'Apa yang Allah tahirkan, jangan najiskan'

Kisah Para Rasul 10:15

Saat Allah menulis ulang definisi tahir

Dan, suara itu berkata lagi kepadanya untuk kedua kalinya, “Apa yang telah Allah tahirkan, jangan sekali-kali kamu sebut haram.”

Kisah Para Rasul 10:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 10:15?

Suara itu menjawab bahwa apa yang telah Allah tahirkan, jangan disebut haram. Ini mengajarkan bahwa Allah berkuasa untuk mengubah status sesuatu, dan bahwa pembatasan makanan tidak lagi berlaku di era baru yang sedang Allah buka.

Latar belakang

Allah yang menentukan tahir

Suara itu menjawab tegas: yang sudah Allah tahirkan, jangan disebut haram. Intinya bukan soal Petrus boleh apa — tapi siapa yang berhak menentukan apa yang tahir. Allah, bukan tradisi manusia.

Di mana

Yope

Atap rumah Simon, dalam penglihatan

Kapan

~37 M

Injil mulai menyeberang ke non-Yahudi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Petrus menolak
Diulang tiga kali
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Suara dari surga

Suara ilahi yang berbicara kepada Petrus

P

Kepada

Petrus

Rasul Yahudi yang taat hukum kemurnian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἐκαθάρισεν

ekatharisen · cleansed

telah menahirkan

μὴ κοίνου

mē koinou · do not call common

jangan sebut haram

ὁ θεὸς

ho theos · God

Allah, sang pelaku

Allah sebagai subjek yang 'menahirkan' — keputusan ada di tangan-Nya, bukan tradisi.

Tahukah kamu

Kunci seluruh pasal

Ayat ini adalah jantung Kisah 10. Yang 'ditahirkan' bukan cuma babi — tapi orang-orang non-Yahudi seperti Kornelius, yang segera akan Petrus temui.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 10:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 10:15

✕  Sering dikira

"Ini hanya membatalkan aturan makanan."

✓  Yang sebenarnya

Pesan sesungguhnya: Allah menahirkan orang-orang dari bangsa lain juga.

✕  Sering dikira

"Petrus sendiri yang memutuskan apa tahir."

✓  Yang sebenarnya

Justru penekanannya: Allahlah yang menahirkan, bukan manusia.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 10:15

Kita perlu belajar untuk tidak menghakimi orang lain berdasarkan standar kita sendiri. Tuhan sanggup mentahbiskan dan menguduskan siapa saja yang Dia kehendaki.

Tuhan, ajar aku untuk melihat semua orang seperti Engkau melihat mereka, dan tidak cepat menghakimi. Amin.