Teriakan menggema di kota

Kisah Para Rasul 19:28

'Besarlah Artemis!' diteriakkan

Ketika mereka mendengar hal ini, mereka menjadi sangat marah dan berteriak-teriak, “Besarlah Artemis, dewi orang Efesus!”

Kisah Para Rasul 19:28 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 19:28?

Orang-orang yang mendengar pidato Demetrius menjadi sangat marah dan berteriak-teriak, 'Besarlah Artemis, dewi orang Efesus!' Mereka terbawa emosi dan menunjukkan kesetiaan yang kuat kepada dewi mereka.

Latar belakang

Emosi memuncak jadi slogan

Mendengar pidato Demetrius, para tukang sangat marah dan berteriak 'Besarlah Artemis, dewi orang Efesus!'. Slogan itu jadi pemantik amarah massal. Logika digantikan oleh teriakan.

Di mana

Efesus

Pertemuan yang berubah jadi amarah massa

Kapan

~55 M

Akhir masa di Efesus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Wibawa Artemis terancam
Kota jadi kacau
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Para tukang perak

Massa yang tersulut amarah dan slogan

S

Kepada

Seisi kota Efesus

Warga yang ikut terbawa teriakan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

πλήρεις θυμοῦ

plēreis thymou · full of wrath

dipenuhi kemarahan meledak

ἔκραζον

ekrazon · cried out

berteriak keras berulang-ulang

μεγάλη

megalē · great

besar, agung

'Penuh amarah', mereka 'berteriak' bahwa Artemis 'besar', emosi menggantikan akal.

Tahukah kamu

Slogan kebanggaan kota

Frasa 'Besarlah Artemis orang Efesus' kemungkinan sudah jadi semboyan populer; mudah diteriakkan beramai-ramai untuk membakar semangat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 19:28

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 19:28

✕  Sering dikira

"Teriakan itu argumen yang kuat."

✓  Yang sebenarnya

Itu luapan emosi, bukan bukti; teriakan tak membuktikan kebenaran.

✕  Sering dikira

"Massa ini paham betul masalahnya."

✓  Yang sebenarnya

Ayat berikutnya menunjukkan banyak yang tak tahu kenapa mereka berkumpul.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 19:28

Terkadang kita ikut-ikutan dalam emosi massa tanpa berpikir jernih. Berlatihlah untuk memeriksa setiap reaksi kita, apakah itu berasal dari kebenaran atau hanya dibawa oleh suasana sekitar.

Ya Allah, berikan aku ketenangan dan kejernihan pikiran agar tidak mudah terprovokasi oleh emosi orang banyak, tetapi selalu berpegang pada kebenaran-Mu. Amin.