Pertanyaan yang salah arah
Kisah Para Rasul 1:6
Dari Injil ke Kisah: Cerita Berlanjut
“Karena itu, ketika mereka berkumpul bersama, mereka bertanya kepada-Nya, “Tuhan, apakah ini waktunya Engkau memulihkan kerajaan bagi Israel?””Kisah Para Rasul 1:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"”Kisah Para Rasul 1:6 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika rasul-rasul itu berkumpul bersama-sama dengan Yesus, mereka bertanya kepada-Nya, "Tuhan, apakah sekarang Tuhan mau mendirikan kembali Pemerintahan bangsa Israel?"”Kisah Para Rasul 1:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika rasul-rasul berkumpul, mereka bertanya kepada Yesus, “Tuhan, apakah sekarang waktunya Engkau mendirikan kembali kerajaan Israel, supaya negeri kita ini berdiri sendiri dan tidak lagi berada di bawah kekuasaan kerajaan Romawi?””Kisah Para Rasul 1:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When they therefore were come together, they asked of him, saying, Lord, wilt thou at this time restore again the kingdom to Israel?”Kisah Para Rasul 1:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 1:6?
Para murid masih berharap bahwa Kerajaan Allah akan dipulihkan secara politis bagi Israel. Pertanyaan mereka menunjukkan kesalahpahaman tentang sifat kerajaan yang Yesus maksud, yang bersifat rohani dan bukan politik.
Latar belakang
Masih mikirin politik
Para rasul baru saja mendengar tentang Roh Kudus dan Kerajaan Allah selama 40 hari — tapi pertanyaan pertama yang mereka ajukan adalah: 'Kapan Israel merdeka kembali?' Ini menunjukkan bahwa harapan nasionalistis mereka masih sangat kuat. Mereka mengira 'Kerajaan Allah' berarti kerajaan Israel secara politis.
Di mana
Yerusalem
Pertemuan terakhir sebelum kenaikan Yesus
Kapan
~30 M
Sesaat sebelum kenaikan Yesus
Yang berbicara
Para rasul
Sebelas rasul yang masih berharap Yesus memulihkan kerajaan Israel
Kepada
Yesus
Hadir bersama mereka sebelum naik ke surga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀποκαθιστάνεις
memulihkan · restore
Apokathistanō = mengembalikan ke kondisi semula. Para rasul ingin kerajaan Daud dikembalikan seperti dulu.
βασιλείαν
kerajaan · kingdom
Basileia — para rasul memikirkan kerajaan politis Israel, tapi Yesus memaksudkan pemerintahan Allah yang jauh lebih luas.
Ἰσραήλ
Israel · Israel
Mereka masih berpikir dalam batas etnis dan nasional — padahal misi yang akan datang justru melampaui batas Israel.
Kontras antara 'kerajaan Israel' yang mereka tanyakan dan 'Kerajaan Allah' yang Yesus ajarkan selama 40 hari menunjukkan betapa sulitnya mengubah pola pikir yang sudah lama tertanam.
Tahukah kamu
Pertanyaan yang tidak naif
Di mata orang Yahudi abad pertama, pemulihan kerajaan Israel adalah janji Mesianik yang sah — para nabi memang berbicara tentang itu. Jadi pertanyaan para rasul ini bukan tolol, hanya masih terlalu sempit dalam memahami apa yang Yesus maksud.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 1:6
Lukas 24:21
Dua murid di jalan Emaus mengungkapkan harapan yang sama — Mesias sebagai pembebas politis.
“Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang akan membebaskan bangsa Israel.”
Yohanes 18:36
Yesus sudah pernah menjelaskan bahwa kerajaan-Nya berbeda dari kerajaan duniawi.
“Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini... Kerajaan-Ku bukan dari sini.”
Yehezkiel 37:21-22
Nubuat Yehezkiel tentang pemulihan Israel yang menjadi latar belakang harapan para rasul.
“Aku akan mengambil orang Israel dari antara bangsa-bangsa... dan Aku akan menjadikan mereka satu bangsa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 1:6
✕ Sering dikira
'Para rasul sudah sepenuhnya memahami misi Yesus saat itu.'
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan ini membuktikan bahwa pemahaman mereka masih terbatas — pemahaman penuh baru datang setelah Roh Kudus turun.
✕ Sering dikira
'Harapan akan pemulihan Israel sama sekali salah dan tidak alkitabiah.'
✓ Yang sebenarnya
Harapan itu berdasar nubuat nyata, hanya skala dan cara penggenapaannya jauh melampaui bayangan mereka.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 1:6
Kita sering memiliki ekspektasi sendiri tentang bagaimana Tuhan bekerja. Bersikaplah terbuka terhadap rencana-Nya yang lebih besar, melebihi pemahaman kita yang terbatas.
Tuhan, tolong kami mengerti kehendak-Mu yang lebih luas, bukan hanya keinginan pribadi kami. Amin.