Keturunan Allah tidak seharusnya menyembah patung emas atau batu

Kisah Para Rasul 17:29

Dari Tesalonika ke Atena: Injil Menembus Filsafat

Jadi, karena kita adalah keturunan Allah, kita seharusnya tidak berpikir bahwa keadaan Ilahi itu seperti emas, atau perak, atau batu, sebuah wujud yang diciptakan dari keterampilan dan pemikiran manusia.

Kisah Para Rasul 17:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 17:29?

Karena kita adalah keturunan Allah (mengutip puisi Aratus), kita tidak boleh berpikir bahwa Allah itu seperti patung emas, perak, atau batu buatan manusia. Allah itu hidup, bukan benda mati, jadi kita harus menyembah Dia secara rohani, bukan dengan benda-benda.

Latar belakang

Argumen yang memukul dari dalam

Ini adalah kesimpulan logis yang Paulus tarik dari premis pujangga Yunani sendiri: kalau kita adalah keturunan Allah, maka Allah pasti lebih tinggi dan lebih baik dari kita. Lantas bagaimana mungkin kita bisa menggambarkan-Nya sebagai emas, perak, atau batu yang lebih rendah dari kita? Argumen ini tidak bisa ditolak dengan mudah.

Di mana

Areopagus, Atena

Forum di mana patung-patung emas dan batu berbagai dewa terlihat di sekitar kota

Kapan

~50 M

Perjalanan misi kedua Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Paulus mengutip: 'kita juga adalah keturunan-Nya'
Perintah pertobatan karena hari penghakiman sudah ditentukan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul yang membangun argumen logis dari premis filsafat Yunani

F

Kepada

Forum Areopagus Atena

Orang-orang yang menerima premis bahwa manusia adalah keturunan ilahi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

τὸ θεῖον

keadaan Ilahi · divine nature

Sifat Allah atau yang ilahi — tidak bisa direduksi menjadi sebuah objek fisik

χρυσῷ ἢ ἀργύρῳ ἢ λίθῳ

emas, atau perak, atau batu · gold or silver or stone

Material berharga tapi tidak bernyawa — tidak bisa mewakili yang ilahi

τέχνης καὶ ἐνθυμήσεως ἀνθρώπου

keterampilan dan pemikiran manusia · art and imagination

Produk kreativitas manusia — yang lebih rendah dari Allah tidak bisa mewakili yang lebih tinggi

Argumen Paulus bersifat logis dan tidak membutuhkan Kitab Suci Ibrani: kalau kita adalah keturunan Allah, maka Allah pasti lebih tinggi dari kita — dan objek yang kita buat tentu lebih rendah dari kita, apalagi dari Allah.

Tahukah kamu

Beberapa filsuf Yunani sendiri sudah mengkritik penyembahan patung

Xenophanes (abad ke-6 SM) sudah mengkritik kebiasaan Yunani menggambarkan dewa dalam wujud manusia, berkata bahwa kalau sapi bisa membuat patung, mereka akan membuat dewa yang mirip sapi. Paulus berada dalam tradisi kritik yang sudah dikenal di Atena.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 17:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 17:29

✕  Sering dikira

'Paulus melarang seni atau karya visual karena semua bisa jadi berhala'

✓  Yang sebenarnya

Paulus tidak melarang seni — ia melarang menyamakan karya seni dengan keadaan ilahi. Masalahnya bukan materialnya tapi klaim bahwa material itu bisa mewakili atau mewujudkan Allah

✕  Sering dikira

'Argumen ini hanya relevan untuk budaya Yunani yang punya banyak patung'

✓  Yang sebenarnya

Argumennya universal: apa pun yang kita buat tidak bisa mewakili atau mengandung Allah secara penuh. Prinsip ini berlaku untuk semua budaya

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 17:29

Janganlah kita membuat 'berhala modern' seperti uang, karier, atau hiburan yang menggantikan Allah. Ingatlah bahwa kita diciptakan serupa dengan Allah yang hidup, jadi jangan puas dengan pengganti yang mati.

Bapa, ampunilah jika kami sering kali menempatkan hal-hal lain di atas-Mu; murnikan hati kami untuk hanya menyembah Engkau, Allah yang hidup. Amin.