia · Macedonia
Wilayah Yunani utara, kini bagian dari Yunani dan Makedonia Utara modern
Paulus tidak kabur terburu-buru — ia parakaleo dulu, menguatkan hati jemaat, sebelum exelthen pergi. Kepemimpinan sejati tidak meninggalkan orang dalam keadaan panik.
Tahukah kamu
Kerusuhan Efesus berlangsung dua jam penuh
Kisah 19 mencatat ribuan orang berteriak 'Agung Diana orang Efesus!' selama dua jam di teater yang muat 25.000 penonton — salah satu amfiteater terbesar di dunia kuno.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 20:1
2 Korintus 2:12-13
Konteks perjalanan ke Makedonia yang sama
“Aku pergi ke Troas untuk memberitakan Injil Kristus... tetapi hatiku tidak tenang karena aku tidak menemukan saudaraku Titus di sana.”
Kisah Para Rasul 19:21
Rencana perjalanan yang ditetapkan sebelumnya
“Paulus memutuskan dalam roh untuk melalui Makedonia dan Akhaia, lalu pergi ke Yerusalem.”
Filipi 4:15
Hubungan Paulus dengan jemaat Makedonia
“Kamu sendiri tahu bahwa pada awal pemberitaan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 20:1
✕ Sering dikira
'Menguatkan hati' berarti Paulus memberi ceramah motivasi
✓ Yang sebenarnya
Parakaleo itu lebih personal — hadir di samping seseorang, bukan pidato di depan layar besar
✕ Sering dikira
Paulus pergi karena takut setelah kerusuhan
✓ Yang sebenarnya
Teks menunjukkan ia pergi sesuai rencana yang sudah ditetapkan sejak pasal 19 — bukan lari dari kerusuhan
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 20:1
Sebelum kita bergerak ke hal baru, penting untuk memperkuat komunitas yang ada. Luangkan waktu untuk menguatkan orang-orang di sekitar kita sebelum melangkah maju.
Tuhan, ajar kami untuk saling menguatkan dan tidak terburu-buru meninggalkan tanggung jawab kami. Amin.