Paulus menolak membawa Markus yang pernah meninggalkan mereka
Kisah Para Rasul 15:38
Perpecahan yang Menyakitkan: Paulus dan Barnabas Berpisah
“Akan tetapi, Paulus menganggap bahwa tidak seharusnya mengajak orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak pergi bersama mereka untuk pekerjaan itu.”Kisah Para Rasul 15:38 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.”Kisah Para Rasul 15:38 · TB
Terjemahan Baru
“tetapi Paulus merasa tidak baik membawa Markus, yang tidak mau bekerja bersama-sama dengan mereka dan meninggalkan mereka di Pamfilia.”Kisah Para Rasul 15:38 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun Paulus tidak mau membawa dia, karena Markus pernah meninggalkan pekerjaan pelayanan mereka di Pamfilia.”Kisah Para Rasul 15:38 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But Paul thought not good to take him with them, who departed from them from Pamphylia, and went not with them to the work.”Kisah Para Rasul 15:38 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 15:38?
Paulus menolak membawa Yohanes Markus karena dia telah meninggalkan mereka di Pamfilia sebelumnya. Paulus menganggap bahwa orang yang tidak setia dalam tugas tidak layak diikutsertakan lagi, karena pelayanan membutuhkan komitmen dan keteguhan.
Latar belakang
Paulus dan prinsip konsistensi dalam pelayanan
Paulus menganggap bahwa tidak seharusnya membawa seseorang yang pernah meninggalkan tim di tengah pekerjaan. Ia merujuk pada insiden di Pamfilia (Kisah 13:13) ketika Markus pulang ke Yerusalem. Bagi Paulus, misi yang serius butuh anggota yang bisa diandalkan konsisten.
Di mana
Antiokhia, Siria
Konflik antara dua misionaris senior
Kapan
~49 M
Puncak konflik antara Paulus dan Barnabas
Yang berbicara
Paulus
Misionaris yang memegang standar tinggi untuk anggota tim misi
Kepada
Barnabas
Yang bersikeras membawa Markus dan tidak setuju dengan posisi Paulus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἠξίου
menganggap · thought
Memandang sebagai layak atau tidak layak — penilaian yang serius dan deliberat
ἀποστάντα
meninggalkan · deserted
Memisahkan diri, menarik diri — kata yang bisa berkonotasi pengkhianatan atau desersi
ἔργον
pekerjaan · work
Tugas atau misi yang sedang dikerjakan — sesuatu yang serius dan berkomitmen
Paulus ἠξίου (menilai tidak layak) membawa yang ἀποστάντα (meninggalkan) di tengah ἔργον (pekerjaan) — standar konsistensi yang berakar pada tanggung jawab terhadap misi, bukan sekadar dendam pribadi.
Tahukah kamu
Mengapa Markus pergi di Pamfilia?
Kisah 13:13 hanya mencatat bahwa Markus 'meninggalkan mereka' tanpa memberi alasan. Spekulasi bermacam-macam: mungkin sakit, mungkin takut memasuki daratan yang lebih berbahaya, atau mungkin tidak setuju dengan arah misi. Lukas sengaja membiarkan alasannya misterius.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 15:38
Kisah Para Rasul 13:13
Insiden yang Paulus rujuk sebagai alasan penolakannya
“Akan tetapi, Yohanes meninggalkan mereka di Perga dan kembali ke Yerusalem”
Lukas 9:62
Konsistensi dan komitmen sebagai nilai penting dalam pelayanan
“Setiap orang yang siap memegang bajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah”
2 Timotius 4:11
Rekonsiliasi Paulus dengan Markus di kemudian hari
“Bawalah Markus dan ajaklah dia bersamamu, karena pelayanannya sangat berguna bagiku”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 15:38
✕ Sering dikira
Paulus tidak punya hati dan tidak mau mengampuni Markus
✓ Yang sebenarnya
Penolakan Paulus bukan soal pengampunan pribadi tapi pertimbangan praktis tentang keandalan tim misi — dan akhirnya ia berdamai dengan Markus
✕ Sering dikira
Ini membuktikan Paulus lebih benar dari Barnabas
✓ Yang sebenarnya
Lukas tidak memihak — ia hanya merekam bahwa keduanya punya perspektif yang berbeda dan keduanya kemudian berjalan dengan hasil misi yang nyata
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 15:38
Kadang kita harus mengambil keputusan sulit demi integritas dan efektivitas pelayanan, meskipun itu berarti tidak mengikutsertakan seseorang. Namun, kita juga perlu belajar mengampuni dan memberi kesempatan kedua, seperti yang kemudian terjadi pada Markus.
Ya Tuhan, ajarku untuk bertindak dengan bijak dan adil dalam setiap keputusan, serta murah hati untuk memberi kesempatan kedua. Amin.