'Allah tunjukkan: jangan sebut orang najis'

Kisah Para Rasul 10:28

Saat penglihatan akhirnya jelas maknanya

Lalu, Petrus berkata kepada mereka, “Kamu tahu bahwa adalah kekejian bagi orang Yahudi untuk berhubungan atau mengunjungi orang bukan Yahudi, tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku bahwa aku tidak seharusnya menyebut siapa pun haram atau najis.

Kisah Para Rasul 10:28 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 10:28?

Petrus menjelaskan bahwa bagi orang Yahudi, bergaul dengan orang non-Yahudi dianggap haram, tetapi Allah telah mengajarkan kepadanya bahwa tidak ada manusia yang haram atau najis. Ini adalah perubahan besar dalam pemahaman Petrus, bahwa kasih Allah tidak membeda-bedakan orang, dan semua orang berhak menerima keselamatan.

Latar belakang

Penglihatan itu tentang orang

Petrus mengaku terus terang: bagi orang Yahudi, bergaul dengan non-Yahudi itu tabu, tapi Allah menunjukkan ia tak boleh menyebut siapa pun najis. Di sinilah arti kain dan binatang tadi terungkap — bukan soal makanan, tapi soal manusia.

Di mana

Kaisarea

Dalam rumah Kornelius, di hadapan banyak orang

Kapan

~37 M

Injil mulai menyeberang ke non-Yahudi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Petrus masuk
Petrus bertanya alasan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Petrus

Rasul yang kini paham arti penglihatannya

K

Kepada

Kornelius & tamunya

Keluarga dan teman non-Yahudi yang berkumpul

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἀθέμιτόν

athemiton · unlawful

tabu, terlarang

κολλᾶσθαι

kollasthai · associate

bergaul rapat

ἀκάθαρτον

akatharton · unclean

najis

Kata 'najis' kini dipakai untuk orang — dan Allah melarang Petrus memakainya begitu.

Tahukah kamu

Bukan hukum Taurat, tapi tradisi

Larangan bergaul dengan non-Yahudi bukan ada di Taurat secara harfiah, melainkan tradisi tambahan. Petrus membongkar tembok buatan manusia, bukan firman Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 10:28

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 10:28

✕  Sering dikira

"Penglihatan itu hanya soal jenis makanan."

✓  Yang sebenarnya

Petrus sendiri menjelaskan: ini soal tidak menyebut orang najis.

✕  Sering dikira

"Larangan bergaul itu perintah Allah langsung."

✓  Yang sebenarnya

Itu tradisi tambahan, bukan firman; Allah justru membatalkannya.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 10:28

Kita harus memeriksa apakah kita memiliki prasangka atau diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Allah ingin kita melihat setiap orang sebagai berharga di mata-Nya, dan kita dipanggil untuk menerima mereka dengan kasih, bukan menghakimi berdasarkan latar belakang atau status.

Ya Allah, bersihkan hati kami dari segala prasangka dan sikap memandang rendah orang lain. Ajari kami untuk menerima setiap orang sebagaimana Engkau menerima kami. Amin.