Dipukuli dan dilempar ke penjara terdalam
Kisah Para Rasul 16:23
Perjalanan ke Makedonia dan Malam di Penjara Filipi
“Setelah masih menganiaya Paulus dan Silas dengan banyak pukulan, mereka melemparkannya ke dalam penjara dan memerintahkan kepala penjara untuk menjaga Paulus dan Silas dengan ketat.”Kisah Para Rasul 16:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh- sungguh.”Kisah Para Rasul 16:23 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah mereka dicambuk dengan hebat, mereka dimasukkan ke dalam penjara. Kepala penjara disuruh menjaga mereka dengan ketat.”Kisah Para Rasul 16:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah dipukuli sampai babak belur, mereka dimasukkan ke dalam penjara. Pejabat-pejabat kota menyuruh kepala penjara untuk menjaga mereka dengan ketat.”Kisah Para Rasul 16:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when they had laid many stripes upon them, they cast them into prison, charging the jailor to keep them safely:”Kisah Para Rasul 16:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 16:23?
Setelah dipukuli dengan keras, Paulus dan Silas dimasukkan ke penjara dengan perintah penjagaan ketat. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka, menunjukkan bahwa mereka diperlakukan sebagai penjahat berat.
Latar belakang
Kondisi terburuk: dipukul lalu dikurung
Setelah dicambuk, Paulus dan Silas langsung dilempar ke penjara tanpa perawatan luka. Mereka ditempatkan di 'penjara bagian dalam' — sel paling aman dan terpencil, biasanya tanpa cahaya dan ventilasi. Kepala penjara mendapat perintah khusus: jaga ketat. Situasi tampak seperti jalan buntu total.
Di mana
Penjara Filipi
Penjara kota koloni Filipi, dengan bagian dalam yang paling aman dan gelap
Kapan
~49 M
Malam pertama di penjara Filipi
Yang berbicara
Lukas (narator)
Dokter dan teman perjalanan Paulus, penulis Kisah Para Rasul
Kepada
Teofilus
Pembaca kisah ini, kemungkinan pejabat Roma yang baru percaya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πολλάς πληγάς
banyak pukulan · many blows
Jamak dari 'plēgē' (pukulan) — menunjukkan hukuman yang brutal dan berulang, bukan hanya beberapa kali
ἐσωτέρα φυλακή
penjara bagian dalam · inner prison
Sel paling dalam dan aman — jauh dari cahaya, udara segar, dan harapan kabur
ἀσφαλῶς τηρέω
menjaga dengan ketat · guard carefully
Perintah keamanan maksimum — kepala penjara bertanggung jawab penuh atas tahanan ini
Situasi di ayat ini adalah titik terendah narasi — dipukul, dilempar ke sel terdalam, dalam kegelapan. Tapi justru dari titik terendah ini keajaiban muncul di tengah malam.
Tahukah kamu
Penjara di zaman Romawi bukan hukuman jangka panjang
Di dunia Romawi, penjara biasanya adalah tempat penahanan sementara menunggu pengadilan atau eksekusi — bukan hukuman itu sendiri. Melempar seseorang ke penjara berarti mereka sedang menunggu keputusan berikutnya, yang bisa berupa kematian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 16:23
Mazmur 88:6
Gambaran kegelapan dan keterpurukan yang dialami Paulus
“Di dalam liang kubur, di tempat yang paling gelap, di lubang yang paling dalam.”
Ibrani 11:36-37
Daftar penderitaan orang beriman yang mencakup pemenjaraan
“Ada pula yang diolok-olok, yang didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.”
2 Korintus 4:8-9
Paulus mendeskripsikan pengalamannya dalam kata-kata yang cocok dengan momen ini
“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 16:23
✕ Sering dikira
Paulus dan Silas menderita karena melakukan sesuatu yang salah
✓ Yang sebenarnya
Mereka dipenjarakan karena membebaskan seseorang dan para pemiliknya kehilangan uang — ketidakadilan yang nyata
✕ Sering dikira
Situasi ini menunjukkan bahwa Tuhan meninggalkan mereka
✓ Yang sebenarnya
Lukas justru akan menunjukkan bahwa Tuhan hadir secara dramatis di tengah situasi yang tampak paling hopeless ini
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 16:23
Terkadang kita menderita karena melakukan kebenaran. Penderitaan ini dapat menjadi kesempatan untuk bersaksi dan memuliakan Tuhan melalui sikap dan doa kita, seperti yang Paulus dan Silas lakukan.
Bapa, saat kami harus menanggung penderitaan karena iman, kuatkanlah iman kami dan jadikan kami saksi-Mu bahkan dalam keadaan tertekan. Amin.