Pujian Kekasih dari Mulut Manis hingga Semua yang Diidamkan
Kidung Agung 5:16
Cinta yang Bangkit: Kenangan dan Kerinduan dalam Kidung Agung
“Mulutnya manis, segala sesuatu darinya diidamkan. Inilah kekasihku! Inilah sahabatku, hai putri-putri Yerusalem.”Kidung Agung 5:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.”Kidung Agung 5:16 · TB
Terjemahan Baru
“Teramat manis tutur katanya, segala sesuatu padanya menarik. Begitulah kekasih dan sahabatku, hai putri-putri Yerusalem!”Kidung Agung 5:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.”Kidung Agung 5:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kidung Agung 5:16?
Ayat ini menyimpulkan pujian dengan menyebut mulut kekasih manis dan seluruh pribadinya begitu diidamkan. Perempuan itu menegaskan bahwa inilah kekasih dan sahabatnya, menunjukkan kasih yang utuh dan memuaskan.
Latar belakang
Ungkapan Kerinduan yang Paling Dalam
Setelah kehilangan kekasihnya di malam hari dan dianiaya oleh para penjaga, sang mempelai wanita merespons pertanyaan putri-putri Yerusalem tentang apa yang membuat kekasihnya begitu istimewa. Ayat ini adalah puncak dari penggambaran kekasih yang penuh kasih, dimulai dari mulutnya yang manis hingga seluruh tubuhnya yang diidamkan, menegaskan bahwa baginya kekasih itu tiada duanya.
Di mana
Yerusalem
Di dalam kota, setelah malam yang penuh kecemasan karena kehilangan kekasih
Kapan
~950 SM
Masa Raja Salomo dan puncak kerajaan Israel
Yang berbicara
Sang Mempelai Wanita
Seorang perempuan muda yang sedang jatuh cinta, dalam budaya pernikahan Israel kuno.
Kepada
Putri-putri Yerusalem
Kelompok perempuan yang menjadi teman curhat serta penjaga kota.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מָתוֹק
matok · manis
sesuatu yang manis seperti madu, membangkitkan kesenangan yang mendalam.
מַחֲמַדִּים
machamaddim · diidamkan
hal-hal yang sangat diinginkan, sangat dicintai, atau berharga.
דּוֹד
dod · kekasih
kekasih atau pria yang dicintai, juga berarti 'paman' tetapi di sini adalah panggilan sayang.
Ketiga kata ini menekankan bahwa hubungan cinta yang sehat adalah sumber kegembiraan (manis), keinginan yang mendalam (diidamkan), dan kasih yang personal (kekasih). Ini mengingatkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang fisik semata, tetapi juga hasrat dan keindahan hubungan secara utuh.
Tahukah kamu
Puisi Cinta yang Paling Panjang di Alkitab
Kidung Agung adalah satu-satunya kitab dalam Alkitab yang sepenuhnya berbentuk puisi cinta dan tidak pernah menyebut nama Allah secara eksplisit. Di tradisi Yahudi, kitab ini dibaca saat Paskah untuk melambangkan kasih Allah kepada Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 5:16
Mazmur 119:103
Manis berbicara kenikmatan
“Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih manis daripada madu bagi mulutku.”
Yesaya 55:2
Makan yang diidamkan
“Perhatikanlah, dan makanlah yang baik, dan biarlah jiwamu bersenang dalam kelimpahan.”
Amsal 5:19
Cinta yang menyenangkan
“Ia seperti rusa betina yang dicintai, seperti kambing hutan yang manis.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kidung Agung 5:16
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya menggambarkan hasrat fisikal semata, tanpa makna rohani.
✓ Yang sebenarnya
Puisi ini juga menggambarkan rindu dan kasih yang mendalam, yang dalam tradisi Kristen dilihat sebagai gambaran kasih Kristus kepada gereja (Efesus 5:25-27).
✕ Sering dikira
Kata 'diidamkan' berarti sesuatu yang bersifat permukaan atau nafsu.
✓ Yang sebenarnya
Kata ini menunjukkan bahwa keseluruhan pribadi kekasih sangat diinginkan, bukan hanya fisik, melainkan juga keindahan karakter dan kehadirannya.
Renungan
Renungan Singkat Kidung Agung 5:16
Pujian yang tulus dan menyeluruh kepada pasangan dapat mempererat hubungan. Renungkan bagaimana kita bisa menjadi sahabat dan kekasih yang manis bagi orang-orang terdekat kita, sebagaimana Kristus manis bagi kita.
Tuhan, ajarilah aku untuk menjadi pribadi yang manis dan mengasihi secara utuh, sebagaimana Engkau mengasihiku. Amin.