Matahari gelap, bulan darah sebelum hari Tuhan
Kisah Para Rasul 2:20
Roh Kudus Turun, Gereja Lahir
“Matahari akan diubah menjadi kegelapan dan bulan menjadi darah, sebelum hari Tuhan yang besar dan mulia datang.”Kisah Para Rasul 2:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.”Kisah Para Rasul 2:20 · TB
Terjemahan Baru
“Matahari akan menjadi gelap, bulan menjadi merah seperti darah sebelum Hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu datang.”Kisah Para Rasul 2:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Matahari akan menjadi gelap, dan bulan akan menjadi merah seperti darah. Sesudah itu, TUHAN akan mendatangkan suatu hari yang sangat dahsyat.”Kisah Para Rasul 2:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The sun shall be turned into darkness, and the moon into blood, before that great and notable day of the Lord come:”Kisah Para Rasul 2:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 2:20?
Ayat ini mengutip nubuat Yoel bahwa sebelum hari Tuhan yang besar dan mulia, matahari akan gelap dan bulan menjadi darah. Ini menunjukkan bahwa hari Tuhan adalah momen penting yang membutuhkan persiapan rohani.
Latar belakang
Gambaran yang menakutkan sebelum kabar baik
Petrus sengaja tidak memotong nubuatan Yoel di bagian yang menyenangkan. Ia memasukkan bagian yang gelap juga — matahari hitam, bulan darah. Ini penting karena menunjukkan bahwa sebelum 'hari Tuhan', ada penghakiman. Tapi kalimat berikutnya justru adalah kabar baik: semua yang memanggil nama Tuhan diselamatkan.
Di mana
Yerusalem
Area publik, Petrus melanjutkan kutipan nubuatan Yoel
Kapan
~30 M
Khotbah Petrus — nubuatan tentang hari Tuhan
Yang berbicara
Petrus (mengutip Yoel)
Nelayan dari Galilea, sedang mengutip nubuatan Yoel tentang hari Tuhan
Kepada
Orang Yahudi dan penduduk Yerusalem
Ribuan peziarah yang familiar dengan bahasa apokaliptik Yahudi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
σκότος
kegelapan · darkness
Gelap pekat — lebih dari sekedar malam; simbol ketiadaan terang ilahi
αἷμα
darah · blood
Warna bulan yang tampak merah — juga simbol kematian dan penghakiman
μεγάλην καὶ ἐπιφανῆ
besar dan mulia · great and glorious
Dahsyat dan megah — hari yang tidak bisa diabaikan siapapun
Kontras antara 'kegelapan dan darah' dengan 'besar dan mulia' menciptakan ketegangan yang Petrus sengaja pertahankan — hari Tuhan adalah hari yang menakutkan sekaligus agung, tergantung di mana seseorang berdiri.
Tahukah kamu
Gerhana matahari dan bulan darah pernah terjadi dekat Penyaliban
Beberapa sejarawan mencatat ada gerhana bulan yang membuat bulan tampak merah (bulan darah) pada musim Paskah 33 M, tepat saat penyaliban Yesus. Ini mungkin mengapa Petrus merasa relevan mengutip bagian ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 2:20
Amos 5:18
Nabi Amos memperingatkan bahwa hari Tuhan bukan otomatis hari kemenangan bagi Israel
“Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apa gunanya hari TUHAN bagimu?”
Matius 27:45
Saat penyaliban, kegelapan benar-benar terjadi — penggenapan parsial
“Mulai dari jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga...”
Wahyu 1:7
Hari kedatangan Tuhan yang terakhir
“Lihat, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 2:20
✕ Sering dikira
'Hari Tuhan yang dimaksud sudah terjadi di tahun 70 M saat Yerusalem dihancurkan'
✓ Yang sebenarnya
Penghancuran Yerusalem mungkin adalah penggenapan sebagian, tapi 'hari Tuhan yang besar dan mulia' dalam konteks nubuatan menunjuk pada kedatangan akhir yang belum terjadi
✕ Sering dikira
'Bulan darah adalah fenomena astronomi biasa yang tidak ada maknanya'
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks Yoel dan kutipan Petrus, bulan darah adalah tanda pengingat bahwa sejarah bergerak menuju titik klimaks
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 2:20
Hari Tuhan bisa datang kapan saja, jadi kita harus hidup dalam kesiapan dan kewaspadaan. Jangan biarkan kesibukan dunia membuat kita lupa bahwa kita hidup untuk kemuliaan-Nya.
Ya Bapa, mampukan kami untuk hidup dalam terang-Mu, siap sedia menyambut kedatangan Yesus, dan tetap berpegang pada janji-Mu. Amin.