Kaki dipasung di balok kayu penjara
Kisah Para Rasul 16:24
Perjalanan ke Makedonia dan Malam di Penjara Filipi
“Setelah menerima perintah itu, kepala penjara memasukkan Paulus dan Silas ke penjara bagian dalam dan memasung kaki mereka dengan belenggu.”Kisah Para Rasul 16:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.”Kisah Para Rasul 16:24 · TB
Terjemahan Baru
“Karena perintah itu, kepala penjara itu menahan mereka di kamar penjara yang paling dalam, dan membelenggu kaki mereka pada balok.”Kisah Para Rasul 16:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena perintah itu, maka kepala penjara memasukkan Paulus dan Silas ke dalam ruangan yang paling dalam dan aman dalam gedung itu. Kemudian kaki mereka dipasung.”Kisah Para Rasul 16:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Who, having received such a charge, thrust them into the inner prison, and made their feet fast in the stocks.”Kisah Para Rasul 16:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 16:24?
Kepala penjara menaati perintah dengan keras, memasukkan Paulus dan Silas ke penjara paling dalam dan membelenggu kaki mereka. Ini menunjukkan penindasan yang luar biasa, namun juga menjadi latar untuk mujizat Tuhan yang akan terjadi.
Latar belakang
Seluruh tubuh dalam posisi menyiksa
Belenggu kaki (xylon) bukan sekadar borgol — ini adalah balok kayu besar dengan beberapa lubang untuk merentangkan kaki ke posisi yang menyiksa. Dikombinasikan dengan luka bekas cambukan yang belum diobati, malam itu pastilah sangat menyakitkan secara fisik. Tapi dari kondisi inilah muncul nyanyian tengah malam yang terkenal.
Di mana
Penjara bagian dalam, Filipi
Sel terdalam penjara kota Filipi, dengan kaki dipasung di balok kayu
Kapan
~49 M
Malam pertama dalam tahanan
Yang berbicara
Lukas (narator)
Dokter dan teman perjalanan Paulus, penulis Kisah Para Rasul
Kepada
Teofilus
Pembaca kisah ini, kemungkinan pejabat Roma yang baru percaya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐσωτέρα φυλακή
penjara bagian dalam · inner prison
Sel paling aman dan terpencil — di sini paling sedikit kemungkinan kabur atau didengar orang luar
ξύλον
belenggu · stocks
Balok kayu dengan lubang untuk kaki — bisa merentangkan tubuh ke posisi yang sangat menyiksa, bukan sekadar menahan gerak
πούς
kaki · feet
Bagian tubuh yang dipasung — membuat gerakan apapun mustahil dilakukan
Detail fisik penderitaan ini disebut Lukas untuk mempertegas kontras dramatis: orang yang kesakitan secara fisik dan tidak berdaya justru yang memilih untuk bernyanyi kepada Allah.
Tahukah kamu
Xylon — alat penyiksa, bukan sekadar borgol
Kata Yunani 'xylon' (kayu) mengacu pada balok kayu dengan beberapa lubang yang bisa merentangkan kaki ke berbagai posisi yang menyakitkan. Di beberapa interpretasi, ini juga mengikat leher dan tangan. Bukan hanya menahan, tapi secara aktif menyiksa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 16:24
Yeremia 20:2
Nabi yang juga dipasung — pola penderitaan utusan Allah
“Maka Pasyhur memukul Yeremia, lalu memasungnya dalam lubang di pintu gerbang Benyamin Atas.”
Kisah Para Rasul 5:18
Para rasul di penjara — bukan pengalaman baru bagi komunitas iman
“Mereka menangkap rasul-rasul itu dan memasukkan mereka ke dalam penjara umum.”
2 Timotius 2:9
Paulus sendiri merujuk pada pengalaman dibelenggu dalam pelayanan
“Karena Injil itu aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 16:24
✕ Sering dikira
Dipasung di penjara berarti mereka sepenuhnya tak berdaya untuk melakukan apa pun
✓ Yang sebenarnya
Justru dari posisi yang paling tidak berdaya secara fisik ini muncul puja-pujian yang mengubah situasi secara dramatis
✕ Sering dikira
Kepala penjara hanya menjalankan prosedur standar
✓ Yang sebenarnya
Memasukkan ke penjara bagian dalam dan membelenggu kaki adalah tindakan keamanan ekstrem — menunjukkan betapa seriusnya tuduhan terhadap Paulus dan Silas
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 16:24
Ketika kita berada dalam situasi yang tampak tidak ada harapan, ingatlah bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita. Dia dapat membebaskan kita secara ajaib, atau memberi kita damai sejahtera di tengah penderitaan.
Tuhan, saat kami merasa terikat dan tertekan oleh keadaan, ingatkan kami bahwa Engkau selalu hadir dan sanggup melepaskan kami. Amin.